
Wedding day...
Pagi ini suasana tampak berbeda,baik di kediaman Aska maupun di kediaman Sassya.
Di kediaman Sassya,tampak beberapa MUA tengah merias sang wanita dengan begitu telaten. Beberapa kegiatan mereka harus terhenti dan di ulang lagi karena sang pengantin wanita yang tengah hamil itu beberapa kali menangis membuat make up yang sudah di rapikan kembali luntur.
"Ceklek."
Pintu kamar tempat Sassya di rias terdengar di buka,Zee,Delice dan Melissa tampak masuk ke dalam sana dengan pakaian yang juga sudah tampak rapi.
"Sudah selesai dandannya?" Tanya Melissa lembut.
Sassya menoleh ke belakang dengan tatapan sendunya.
"Ma..,Sassya gak mau nikah lagi." Ucap Sassya lirih dengan mata berkaca-kaca.
Melissa menggeleng pelan."Gak bisa sayang. Semuanya sudah di persiapkan. Raynand juga pria baik,kamu kan sudah kenal sama Raynand sebelumnya. Apa Raynand pernah berbuat kasar sama kamu?"
Sassya menggeleng.
"Enggak pernah kan? Makanya,yakin sama mama. Dia nanti pasti bisa jadi suami yang jauh lebih baik dari Aska. Mama jamin,jadi jangan sedih lagi. Okay?"
Melissa berkata sambil mengusap-usap kepala putri tunggalnya itu dengan seulas senyum lembut.
Sassya sendiri memilih tidak memberi respon apapun. Benci sekali rasanya berada di posisinya saat ini,sudah tidak bisa melawan. Kabur pun tidak bisa,sebab selain ada Zee dan Delice,di luar rumah juga ada sekitar sepuluh orang bodyguard yang sejak semalam ditugaskan oleh keluarga Ghatama untuk menjaga rumah Sassya. Jadi kemungkinan untuk kabur sudah tidak ada harapan.
"Udah dong Sya,jangan cemberut gitu mukanya. Kasian sama mbak penata riasnya kalau harus ngulang masangin make up ke muka lo. Jangan nangis lagi ya."
Delice berkata sambil meraih tisu dan mengelap perlahan bawah kantong mata Sassya yang tampak kembali basah.
"Hiks..,gue gak bisa Liz. Lo gak tau rasanya di posisi gue." Kesal Sassya dengan tangisan yang kembalo pecah.
Delice menepuk jidatnya,pening melihat kelakuan ibu hamil satu ini. Di belakangnya,sang penata rias tampak sudah memasang raut masam karena lagi-lagi ia harus mengulangi kegiatan memasang eyeshado dan blush on ke mata dan pipi Sassya.
"Aduh non,udah dong nangisnya. Tunda buat nanti malam lagi,gak bisa apa? Habis nanti eyeshado sama blush on-nya non kalau harus di ulang-ulang terus make upnya." Ujar sang penata rias dengan tampang memelas.
Sassya menatap sinis sang penata rias.
__ADS_1
"Makanya mbak,kalau masang riasan pakai yang waterproof biar gak luntur. Jangan malah nyalahin saya,mbak bikin sama tambah badmood deh!!"
Kesal Sassya dengan nada galak tapi tersendat-sendat.
"Sttss,udah-udah. Mama tunggu di luar,sepuluh menit lagi kita harus berangkat ke Emerald Golden Hotel. Kalau sampai riasan kamu berantakan lagi,awas aja. Mama kasih kamu hukuman." Kesal Melissa sambil mencubit pelan lengan Sassya membuat Sassya meringis.
"Ma.."
"Gak ada penawaran Sassya. Sudah mama bilang,Raynand akan jadi suami yang baik buat kamu. Jangan lebay deh,kamu itu sudah tidak di inginkan sama mertua kamu. Malu Sassya,kalau kita masih harus ngemis."
Ucapan Melissa menohok langsung ke jantung Sassya,membuat Sassya tak bisa berkutik dan hanya bisa menatap sendu punggung mamanya yang sudah berjalan keluar kamar.
"Everything will be fine Sya,it's okay. Jangan sedih terus dong. Senyum ya?"
Delice menarik kedua pipi Sassya membentuk lengkungan paksa yang membuat Sasya terlihat seperti buntal.
Di belakangnya Zee tampak sibuk membuka pesan yang beberapa kali terdengar masuk ke handphonenya.
