Tautan Takdir

Tautan Takdir
Cerita Pagi


__ADS_3

Malam berlalu dan pagi hari ini,seperti biasa tuan muda Sky Aska Ghatama sudah bersiap-siap ke kantor. Begitu keluar kamar,ia langsung di sambut oleh dua orang bodyguard yang sudah beberapa hari ini mengawasinya seolah  tanpa celah.


"Selamat pagi tuan muda."


Aska menghembuskan napasnya malas. "Sudah sana. Jalan duluan,tidak perlu menungguku. Lagipula aku tidak mungkin kabur karena aku tak punya apapun." Nada bicara Aska terdengar miris.


Di belakangnya Sassya tiba-tiba muncul saat mendengar pembicaraan Aska dan bodyguardnya.


"Selamat pagi nona muda." Sapa sang bodyguard,yang diangguki oleh Sassya.


"Mari tuan nona,saya antarkan ke ruang makan. Tuan dan nyonya besar sudah menunggu." Bodyguard itu menyingkirkan badannya ke samping agar Sassya dan Aska bisa lewat.


Sassya mengangguk sopan dan sedikit mendorong tubuh Aska karena pria itu tak kunjung beranjak. Aska berdecak kesal.


Dengan sangat terpaksa ia akhirnya berjalan beriringan menuju ruang makan bersama Sassya.


♡♡♡


Di ruang makan tampak kedua orangtua Aska sudah menunggu mereka dengan raut wajah menyelidik.


"Aska! Kenapa cara jalan istrimu masih biasa saja? Jangan bilang kau belum bisa mencetak anak ya? Kau itu bodoh atau bagaimana? Masa membobol gawang satu saja susah. Kau juga menantu ku,kau itu..."


"Stttss." Tuan Ghatama menghentikan ucapan istrinya dengan cara menempelkan telunjuknya di bibir nyonya Ghatama.


Aska dan Sassya sama-sama tertunduk.


"Dasar mertua sialan. Hari masih pagi tapi bicaranya sudah ngelantur. Nasib." Batin Sassya sambil mendudukan dirinya dengan malas di samping suaminya.


"Aska..." Nyonya Ghatama kembali membuka mulutnya namun segera di potong oleh Aska.


"Mom,bisakah jangan membahas tentang hal ini di meja makan. Lagipula mommy sudah tau kan alasan aku dan Sassya menikah. Kami tentu masih butuh waktu untuk menerimanya. Tidak bisa langsung jadi."Kesal Aska.


Mommy nya mendengus."Makanya jangan suka berbohong. Kau tau kan mommy dan daddy sejak dulu menginginkan kau untuk menikah dan punya anak. Lah kau  malah menjadikan pernikahan untuk ajang main-main. Resiko lah jika mommy meminta cucu. Memang kau pikir istrimu itu pajangan..."


"Dia yang tidak mau aku sentuh!" Ketus Aska karena merasa kesal terus-menerus di salahkan dari tadi.


Kini giliran Sassya yang di pelototi oleh mommy Aska.


"Benar begitu menantuku?" Selidiknya.


Sassya semakin tertunduk."S..saya terlalu takut nyo.."


"Panggil aku mommy!"

__ADS_1


"Emm maksudku mommy. Saya hanya belum siap menjadi seorang ibu,saya takut tidak bisa melakukan terbaik untuk keluarga kecil kami nanti." Ujar Sassya tanpa berani menatap kedua mertuanya.


"Hah..alasan macam apa itu?" Cibir nyonya Ghatama."Pokoknya mommy ingin kau segera hamil dalam bulan-bulan ini. Titik,jika tidak..."


Nyonya Ghatama tak melanjutkan ucapannya tapi malah memberi kode "Lo Gue End" menggunakan jemarinya yang berhasil membuat Aska dan Sassya merinding.


♡♡♡


Aska tiba di kantor tepat jam delapan pagi.


Seperti biasa,ia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya di ikuti kedua bodyguardnya pastinya.


"Kalian berdua. Bisa tidak jangan terus-terusan berdiri di belakangku. Lagipula ini di ruang kerja,tidak masuk akal kan jika aku kabur lewat jendela. Kita ini berada di lantai 25,aku tidak mau mati konyol." Bentak Aska geram.


Namun kedua bodyguardnya tak bergerak sama sekali seolah mereka tuli.


"Al,El!! Tolonglah!!" Bentak Aska pada kedua asistennya yang bernama lengkap Alvaro dan Elvaro itu. Keduanya memang kembar dan itu cukup membuat Aska tambah jengkel. Aneh.


