Tautan Takdir

Tautan Takdir
Romantic Dinner


__ADS_3

Apartemen Chintiya...


Bunyi bel apartemen Chintiya mengalihkan perhatian gadis cantik yang kini tengah sibuk menata makanan di atas meja makannya.


Buru-buru ia melangkah ke pintu dan saat ia buka....


"Tara....."


Sebuket besar bunga mawar merah tampak menghadang pandangannya.


"Sayang!" Decaknya manja saat melihat surprise yang di berikan sang kekasih padanya.


Aska menurunkan buket bungan yang ia pegang ke depan dadanya.


"Suka tidak?" Tanya Aska sambil menyerahkan buket mawar tadi kepada Chintiya.


Chintiya mengangguk."Sangat suka."


"Kalau suka,beri hadiah juga dong padaku." Pinta Aska manja.


Chintiya mengangguk mengerti. Segera ia menarik Aska,membawanya masuk ke dalam dan setelahnya ia menutup pintu.


Setelah menutup pintu,ia segera melingkarkan satu tangannya ke pinggang Aska dan mencium lembut bibir Aska.


Aska menyambut antusias ciuman yang Chintiya beri,sekilas Aska melihat bayang-bayang wajah Sassya tampak marah padanya. Tanpa sadar tangan Aska mendorong tubuh Chintiya dengan kasar.


"Sayang!!" Bentak Chintiya emosi. Karena kegiatan romantisnya terganggu.


"Kenapa kamu mendorongku?" Tanya Chintiya dengan nada marah.


"Eh,sayang maaf." Ujar Aska sambil buru-buru menarik Chintiya ke dalam pelukannya dan mengusap-usap punggung gadis itu dengan rasa bersalah.


"Otakku yang cerdas,kenapa bisa-bisanya kau berkhianat. Jangan pikirkan gadis bodoh itu,ingat di depanmu ini adalah kekasihmu. Paham." Aska mensugesti dirinya dalam hati agar jangan mengingat Sassya.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Chintiya heran saat merasa perlakuan dan tingkah Aska yang tiba-tiba terasa aneh.


"Aku baik-baik saja. Hanya kelelahan." Gugup Aska sambil berusaha menghindari konfak mata dengan sang kekasih.


"Gimana kalau kita mulai dinnernya? Sudah di siapkan kan?" Tanya Aska mencoba mengalihkan perhatian Chintiya.


"Sudah." Jawab Chintiya dengan nada jutek sambil menelisik ke dalam mata Aska,mencoba mencari kebohongan yang mungkin di sembunyikan Aska di sana.


"Sayang,jangan menatapku seperti itu. Aku benar-benar hanya kelelahan. Apa kamu mengerti?"


"Aku mengerti! Tapi aku memang merasa kamu aneh akhir-akhir ini. Kemarin kamu mengabaikan pesan dan telepon ku,hari ini kamu mendorongku. Kenapa aku merasa kalau kamu sudah tidak sayang lagi padaku,atau jangan-jangan..."


"Stttss." Aska meletakknya telunjuknya di depan bibir Chintiya."Aku mencintai mu! Jangan berpikir macam-macam sayang,bahkan Sasa pun tidak bisa menggantikan posisimu."


"Sasa?" Bentak Chintiya geram."Kau punya nama panggilan untuk wanita jelek itu?"


"Eh,sayang. Bu...,bukan begitu,kenapa kamu jadi sangat sensitif. Siapa yang memberikannya nama panggilan? Namanya kan memang Sasa. Iyakan?"


Tanya Aska bertingkah seolah-olah ia tidak tau nama Sassya. Padahal jelas ia tau nama lengkap Sassya,tapi ia harus berbohong agar Chintiya tak salah paham.


"Sudahlah! Aku malas melihat muka mu lagi!!"


Chintiya membuang bunga yang di berikan Aska padanya tadi ke lantai dengan kasar. Setelah ia memilih berbalik hendak meninggalkan Aska,namun segera di tahan oleh Aska.


"Sayang,kenapa kita jadi ribut begini? Bukankah kamu ingin dinner romantis? Kenapa malah meributkan orang yang jelas-jelas tidak ada di sini. Apalagi orang itu tidak penting sama sekali."

__ADS_1


"Tidak penting? Tapi kamu memberikan nama panggilan untuknya. Kamu masih mau mengelak?"


"Aku tidak mengelak. Aku memang tidak tau namanya."


"Tidak tau? Atau pura-pura tidak tau?"


"Sayang..." Aska berucap dengan nada frustasi.


"Baiklah. Kali ini aku percaya kalau kamu memang tidak tau nama gadis jelek itu,dan akan aku beri tahu. Namanya Sassya! Sassya,ingat itu baik-baik. Aku tidak suka kamu memanggilnya Sasa,kamu seperti pria yang sedang memberinya nama panggilan tau!"


"Iya,iya,aku salah. Aku minta maaf." Ujar Aska mengalah.


