Tautan Takdir

Tautan Takdir
Perjalanan Maut


__ADS_3

Aska memandang ke luar jendela mobil dengan tampang kusutnya. Di sampingnya ada sang mommy yang tampak sibuk mengetik pada keyboard handphone sambil sesekali tertawa entah menertawakan apa,Aska pun tidak tau.


Belum lagi di kursi depan,sang daddy yang biasanya bersikap,kalem,tegas dan berwibawa,hari ini tampak menggila. Bersama dengan sang sopir,daddynya yang katanya manusia berwibawa itu malah tampak ceria menyumbangkan suara falsnya dengan menyanyikan sebuah lagu berjudul "Beautifull in white." Milik Shane Filand. Sungguh daddy kurang ngajar. Batin Aska.


"Dad,berhenti bernyanyi. Suara dad fals." Kesal Aska sambil meninju pelan jendela mobil di sebelahnya.


Namun seolah tuli,daddynya malah semakin memperkuat volume suaranya membuat Aska ingin sekali menangis.


"Bunuh saja aku mom. Bunuh!!" Teriak Aska smabil membentur-benturkan kepalanya ke sandaran kursi tempat sang daddy duduk membuat nyonya Ghatama menatap putranya berang.


"Aska,jangan bertingkah gila. Tatanan rambutmu nanti bisa rusak,dasar anak bandel." Nyonya Ghatama berkata sambil menarik sebelah telinga Aska hingga badan Aska ikut tertarik ke belakang.


"Duduk tenang dan diamlah. Jangan bertingkah seperti anak kecil,ingat sebentar lagi kamu akan jadi suami sekaligus ayah juga."


"Mom tau itu!" Potong Aska cepat."Mom tau kalau aku akan jadi ayah dan anak,lantas kenapa mom menikahkan aku dengan gadis lain?"


Nyonya Ghatama tersenyum meledek.


"Karena itu keputusan mommy dan tidak ada yang bisa membantahnya termasuk daddymu."


Ujar nyonya Melissa dengan raut puas.


"Cih,dasar orangtua kurang ngajar."Umpat Aska pelan namun masih bisa di dengar oleh nyonya Ghatama.


"Ngomong apa barusan?" Tanya nyonya Ghatama dengan raut kembali garang.


Tuan Ghatama juga ikut menoleh ke belakang dengan tatapan tajamnya.


"Aska jaga ucapanmu terutama pada istri dad. Dad tidak suka kamu mengatai istri dad dengan bahasa kasar,ingat itu!" Tegur tuan Ghatama garang.


Aska tak habis pikir,sejak kapan wibawa daddynya itu hilang? Bukankah setahu Aska daddynya ini bukanlah pria bucin akut yang biasa menunjukkan kekonyolannya di depan orang tercinta. Daddynya ini pria tegas dan berwibawa setahunya,tapi hari ini? Kemana? Kemana sikap tegas dan wibawanya??


"Dasar bucin!!" Umpat Aska sekali lagi,dan itu berhasil membuat sopir yang menyetir mobil terkekeh.


"Tuan muda ini lucu kalau sedang kesal. Lagipula calon istri tuan muda yang sekarang cantik juga kok,gak kalah sama nona muda Sassya jadi tuan gak rugi. Cerai sama istri cantik dapat istri cantik lagi,aduh kalau saya mah sudah bersyukur tuan. Itu namanya anugrah tuan muda."


Sang sopir menimpali tanpa melihat kondisi wajah tuannya yang sudah seperti titan ingin makan orang.

__ADS_1


"Bukk.."


"Dasar sopir kurang ajar!!" umpat Aska sekali lagi sambil menendang kursi kemudi dengan kuat. Untung sang sopir tidak terdorong dan kelakuan Aska lagi-lagi mendapat hadiah jeweran di telinganya dari sang mommy.


Kalau di hitung-hitung. Sudah puluhan kali Aska di jewer dalam satu hari ini,di tambah di kejadian di rumah tadi pagi. Jika Aska masih nekad berulah,kemungkinan hari ini ia akan menikah tanpa kuping. Nyonya Ghatama memang setega itu.


"Dad,mom. Berapa lama lagi perjalanan kita ini?" Tanya Aska sambil melirik malas ke luar jendela.  Saat ini mereka tengah berhenti di lampu merah.


