Tautan Takdir

Tautan Takdir
Ngidam ? Atau Modus?


__ADS_3

Zee di buat pusing tujuh keliling atas laporan yang baru saja ia dengar dari teman-temannya di mansion Dark Night. Ia baru sampai di rumahnya saat Andreas dan Rafa menghubunginya dan memberitahu kalau Sassya pingsan.


Parahnya bukan kejadian pingsanya Sassya yang membuat Zee pusing. Tapi keinginan yang Sassya katakan beberapa saat setelah ia sadar dari pingsannya tadi yang membuat Zee pusing.


Sassya ingin melihat keadaan Aska. Katanya ia khawatir saat melihat ayah dari anaknya di pukuli habis-habisan. Parahnya ia juga mengataskan namakan hal itu sebagai bagian dari ngidam.


Bodohnya lagi Sassya sampai mengancam akan melakukan aksi mogok makan jika keinginannya tidak di turuti.


Jadi masih dengan tubuh lelahnya sehabis pulang kerja,Zee terpaksa harus kembali menyetir untuk mendatangi Sassya di Mansion Dark Night.


Dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit dengan kecepatan di atas rata-rata. Zee pun akhirnya tiba di Markas.


♡♡♡


"Mana dia?"  Tanya Zee pada Rafa yang kebetulan membukakan pintu untuknya.


Rafa tak menjawab tapi memberi kode lewat gerakan kepalanya yang di arahkan ke kamar Sassya.


Zee menghela napas berat. Ia yakin pasti sudah terjadi sesuatu yang ajaib,karena bisa di lihat dari tampilan wajah Rafa yang kusut bak benang belum di setrika.


Dengan langkah berat Zee mengayunkan kaki nya menuju kamar tempat sang adik.


"Ceklek." Zee membuka pintu dengan perlahan. Dan...


"Astaga Sassya!!" Teriak Zee dengan raut wajah shock nan kaku miliknya.


Wah...,ia sungguh tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa untuk menanggapi kekonyolan yang Sassya buat.


Di dalam kamar Sassya kini ada jejeran steak yang mungkin di buatkan oleh anak Dark Night untuknya,dan permasalahannya. Steak-steak itu ia gunakan untuk memberi makanan anjing peliharaan milik Zee yang selama ini Zee tinggal di Markas.


"Alamak,bangkrut dah gue kalau gini ceritanya." Batin Zee menangis meratapi deretan steak yang terbuat dari daging sapi berkualitas tersebut.


Sassya masih belum bereaksi atas kedatangan Zee membuat Zee harus berkali-kali menghela napas dan akhirnya menurunkan si ego untuk memanggil Sassya dengan nada paling lembut,selembut yang ia bisa.

__ADS_1


"Sya.." panggil Zee sambil berjalan pelan-pelan memasuki kamar Sassya yang kini sudah di sulap dengan tema merah muda di mana dindingnya juga tampak di hiasi oleh stiker hati dan juga kupu-kupu yang membuat Zee agak ngeri.


"Sya. Kenapa steak buat lo malah di kasih ke doggy?" Tanya Zee lagi,masih dengan nada selembut bulu domba.


Sassya melengos. Membuang muka tak mau menatap wajah Zee barang sedetik pun.


Zee tidak menyerah. Ia kembali bertanya."Emangnya lo gak laper? Kasian loh anak yang ada di perut lo,dia jadi ikut-ikutan laper karena bundanya ngambek."


"Mommy tau bukan bunda!" Bentak Sassya buka suara namun masih dengan posisi membuang muka.


"Oke,mommy. Jadi..."


Belum selesai Zee berbicara,Sassya sudah lebih dulu ngegas layaknya tabung elpiji.


"Bisa gak sih Zee! Teman-teman lo itu di bilangin biar punya hati nurani,su..suami gue di... di pukulin sampe pingsan tau." Sassya berkata dengan bahasa tersendat-sendat karena menangis.


Zee menepuk jidatnya tak habis pikir dengan kelakukan Sassya.


"Ya kalau soal itu mah gue udah tau. Terus masalahnya di mana? Dia kan emang salah. Lagian anak-anak udah ngelarang dia masuk,gue juga udah peringatin dia supaya jangan ke sini. Tapi buktinya dia diam-diam ke sini dan dengan lancangnya maksa masuk,wajah dong kalau..."


