Tautan Takdir

Tautan Takdir
Istriku!!


__ADS_3

Raut penuh amarah kini tercetak jelas di wajah Aska saat melihat ada seorang pria yang terang-terangan mendekati istrinya. Ia kenal pria itu,Raynand Ghatama. Sepupunya yang di kenal suka gonta-ganti pasangan.


"Ini tidak boleh di biarkan!!!" Batin Aska penuh amarah sambil sedikit berlari ke arah dua sosok itu.


"Grep.."


"Bukkk.."


Aska merebut bunga yang ada di tangan Sassya dan membuangnya ke tanah. Persetan dengan tatapan orang-orang yang ada di sana. Aska tidak peduli,Sassya miliknya dan hanya miliknya.


"Hei..,bunga ku!!" Bentak Raynand tak terima. Ia menatap tajam laki-laki lancang barusan,namun detik berikutnya ekspresi Raynand berubah.


"Aska?" Panggilnya dengan raut heran. "Kenapa kau merusak momenku?"


"Kurang ajar!!"


Aska langsung melayangkan pukulan ke wajah Raynand dengan kuat hingga terhempas ke lantai pelaminan.


"Hei bung,ada apa denganmu??" Tanya Raynand sambil bangun dari posisinya dan menatap Aska penuh tanda tanya.


"Aku yang harusnya bertanya!! Ada apa denganmu? Beraninya kau menggoda istriku!! Kau cari mati ya??" Bentak Aska sambil menarik kerah kemeja Raynand dan melayangkan pukulan lagi jika tidak segera di tahan oleh Alex.


"Tuan tenanglah,jangan membuat keributan di sini." Bisik Alex,sambil menatap ke sekeliling dengan pandangan meminta maaf.


Di bawah pelaminan sana masih ada keluarga Ivander,Anggara,Guanna,William,Admaja,dan juga keluarga Aldebaran yang turut menyaksikan keribuatan yang ada dan itu membuat Alex tak enak hati.


"Tuan sebaiknya kita pergi dari sini." Bisik Alex selali lagi sambil mencoba menarik Aska agar mau mengikutinya.


Aska memberontak."Lepaskan aku Alex!! Aku harus membawa istriku juga!!"


Aska memberontak dan berusaha menggapai Sassya namun gerakannya di halangi oleh Delice.


Bungsu betina itu tampak memasang wajah garang."Heh suami biadab. Lo kalau mau pulang,ya pulang aja. Gak usah ajak-ajak temen gue. Sana hus..,hus..,hus.."


Delice di depan Sassya untuk menghalangi langkah Aska.


"Nona Delice Aurora. Ini bukan urusan anda. Sebaiknya anda menyingkir!" Bentak Aska keras di depan wajah Delice.


"Plakk..." Satu pukulan terasa cukup keras di tengkuk Aska.


Aska menoleh dan mendapati Arkhan tengah memelototinya.


"Berani kau membentak adikku??" Bentak Arkhan garang.


Namun Aska tidak terlihat takut sedikitpun. Ia malah menatap Arkhan balik dengan wajag nyalang.

__ADS_1


"Tuan muda kedua. Anda tidak tahu apapun tentang urusan rumah tanggaku,jadi sebaiknya anda juga jangan ikut campur jika tidak ingin terlibat keributan." Bentak Aska garang.


Beberapa orang tampak menonton keributan dengan raut wajah santai. Termasuk Zee yang sedari tadi malah bersedikap dada.


Sementara di bawah pelaminan,Agatha di bantu Nathan tampak tengah menghalau para orang tua agar segera meninggalkan area pantai dan kembali ke hotel. Mereka tidak di perbolehkan melihat segala kekonyolan yang sudah Delice dan Alex susun dengan apik dari dua minggu yang lalu.


"Tuan Aska,sepertinya anda lupa sedang berada di mana." Ujar Arkhan dengan nada mengejek sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Ini acara kakakku,acara kelurga Ivander dan Guanna. Sudah kewajibanku mengusir orang yang mau membuat keributan di sini termasuk anda sekalipun."  Balas Arkhan telak.


"Aku tidak peduli. Aku membuat keributan karena kalian membawa istriku,dan bajingan satu itu." Aska menunjuk ke arah Raynand yang tampak tersenyum santai.


"Bajingan,hentikan senyuman jelekmu itu!! Aku tahu kau senang karena merasa di bela?" Aska kembali hendak maju menyerang Raynand namun di tahan oleh Arkhan.


"Bung,sudah ku bilang jangan membuat keributan." Tegur Arkhan dengan ekspresi tengilnya.


Aska kali ini benar-benar tampak marah. Dengan kuat ia mendorong bahu Arkhan hingga pria itu mundur beberapa langkah.