Sekilas saat melihat ke mobil yang ada di sebelah,Aska merasa ia melihat seseorang yang ia kenal.


"Shiva?" Batin Aska namun mulutnya ikut mencetuskan kata tersebut membuat mata nyonya Ghatama refleks menoleh ke luar jendela,melihat apa yang di lihat putranya.


"Gawat!!" Batin nyonya Ghatama sambil mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada seseorang.


"Pak ayo jalan. Udah lampu hijau itu." Nyonya Ghatama menepuk kursi kemudi dengan ekspresi gugup.


Aska beralih menatap mommynya dengan tatapan heran.


"Mommy kenapa? Kok kayak gugup gitu?"


"Hah?" Mommy Ghatama menatap Aska dengan mata melotot namun detik berikutnya ia tersenyum.


Aska melengos malas."Gak tuh. Aska gak ngerti,Aska malah berharap macetnya parah. Biar pernikahannya batal." Ucap Aska dengan santainya membuat sang mommy lagi-lagi menjewer telinga Aska.


"Jangan sembarangan bicara Aska. Nyesel kamu nanti."  Ucap nyonya Ghatama tegas dengan raut nyalang.


Aska diam,memilih membuang mukanya. Tapi sedetik kemudian ia menoleh lagi ke arah sang mommy. Otaknya mengingat sesuatu.


"Mom,tadi Aska kayak liat mobilnya Ray deh. Pas di perhentian lampu merah tadi loh,kayak ada Shiva juga. Aska salah liat gak sih mom?"


Nyonya Ghatama tampak kembali gugup.


"Ah,salah liat paling. Orang Shiva udah di gedung pernikahan dari tadi kok. Iya kan mom?" Tuan Ghatama menyela dari depan.


Nyonya Ghatama mengangguk cepat.


"Bener itu. Tadi mommy juga udah chattan sama orang tuanya Shiva kok. Mereka udah nunggu di hotel tempat kalian bakalan menikah."

__ADS_1


Aska melemas mendengar jawaban sang mommy. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya,ia berharap jika mereka mengalami masalah di jalan atau bila perlu Aska tak masalah jika mereka kecelakaan. Yang penting pernikahannya batal,sebenci itu Aska terhadap hari ini.


♡♡♡


"Kita sampai..." Sang sopir menghentikan mobil di depan Emerald Golden Hotel,milik keluarga William tersebut.


Dari tampilan depannya saja,sudah bisa di bayangkan betapa mewahnya pesta yang akan di langsungkan hari ini.


Di depannya saja sudah di hias khas tempat pernikahan dengan ratusan karangan bunga dan foto-foto pengantin yang malas Aska tatap.


Jadi saat melewati foto-foto pengantin tersebut,Aska memilih menutup matanya sambil berpengangan pada lengan sang mommy agar tidak jatuh.


Nyonya Ghatama yang melihat kelakuan sang putra justru tersenyum senang. Ia jadi merasa tidak perlu repot-repot meladeni kekagetan Aska di depan pintu masuk tadi karena Aska memilih menunda kejutannya dengan cara menutup mata.


"Ya sudahlah. Biarkan Aska kaget setelah melihat sendiri,hasil rancangan ku nanti." Batin nyonya Ghatama sambil terus menuntun Aska menuju ballroom hotel tempat di mana acara pernikahan konyolnya ini akan di laksanakan.


Aska terus berjalan dengan eskpresi datar dan mata tertutup,sedangkan tuan Ghatama sudah mempercepat langkahnya agar berada di posisi depan.


Ia ada tugas untuk membukakan pintu sekaligus memberi kode yang nantinya akan mengejutkan Aska. Jadi setelah sedikit mengendap-endap,tuan Ghatama pun sampai di depan pintu ballroom.


"Satu.."


"Dua.."


"Tiga.."


nyonya Ghatama memberi aba-aba lewat gerakan jemarinya.


"Blam..."


Pintu terbuka bersamaan dengan letupan party popper yang membuat Aska membuka matanya dan langsung mematung di tempat.


♡♡♡


Udah bisa nebak? Udah kan?


Udahlah gak usah sok polos gitu...

__ADS_1


Kasih like vote komennya.


Menuju Ending nih....


__ADS_2