"Lo juga gak punya hati huaa....,p..padahal Aska niatnya baik. Dia mau jenguk gue tau! Gue kan istrinya." Sassya tak mau kalah,masih tetap pada pendiriannya.


Sungguh Zee ingin sekali menepuk jidatnya berkali-kali. Ia frustasi.


"Lo gimana sih? Kan kemarin elo yang mati-matian kabur dari Aska,katanya gak mau Aska sampai tau lo hamil. Kok sekarang kesannya kayak lo mau balik ke Aska sih?" Tanya Zee masih berusaha memasang nada lembut.


"Jangan pake urat." Batin Zee.


"Tapi sekarang dia udah tahu gue hamil dan dia gak kenapa-kenapa kok. Gak marah juga,t...tuan Aska malah bilang kalau ini anak aku sama dia." Jelas Sassya kekeh.


Zee menatap Sassya malas."Aska ngomong gitu?"


"I..iya."

__ADS_1


"Emang lo yakin dia ngomongnya dari hati? Kalau ternyata itu cuman akal-akalan aska gimana? Bisa jadi kan dia ngomong kayak gitu buat narik simpati lo,ntar lo masuk perangkap dia,ikut dia pulang,pas udah di rumah sana,dia bakalan kasih arsenik buat bunuh lo sekaligus anak lo,terus dia jadi duda dan nikah deh sama Chintiya. Dan lo gak bisa nuntut karena lo udah dead..."


Zee menakut-nakuti Sassya dengan ide psikopat andalannya.


"L..lo nyindir gue ya? D..dulu kan mama pake racun arsenik buat.."


"Sttss. Ngomong apa sih lo? Kok jadi ke nyindir,gue cuma ngebayangin tau! Jangan di kaitkan sama masa lalu,gue udah lupain kejadian itu."


"Lo ngebayangin? Berati yang mau gue dead itu lo bukannya tuan Aska. Hua...,lo ternyata jahat juga."


Kali ini stok kesabaran Zee habis. Ia menyentil kening Sassya dengan kuat hingga wanita itu kembali menangis kencang.


"Lo hamil kok jadi tambah rempong ya? Perasaan mama Diana pas hamil adik gue gak serempong lo deh. Mending lo makan nih,biar otaknya gak geser." Zee menyodorkan piring isi steak yang malah membuat Sassya makin berang.


"Itu bekas anjing tau!!" Geram Sassya dengan tatapan membunuh. Bisa-bisanya Zee menyodorkan piring berisi sisa steak yang tadi sudah di makan setengah oleh anjing.


Zee menyengir kuda."Sorry Sya. Khilaf gue,makanya jangan bikin gue emosi. Lo kan tau kalau gue capek habis kerja,belum juga nyampe rumah gue udah dapet telepon kalau lo mogok makan,gue sebenarnya gak khawatir-khawatir amat sama lo. Tapi gue khawatirnya sama bayi di perut lo." Ujar Zee lemah lembut sambil mengusap perut Sassya yang masih terbilang rata.


"Kasian dia punya emak modelan begini." Sambung Zee dalam hati sambil memasang wajah ala singa nyengir.


"Gue suruh anak-anak bikinin lo salad ya." Ujar Zee sambil beranjak dari tempatnya,mengambil piring-piring kotor kemudian berdiri dan membawanya keluar kamar.


Belum juga kaki sebelah Zee keluar pintu,Sassya kembali berteriak.


"Pokoknya gue gak mau makan kalau gak di suapin tuan Aska!!!"


♡♡♡


Otor : Gabutzzzz guyss😂😂😂


Maaf ya ngalor ngidol kagak ada benernya.


Maklum lagi sakit,kemarin sore tuh aku dinyatakan terkena tipes dan maag ku kambuh. Puji Tuhan masih idup. (Maksudnya gak sampe di infus)

__ADS_1


(Soalnya aing takut di tusuk.)


Dan sekarang sedang berusaha sembuh dengan cara tidak meminum obat. Oke terimaksih untuk yang setia membaca. Sekian terima Like vote komen...


__ADS_2