Tautan Takdir

Tautan Takdir
Meet Again


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Zee berhenti di depan sebuah minimarket yang jaraknya masih berdekatan dengan toko kue ibunya Zee.


Setelah memarkirkan mobil dengan benar,Zee pun mengajak Sassya turun untuk menemani wanita itu membeli es krim.


"Zee,gue masuk ke dalam sendiri buat beli es krim. Lo tunggu di mobil aja,gue janji gak lama kok." Ujar Sassya menghentikan Zee yang sudah membuka pintu mobil. Bersiap turun.


"Tapi kan lo lagi hamil. Bahaya kalau sendiri,kalau ketemu Aska gimana?"


"Gak bakalan di apa-apain juga Zee. Mana berani dia macam-macam di tempat seramai ini." Ujar Sassya membantah.


"Lagian gue kasian sama lo kalau harus ikut masuk. Lo kan lagi gak bawa bodyguard. Bahaya,siapa sih yang gak kenal sama lo. Apalagi dengan pakaian kerja kayak gini,lo bisa jadi pusat perhatian di dalam. Bahaya juga kalau sampai ada orang jahat yang ngincer lo." Ujar Sassya mengingatkan status Zee yang merupakan pengusaha ternama yang selama ini selalu di awasi oleh bodyguard.


Zee terdiam sebentar menimang-nimang ucapan Sassya. Setelah berpikir sejenak,Zee kembali berkata. "Tapi gue bisa pakai masker dan topi." Ujar Zee memberi alasan sambil menunjuk sebungkus masker dan juga topi yang ada di dasboard mobilnya.


Sassya menggeleng."No. Lo tetap gak usah turun,gak peduli pakai masker atau enggak. Ribet tau Zee,gue berasa jalan sama artis. Entar orang-orang malah tambah curiga. Udahlah. Lo tunggu di mobil bentar ya,sepuluh menit deh. Gue janji gak bakalan lebih lama dari itu."


"Ya udah deh,sana masuk." Akhirnya Zee mengalah.


"Makasih kakak." Ujar Sassya senang karena merasa menang.


Dengan semangat empat lima,ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam minimarket.


Ia sekarang memang mendapat fasilitas penuh dari Zee,selain tempat tinggal,sahabat dan,ahli gizi dan dokter pribadi. Zee juga memberikannya sebuah credit card yang bisa ia gunakan tanpa batasan.


"Coba aja gue masih jahat kayak dulu. Pasti udah gue pake buat beli jet nih kartu." Batin Sassya sambil tertawa kecil. Menertawakan bisikan konyol yang merasuki otaknya.


Sesampainya di dalam,Sassya langsung menuju rak yang memajang berbagai makanan manis. Ia membeli beberapa barang yang akan ia stok untuk temannya menonton nanti malam. Urusan es krim belakang. Begitulah yang ada di otak Sassya ketika sudah bertemu makanan manis selain es krim.


Sassya memang ibu hamil yang aneh,karena biasanya kebanyakan ibu hamil suka makanan asam. Berbeda halnya dengan Sassya,wanita itu tidak terlalu maniak makan makanan yang asam. Sesekali otaknya memang memikirkan makanan asam,namun saat di depannya ada makanan manis. Maka ia akan khilaf dan melupakan makanan asam yang tadi ia pikirkan.


Seperti halnya malam itu,saat ia bertemu Rama tempo hari. Niatnya memang mencari rujak buah. Tapi kenyataannya. Ia malah memberi es krim saat melihat kedai es krim.


Dan sama halnya dengan hati ini. Niatnya tadi mengatakan akan membeli es krim. Namun kenyataannya berbeda. Karena sekarang ia malah membeli berbagai jajanan manis yang pastinya bukan es krim.


Puluhan jajanan sudah masuk ke dalam troli yang di bawa Sassya. Ia masih terus memilih barang hingga matanya menangkap sekotak coklat yang dulu sering ia beli saat masih kuliah. Coklat itu dulu ia beli bukan untuk ia makan,melainkan untuk di berikan pada Arkhan. Pacar Zee sekarang,dulukan Sassya sangat terobsesi pada Arkhan.


Ide jahil muncul di otak Sassya,ia jadi ingin membeli coklat tersebut. Ia berniat memberikannya pada Zee nanti sekaligus menceritakan sejarah coklat tersebut. Mana tahu gadis itu cemburu kan?


"Grep.." Sebuah tangan mendahului Sassya yang hendak mengambil coklat tersebut.

__ADS_1


Sassya menoleh,orang itu juga. Hingga detik berikutnya,kedua orang itu saling tunjuk dengan eskpresi kaget.


......?