Setelah selesai berbalas pesan dengan seseorang di seberang sana,Zee menatap ke arah Delice dan Sassya sambil menghela napas.
"Udah ya dramanya. Kita harus berangkat nih. Acaranya mulai satu jam lagi,takut kejebak macet." Ujar Zee sambil meraih tangan Sassya,membantu gadis itu berdiri.
♡♡♡
Sementara itu di mansion Ghamata,keributan juga tengah terjadi. Sang pengantin pria yang tak lain adalah Aska baru saja membuat ulah.
Baju jas yang kemarin sudah di fitting di butik malah di rusak oleh Aska dengan cara di guntingi hingga bagian belakangnya bolong-bolong.
Akibat kejadian itu,nyonya Ghatama terpaksa harus memesan baju baru dan untungnya masih ada baju yang hampir mirip dengan baju yang Aska rusak.
Ya walaupun mungkin nanti baju itu tidak akan sama persis dengan warna baju pengantin kemarin,tak apalah tak ada akar rotan pun jadi.
Dan setelah drama panjang tadi,kini Aska sudah di dandan rapi dengan stelan jas yang membuat wajah tampannya memberenggut masam. Apalagi saat ia menatap wajah tak berdosa sang ibu,rasa-rasanya Aska ingin memblender wajah mommynya saat itu juga.
Bayangkan,dengan tak berdosanya. Mommy Aska meminta Aska mengganti pakaiannya di luar ruang ganti ataupun toilet,jadi terpaksalah Aska harus mengganti baju di depan mommynya. Itu semua di lakukan mommy Aska dengan alibi takut Aska berulah lagi.
"Mom,pakaian ku ini aneh. Bukan pakaian yang kemarin di fitting. Jadi batalin aja ya mom pernikahannya." Ujar Aska masih mencoba peruntungan sekali lagi.
__ADS_1
Nyonya Ghatama menatap putranya sinis.
"Kamu pikir mommy ini bodoh apa? Jangan kira dengan kamu menggunting-gunting baju pernikahan kamu,kamu bisa membatalkan semua rencana mommy. Tidak semudah itu Aska,kalau mommy sudah bertekad A maka semua orang termasuk daddy mu itu tidak akan berkutik. Jadi tidak usah banyak alasan lagi,sekarang pakai sepatu kamu dan kita keluar. Daddy kamu dan sopir sudah menunggu di mobil." Ujar nyonya Ghatama sambil meraih sepatu dan kaus kaki yang ada di lantai kemudian menghempaskannya ke bawah kaki Aska.
"Pakai cepat!!" Teriak nyonya Ghatama dengan raut emosi.
Dengan setengah malas-malasan,Aska meraih kaus kaki dan sepatu tersebut kemudian memasangkan ke kakinya.
"Sudah?" Tanya nyonya Ghatama lagi setelah melihat putranya berdiri.
Aska mendengus malas.
"Mommy tidak liat?" Tanyanya sambil melirik kakinya yang sudah terpasang sepatu.
Mommy Aska tampak tersenyum puas.
"Perfect Aska. Karena semuanya sudah,ayo kita berangkat." Ujar nyonya Ghatama sambil meraih lengan Aska.
Namum bukannya bergerak mengikuti mommynya,Aska malah menahan langkah kakinya sambil menatap sang mommy dengan polos.
"Mom? Memangnya kita mau kemana?" Tanya Aska dengan ekspresi bingungnya. Ia sekarang sedang akting menjadi pria amnesia.
"Bukk.." Nyonya Ghatama memukul pelan belakang kepala Aska dengan kepalan tangannya.
"Jangan bercanda Aska. Pernikahan akan di langsungkan satu jam lagi,tidak usah melakukan drama receh dan tidak berguna seperti ini." Ketus nyonya Ghatama sambil menarik paksa Aska agar mau mengikutinya.
Dengan langkah terseok-seok,Aska akhirnya terpaksa mengikuti nyonya Ghatama keluar kamar.
"Tamatlah riwayat ku..."
Batin Aska sambil menatap nanar sang ibu yang tampak tersenyum puas.
♡♡♡
Like vote komen...
Bab berikutnya jangan lupa berangkat kondangan,bawa sesajen..
__ADS_1
Eh salah bingkisan maksudnya,buat para manten baru di kios sebelah😂😂