
Hampir tiga jam Zee menunggu Sassya sadar. Hingga akhirnya gadis itu tampak mulai mengerjab-ngerjabkan matanya,pertanda ia akan segera sadar dari pingsannya.
"Bangun mah bangun aja. Gak usah ngerjab-ngerjab gitu." Celetuk Zee saat melihat mata Sassya tampak merem melek karena silau.
Celetukan Zee membuat suster yang tadi ikut menunggui di situ tampak sedikit shock."Orang baru sadar dari pingsan langsung di omelin. Dasar beruang."Begitulah batin suster.
"Gak usah ngatain gue!!" Tuding Zee pada sang suster yang berada di sebelahnya dengan raut sinis. Suster itu sampai kicep dibuatnya.
"Mau minum gak?" Tanya Zee sekali lagi pada Sassya,saat mata Sassya sudah benar-benar terbuka.
Sassya menoleh pelan ke arah wajah Zee yang tampak sangar."L..lo marah?" Tanya nya takut-takut.
Zee menggeleng."Enggak. Ketawa nih gue,lo gak liat?" Tanya Zee sambil menunjukkan deretan giginya dengan wajah kaku.
Sassya tersenyum kikuk menyadari jika Zee nyatanya sedang marah. Berbeda dengan ucapannya.
"G..gue gak papa kok. Paling cuma kecapean..gue kan..."
"Gue kan apa? Kecapean nangis? Takut di kurung di gudang? Gak bisa napas? Gak di kasih makan?" Tanya Zee geram."Di apain lagi lo sama mereka? JAWAB!!" Bentak Zee.
"Nona tolong tenanglah,suara nona bisa menganggu pasien yang lain." Tegur suster,membuat Zee melotot tak senang.
"Lo mending keluar deh!! Nanti gue panggil kalau ada apa-apa. Gue masih ada urusan sama nih orang!! Sana keluar!!" Zee mengusir perawat tersebut seenak jidatnya.
"Tapi.."
"Keluar!! Mau gue tendang biar keluar?"
Takut melihat wajah Zee yang makin tak bersahabat,suster tersebut langsung keluar dengan sedikit berlari. Apalagi Zee adalah rekan terdekat Zergan,pemilik rumah sakit ini. Ia tak berani macam-macam.
"Jangan marah-marah terus Zee. Stroke lo entar."
"Biarin!! Lo gak usah ngalihin perhatian gue..."
"Cie perhatian..."
"Sassya!!"
"Apa,kakak?"
"Sya..gue serius." Zee merendahkan intonasinya dengan raut wajah sungguh-sungguh.
"Diapain aja lo sama mereka?" Tanya Zee lagi.
Sassya sebenarnya tidak mau menjawab jujur. Tapi sorot mata Zee membuatnya takut.
"G..gue gak sengaja jambak rambut Chintiya Zee. Gue cuma ngebela diri,gak ada maksud lain. Gue gak salah,jangan marah ya..." Pinta Sassya takut-takut.
Zee memijit pelipisnya yang mulai pening mendengar celotehan tak berbobot yang keluar dari mulut Sassya.
"Dengar Sassya Bellvara!! Gue tanya,lo diapain aja sama mereka? Gue nanya hal ini bukan buat marahin lo,tapi buat mikirin hukuman tambahan apa yang lebih pantas buat mereka,selain di asingkan." Jawab Zee setengah emosi.
Mata Sassya langsung membulat sempura,"A..apa maksud ucapan lo Zee? Lo? Jangan bilang lo udah kirim mereka ke....?"
__ADS_1
"Pulau Maselembu."Potong Zee cepat.
Sassya yang mendengar itu jadi shock bukan main."Jangan ngadi-ngadi deh Zee!! Gue gak mau jadi janda secepat ini!!"
"Kenapa emang? Biarin aja. Pantes banget itu hukuman buat mereka." Jawab Zee puas.
Zee bahkan tersenyum smirk ketika mengingat apa yang tadi ia perbuat pada Aska dan Chintiya.
#Flashback on.
Setengah jam setelah Sassya masuk ke dalam ruang perawatan,Zee langsung keluar dari rumah sakit menyusul Sandra ke suatu tempat.
Sesampainya di sana,Aska dan Chintiya tampak sudah di ikat dan di dudukan di kursi dengan kondisi sadar.
"Lepas ikatannya!!" Suruh Zee sangar.
Chintiya dan Aska tampak sudah memucat saat melihat Zee mulai menanggalkan blazernya dan hanya menyisakan tanktop saja.
Dari yang mereka tahu,gadis di depan mereka ini menguasai setidaknya empat seni bela diri dan sulit untuk melawannya dengan tangan kosong.
"Nona Michelle kita bisa bicarakan ini baik-baik..saya..."
"Brakk!!" Zee menendang bangku yang di duduki Chintiya dengan kuat saat gadis itu angkat bicara. Saking kuatnya Chintiya sampai terjengkang dengan posisi masih terikat karena Sandra belum sempat melepaskan ikatannya.
"Kau!! Berani kau buka suara lagi,aku akan mematahkan lehermu!! Paham!!" Bentak Zee.
Aska yang melihat kekasihnya di sakiti,tak tinggal diam. Setelah ikatannya di buka oleh Sandra,ia langsung bergerak menghampiri sang kekasih dan mencoba membuka ikatan di tubuh sang kekasih.
Di tariknya kerah belakang baju Aska hingga posisi laki-laki menghadap ke arahnya.