"Tuan kami akan duduk di sofa itu jadi tuan bekerjalah tanpa merasa di ganggu."


Aska mendengus tak senang."Terserah kalianlah. Aku malas!! Sangat malas,melihat wajah jelek kalian berdua." Gerutunya sambil berjalan ke meja kerja dengan raut geram.


Ia segera meraih minuman yang sudah di sediakan di atas meja dan meneguknya dengan kasar hingga tandas. Setelah itu ia berjalan menuju kursi kerjanya.


"Al,El!! Kalian jaga ruanganku,rasanya aku...akhhh!!" Aska tak melanjutkan ucapannya dan memilih berlari masuk ke dalam ruang pribadi miliknya yang berada tepat di belakang kursi kerjanya.


Al dan El yang melihat kelakuan tuan mudanya hanya bisa menghela napas kasar.


"Tuan muda jorok sekali." Celetuk Alvaro yang hanya mendapat respon delikan dari saudara kembarnya yang memang dingin sejak lahir.


"Permisi.." Alex tiba-tiba masuk dengan membawa beberapa buah berkas di tangannya. Ia menatap dengan agak heran karena merasa ada yang kurang.


Ia pun bertanya."Dimana tuan muda?"


"Ada di toilet ruang pribadinya. Sepertinya tuan muda sakit perut." Jelas Alvaro.


Alex langsung membulatkan matanya mendengar tuan mudanya sakit."Kalian berdua!!" Teriaknya membuat dua orang itu terjingkat."Sudah tau tuan muda sakit,kenapa tidak membeli obat? Di dekat kantor ini ada apotek bodoh! Kenapa lengah sekali?" Alex bertanya dengan murka.


"T..tapi tuan Alex,tuan muda kan hanya..."


"Saya akan membelikan tuan muda obat. Permisi." Elvaro memotong ucapan adiknya dan memilih berlalu dari sana meninggalkan Alex dan Alvaro yang tampak masih bersitegang.


"Aku akan meninggalkan berkas ini di ruang kerja tuan. Jika nanti tuan sudah tanda tangan,kau tolong minta tuan hubungi aku agar aku bisa mengambil berkasnya lagi." Jelas Alex sambil meletakkan 3 buah berkas itu ke atas meja kerja Aska.

__ADS_1


Alvaro mengangguk paham. Setelahnya ia berdiri dan memberi hormat saat Alex akan kembali ke ruangannya.


Hampir lima belas menit berlalu baik Elvaro maupun Aska sama-sama belum kembali membuat Alvaro yang menunggu sampai terlelap di kursinya.


Seseorang berpakaian jas dengan rambut tertata rapi dan mengenakan kacamata hitam tampak masuk ke ruang kerja Aska dan langsung menuju ruang pribadi Aska.


Seperti sudah terbiasa,ia bisa menekan pasword dengan mudahnya dan setelahnya ia menyelinap masuk ke dalam tanpa menimbulkan bunyi apapun.


Di dalam sana ia segera mencari tempat untuk menyelinap dan setelah mencari-cari,ia akhirnya menemukan tempat persembunyian yang cukup baik.


Tempat itu adalah walk in closet yang berada tepat di samping pintu toilet.


"Aku menunggumu Sky Aska Ghatama." Bisiknya sambil sesekali mengintip untuk melihat apakaj target sudah keluar dari dalam toilet atau belum.


♡♡♡


Sementara itu di dalam ruang pribadi Aska,pria itu baru saja menyelesaikan panggilan alamnya. Ia keluar dengan raut wajah lega sambil mengancing resleting celananya.


Tiba-tiba sebuah pelukan mendarat dari arah belakang membuatnya kaget dan hampir berteriak jika sebuah jari lembut tak segera membungkam bibirnya.


"Sstttss. Aku merindukan mu..."


♡♡♡


Otor : Hayolohhhhhh tebak itu siapa??


Jenggjengggggg


Readers : Si anu thor!!


Otor : Yak bener sekali!! Selamat kamu berhasil mendapkan tas prada seharga 300 juta dan juga baju dior....


Hadiahnya bisa di ambil kapan aja dengan syarat tagihannya bayar sendiri.....


Sayang kaliannn.... Jangan lupa like vote komen yaaa😂😂😂


Readers : 😒


Aku promo lagi ya guyss... Silahkan mampir ke karya temenku ini... Di baca dan di like vote komen untuk mendukung karya temen author ini


sekalian nunggu aku up bab selanjutnya yaa...


__ADS_1


__ADS_2