"Persetan dengan semuanya,aku hanya ingin membawa istriku pulang." Teriak Aska sambil berbalik hendak menarik Sassya yang tadi berada di belakangnya.


Nihil...


Tidak ada Sassya di sana. Di belakangnya hanya ada Alex,sedangkan Zee,Delice,Kaivano,dan sepasang pengantin yang tadi ada di sana tampak sudah menghilang.


"Sial!! Kemana mereka??" Umpat Aska sambil menajamkan pandangannya ke sekeliling namun kosong. Tidak ada siapapun,dan tjdak ada istrinya di manapun.


Dengan santainya Alex menjawab."Nona Delice dan nona Michelle tadi yang membawa nona Sassya pergi. Memangnya kenapa?"


"Bodohnya kau Alex!!" Umpat Aska sambil menarik kerah kemeja asistennya itu."Kenapa kau biarkan mereka membawa istriku?" Harusnya kau hentikan mereka,bodoh!! Di mana otakmu?!" Aska menghempaskan tubuh Alex dengan kasar.


Setelahnya ia kembali berbalik."T..**." Ucapan Aska tidak di lanjutkan. Raut wajahnya tampak semakin marah dengan warna merah terpatri di sana.


"Kurang ajar kalian semua!!"


♡♡♡


Di dalam sebuah mobil yang saat ini tengah melaju. Suara tawa seorang gadis terdengar beberapa kali menggema.


"Sayang,kamu liat kan tadi gimana ekspresi suaminya Sassya. Lucu banget? Gak sih?"


Ujar Delice sambil tertawa dengan satu tangan menepuk-nepuk lengan Kaivan yang bertugas menyetir.


"Sayang ih!!" Delice berubah kesal saat Kaivan tidak meresponnya.


"Iya,Elis lucu banget." Balas Kaivan dengan wajah datar. Namun cukup membuat Delice puas.

__ADS_1


Delice menoleh ke belakang,di mana ada Zee dengan raut datarnya dan Sassya dengan tatapan kesalnya.


"Tega banget sih kalian sama suami gue." Sassya merenggut kesal dengan bibir di manyun-manyunkan.


"Ya ampun Sassya,yang barusan itu belum ada apa-apanya buat balas kebejatan suami bego lo itu. Harusnya lo makasih sama gue dan Agatha.  Coba banyangin kalau kemarin kita gak bawa lo kabur,mungkin aja sekarang anak lo atau lo udah gak ada di dunia. Satu lagi,ini yang paling penting. Dengan kepergian lo selama sebulan,suami lo yang bodoh itu akhirnya sadar sama perasaan dia ke lo. Jadi gimana? Peran gue dan Agatha membantu banget kan? Kan?"


Celoteh Delice sambil menoleh ke belakang denga kedua alis yang di naik turunkan.


"Gimana Zee? Cara gue nyembunyiin Sassya lebih hebatkan dari cara lo? Ya gak?"


"Hm.." Balas Zee malas,ia masih sangat kesal dengan tindakan Delice dan Agatha yang bertindak tanpa sepengetahuannya.


Tapi setiap ucapan Delice memang ada benarnya sih. Jika saja Delice dan Agatha tidak bertindak,mungkin hubungan Aska dan Sassya tidak akan ada kejelasan sampai saat ini.


"Huh.." Zee akhirnya menghembuskan napas dengan keras untuk melepaskan semua rasa jengkel yang ada di hatinya.


"Jadi apa rencana lo setelah ini Liz? Ngembaliin Sassya ke suaminya?" Tanya Zee yang mulai mengikuti rencana Delice.


Delice tersenyum jahil."Tidak semudah itu ferguso. Kita buat Aska berlutut dulu,baru deh.."


Delice menghentikan ucapannya ketika melihat dua buah mobil hitam tampak berkejar-kejaran di belakang mobil mereka. Alisnya menukik,ia kenal dua mobil itu.


"Sialan,bang Ar sama Aska di belakang kita. Ngebut bangkai!!" Perintah Delice pada tunangannya.


Dan akhirnya tragedi kabur-kaburan berujung menjadi acara kejar-kejaran. Aksi mengemudi Kai yang tidak perlu di ragukan lagi membuat Aska kehilangan jejak.


Ia gagal lagi menemui istrinya. Nasib.


♡♡♡


Jangan lupa


Like


Vote


Komen


Maaf ya rada garing....


Beberapa hari terakhir ini,aku rutin minum obat yang di kasih dokter karena aku kena alergi gitu. Dan itu cukup bikin aku ngantuk sepanjang hari,sampai-sampai buat ngetik pun susah.


Bawaannya pen tiduran aja


Hedeh..doain semoga sakit-sakit yang suka menggerogoti aku tuh segera musnah...

__ADS_1


Amin..


__ADS_2