Dengan penuh kemarahan,Zee menghujamkan satu kepalan tepat di ulu hati Aska hingga laki-laki itu batuk darah. Belum selesai sampai di situ,Zee kembali memukul wajah Aska dengan brutal bahkan laki-laki tak punya kesempatan untuk melawan.
"Kau tau!! Bahkan aku bisa membunuhmu hari ini juga. Setelah apa yang kau lakukan pada adikku,jangan berpikir untuk lolos Sky Aska Ghatama. Aku Azellea William Michelle bahkan bisa menghancurkan kau dan kekasihmu hingga tak berbentuk jika aku mau!!"
Zee memghentikan pukulannya dan melepaskan cengkramannya di kerah baju Aska. Pria itu tampak sempoyongan di tengah kesadarannya yang hampir habis.
Saat tubuhnya hampir tumbang menyentuh lantai. Zee kembali memberi hadiah berupa tendangan di rahang Aska hingga laki-laki itu terpental ke dekat Chintiya dan akhirnya tak sadarkan diri. Mungkin mati.
Zee berjalan mendekati Chintiya yang masih sadar walau dengan badan yang tampak gemetaran.
"Giliran lo!! Gue gak main kasar sih sama cewek. Tapi temen gue itu jagonya."Zee menunjuk ke arah Sandra.
Sandra tersenyum smirk.
"Lo maunya gimana?" Tanya Sandra pada Zee.
"Gue liat di pipi Sassya ada bekas luka cakaran. Di leher dia juga ada,oh satu lagi. Rambut Sassya banyak yang rontok kayanya. Gimana kalau lo kasih tau dia apa yang di rasain sama Sassya."
"Oke."
Satu kata yang keluar dari mulut Sandra mewakili semuanya.Tak sampai lima menit, suara teriakan Chintiya terdengar bergema di dalam ruangan dingin tersebut.
Sandra benar-benar memberinya pelajaran bermanfaat yang sepertinya akan membuat Chintiya berpikir dua kali untuk bertindak ke depannya.
__ADS_1
Bayangkan saja,rambut Chintiya ditarik hingga rontok di beberapa bagian bahkan wajahnya sampai memerah,lalu pipinya dan leher Chintiya di goresi dengan silet. Tak terlalu dalam memang,tapi goresannya cukup untuk merusak wajah Chintiya.
"Udah belum Zee?" Tanya Sandra pada Zee yang tampak duduk bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada seolah sedang menonton acara seru.
"Lumayan." Jawab Zee ringan.
"Belum puas gue! Sebenarnya masih mau,tapi gue masih punya belas kasihan karena Sassya masih dalam keadaan hidup. Tapi kalau sampai keadaan Sassya kemarin lebih buruk dari tadi,gue bunuh lo!! Paham!!?" Bentak Zee sambil berjongkok tepat di depan wajah Chintiya.
"LEMAH!!" Zee menampar pipi Chintiya dengan kasar.
Zee menendang kembali kaki kursi tempat Chintiya terikat hingga posisi gadis itu terlungkup. Bahkan Chintiya sudah pingsan saking tidak kuatnya menghadapi Zee.
"Lepas ikatannya Sand. Bawa ke rumah sakit,gue belum mau liat mereka mati. Kasian anak gue nanti,kalau punya nyokap mantan psikopat." Ujar Zee tanpa beban.
Sandra terkekeh kecil mendengar ucapan Zee. Ia tahu,Zee tak pernah benar-benar tega menghabisi seseorang tanpa mengobatinya lagi. Bisa di bilang ia selalu mempertimbangkan sejauh mana perbuatannya. Dan bisa di pastikan juga,Aska dan Chintiya tidak mati karena setelah ini Zee pasti akan mencari dokter terbaik untuk merawat mereka.
"Gue cabut,lo aja ya yang urus mereka. Takut Sassya udah sadar.
Zee mengatakan itu sambil berlalu dengan melangkahi tubuh pingsan Aska dan Chintiya seolah keduanya adalah semut.
"Bye..bye..." Ucap Zee saat sudah di amhang pintu. Setelah itu ia benar-benar pergi dan Sandra lansung menelpon ambulance untuk menjemput Aska dan Chintiya.
#Flashback Off.
"Zee!! Lo gak beneran ngirim Tuan Aska dan Chintiya ke pulau Maselembu kan?" Tanya Sassya makin was-was saat melihat Zee yang tersenyum bak orang gila.
Zee menggeleng. "Gak Sassya. Mereka aman,ada di tempat terbaik di rumah sakit ini. Tenang aja."
Zee menjawab pertanyaan Sassya dengan senyum cerah hingga Sassya kembali pingsan saking shocknya.
♡♡♡
Otor : Yahh. Pingsan lagi si Sasa. Gimana dung guys? Padahal si Zee cuma main-main,iyakan?"
Readers : Main-main pala lu di pantok soang thor. Mau mati itu anak orang!! Keterlaluan si Zee.
Zee : Cuma pingsan. Gak usah lebay..
Otor : nongol aja lu Zee. Sapa yang ngundamg dah?
Readers : Tau tuh.....
Zee : Mau gue bunuh?
Otor vs readers : Ampun Zee!! Kirim like vote komen ajelah. Jangan ngamuk mulu,gue tempelen koyo juga nih di mulut lu.
Zee : HM
Guyss... Smabil nunggu up novel aku,aku mau rekomendasiin novel teman aku ya... Bisa mampir dulu ke sana sambil nunggu update-an novel ku...
Ini dia novelnya....
__ADS_1