♡♡♡


"Udah selesai?" Tanya Zee sambil meletakkan tablet miliknya ke dashboard begitu melihat Sassya masuk ke dalam mobil.


Sassya mengangguk seraya menyimpan kantong-kantong belanjaan miliknya ke kursi belakang.


Kedua alis Zee terangkat melihat cukup banyak kantong yang Sassya bawa.


"Lo borong es krim?" Tanya Zee heran.


"Enggak." Jawab Sassya gugup.


"Terus di belakang apaan? Es krimnya mana? Kok gak langsung di makan?"


"Gue gak jadi beli es krim Zee. Tadi pas di dalam gue tiba-tiba pengen beli camilan,akhirnya gue pilih-pilih,gue kalap,dan karena udah terlalu lama akhirnya gue balik tanpa beli ice cream. Gue gak mau buat lo nunggu lebih lama lagi.


Zee menghela napas berat." Ya udah,nanti gue suruh Rafa dan Bara cariin es krim sebanyak-banyak. Buat stok di mansion. Jadi lo gak perlu nyari es krim ke luar. Terus yang di belakang camilan apaan? Lo udah liat komposisinya? Gak bahaya buat bumil kan?"


"Aman Zee,udah deh gak usah bawel. Nanti gue juga bakalan tanya sama ahli gizi suruhan lo itu. Camilannya aman atau enggak,kalau gak aman ya udah gue kasih ke anak-anak DN. Gampangkan?"


♡♡♡


Mobil yang di kendarai Zee akhirnya sampai juga di mansion Dark Night. Sebelum turun Sassya sempat memberikan sekotak coklat pada Zee.


"Coklat?" Tanya Zee heran.


Sassya mengangguk."Ya iyalah,masa kelereng." Seru Sassya kesal.


Zee menyodorkan kembali coklat tadi ke tangan Sassya."Buat lo aja. Gue kan gak suka coklat."


"Ckk. Ini coklat sejarahnya gak main-main tau Zee!" Pancing Sassya mulai berniat menceritakan sejarah coklat tersebut.


Zee menatap Sassya tak percaya. Namun rasa penasaran menarik tangannya untuk kembali mengambil coklat tersebut.


"Apa sejarahnya?" Tanya Zee penasaran.

__ADS_1


Sassya tersenyum penuh kemenangan.


"Panjang ceritanya. Tapi saran gue,lo harus tanya sama yang bersangkutan."


"Maksud lo?"


"Tanya aja sama pacar lo nanti. Gue masuk dulu ya..."


Sassya mengambil seluruh kantong belanjaannya dan lari masuk meninggalkan Zee yang masih di liputi rasa penasarannya.


Setelah Sassya turun,Zee kembali melajukan mobilnya menuju jalan raya. Sebenarnya ia ingin menyusul Sassya ke dalam. Tapo ia di buru waktu.


Ia harus kembali ke kantor karena saat ini masih jam kerjanya. Bersamaan dengan keluarnya mobil Zee,sebuah mobil lain ikut keluar dari belokan gang dan masuk ke depan gerbang mansion.


Orang tersebut tidak turun dari mobil,ia hanya menurunkan kaca mobilnya kemudian memfoto gerbang mansion yang mana di sana tertera alamat mansion.


Setelah mengambil beberapa gambar,ia pun mengirimkannya pada seseorang yang pastinya terlibat kerjasama dengannya.


♡♡♡


Di tempat lain,seseorang baru saja menerima pesan dari orang suruhannya. Ia tersenyum puas setelah membuka pesan tersebut dan mendapati keinginannya sudah di temukan.


Sedikit lagi,alur yang sudah ia buat akan berjalan sesuai kemauannya.


"Mari bersaing Azellea William Michelle."


♡♡♡


Otor : Paham gak? Paham gak? Pahamlah masa enggak. Maksa nih gue😂😂


Btw abis ini kita otw penyelesain konflik pake konflik untuk menentukan Takdir yang belum Bertaut.


Sesuai judul Tautan Takdir,otor akan membuat ending yang sesuai dengan alur membawa takdir untuk kembali ke peradabannya.


Semoga kalian mau menemani sampai cerita ini berakhir. Kalau perlu kita buat sequelnya...


Btw...aku minta bantu doa ya...🙏


Kampung halaman aku di landa banjir besar. Banyak rumah2 warga yang kerendam air,mereka sampai harus ngungsi bahkan ada sebagian ngungsi ke rumah aku karena rumah aku di dataran tinggi.

__ADS_1


Doain semoga cepat surut,kasian. Pada susah beraktifitas.


Akhir kata,sekian terima like vote komen.😁


__ADS_2