Wajah Chintiya masih di tekuk membuat Aska harus berusaha mencari cara untuk menakhlukkan hati sang kekasih.


"Sayangku. Bagaimana kalau malam ini aku menjadi pria penurut?"


Aska memulai aksinya untuk membujuk Chintiya.


Chintiya menoleh dengan tatapan datarnya.


"Apa maksud kamu? Kamu mau menjebakku ya?"


"Sayang..kenapa lagi-lagi kau menuduhku tanpa alasan yang jelas?"


"Aku begini juga karena kelakuanmu!" Bentak Chintiya lagi.


Aska hampir frustasi dengan kelakuan Chintiya malam ini. Gadis itu benar-benar berubah drastis,biasanya membujuk Chintiya tidak sesulit ini. Hanya perlu di beri pelukan dan kata-kata romantis,gadis itu langsung luluh. Tapi malam ini dia berubah jadi thanos.


"Aska! Bisakah kau keluar?" Tanya Chintiya dengan nada marah.


Aska makin bingung melihat tingkah laku pacarnya itu."Sayang,kau kenapa lagi? Aku membuat salah apa lagi?"


"Huek.." Chintiya mendadak muntah di hadapan Aska membuat laki-laki kebingungan.


"Sayang,kau kenapa?" Aska mencoba mendekat dan menyentuh dahi Chintiya untuk mengecek suhu badan gadis itu.


Namun baru saja tangannya menyentuh sedikit permukaan kulit Chintiya,tangan Aska langsung di tepis.


"Jangan menyentuh ku,aku jijik!" Seru Chintiya dengan raut wajah menahan mual.


"Sayang,kau kenapa sih?"


Aska makin frustasi melihat kelakuan sang kekasih. Namun bukannya menjawab Chintiya malah bangkit dan lari ke kamarnya.


"Brakk."


Aska terlonjak kaget saat Chintiya membanting pintu kamarnya dengan keras. Buru-buru ia mengambil tisu yang ada di meja makan dan mulai membersihkan bekas muntahan sang kekasih.


Setelah selesai membersihkan bekas muntahan Chintiya,pria itu langsung menghampiri kamar Chintiya dan mencoba membujuk sang pacar agar mau membuka pintu.


"Tok...tok..tok..."


"Sayang...bisa kita bicara sebentar?"


Tak ada jawaban dari dalam sana. Membuat Aska panik,ia khawatir Chintiya pingsan.


"Sayang!! Jawab aku!! Kamu kenapa?"


"Sayang? Chintiya!!"

__ADS_1


"Buka pintunya! Atau aku dobrak!"


"Bruk.. Bruk... Bruk..."


Aska mulai menubrukkan tubuhnya ke pintu kamar Chintiya,mencoba mendobrak karena khawatir dengan keadaan sang kekasih.


"Aska hentikan!!" Teriak Chintiya dari dalam kamarnya.


Aska menghentikan aksinya dengan segera,selain bahunya yang mulai terasa kebas. Ia juga lega karena Chintiya mau menjawab dan artinya Chintiya tidak kenapa-napa.


"Sayang,bisa buka pintunya sekarang?"


"Tidak mau! Aku mual melihat wajahmu!" Teriak Chintiya dari dalam kamar.


"Mual kenapa? Memangnya kamu masuk angin? Mau aku buatkan susu jahe?"


"Tidak! Aku mual kalau aku melihat wajahmu."


Aska menggaruk-garuk kepala nya dengan raut wajah heran.


"Memangnya kenapa dengan wajahku? Apa ada kotoran?" Tanya Aska konyol.


Di dalam Chintiya menggeleng kuat. Ia juga heran dengan gejolak rasa aneh yang saat ini ada dalam tubuhnya.


"Aku kenapa sih?" Batin Chintiya heran.


Matanya menoleh ke sana kemari dan tanpa sengaja menatap foto Aska yang ada di atas nakasnya.


Mendadak rasa mual kembali menyerang lambungnya.


"Hu..gg.."


Chintiya menyumpal mulutnya agar ia jangan sampai mengotori lantai kamarnya dengan muntahan.


Sambil menahan rasa mualnya,Chintiya membuka salah satu sendal rumahannya dan membuka pintu dengan kasar di mana Aska yang berada di depan pintu sampai kaget di buatnya.


"Aska keluar kau dari apartemenku sekarang juga!!"


Chintiya melemparkan salah satu sendalnya dan telak menimpuk wajah Aska.


"Keluar atau aku akan membunuhmu!!"


♡♡♡


Otor : Kenapa mak lampir?


Readers : Kenapa emangnya thor?


Otor : Nganu guys! Gue bisikin ( jchldiyx485834a7ftpxex5us2u5eftzhfhk) gitu guys...


Readers : Oooooo. Ngokeh thor👌


♡♡♡


Guys sambil nunggu aku up...


Belok dulu lah ke novel temen author satu ini...


__ADS_1


__ADS_2