
Sudah seharian ini Aska uring-uringan tidak jelas. Tadi setibanya di rumah,ia di kejutkan oleh fakta menghilangnya sang istri. Parahnya lagi,saat penghuni rumahnya di tanyai. Tak ada satupun dari mereka yang tau. Bahkan CCTV di rumahnya tak memberikan petunjuk apapun karena semua cctv ternyata dimatikan.
"Sialan!! Kemana lagi aku harus mencari Sasa."
Batin Aska khawatir.
Pikiran berkecamuk,bahkan ia sampai mengabaikan puluhan panggilan dari sang pacar. Pesan-pesan yang Chintiya kirimkan pun hanya ia buka tanpa ia balas. Tidak tau kenapa,hatinya terus tertuju pada sosok Sassya sore ini. Seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya saat tidak melihat keberadaan Sassya.
"Tidak mungkin kan dia pergi ke rumah mamanya. Aku sangat yakin dia tidak akan tega mengatakan pada mamanya jika pernikahan kami hanya pura-pura. Tapi dia lari kemana?"
"Orang-orang di rumah juga! Kenapa begitu bodoh,kenapa sampai tidak tahu kemana Sasa pergi!"
"Cih!!"
"Bug...bug....bug..."
Aska memukuli kemudi mobil dengan kencang. Saking emosinya,pria itu sampai tak sadar jika kelopak matanya berair. Ia menangis hanya karena memikirkan Sassya.
"Ada apa denganmu Aska. Kenapa kamu seresah ini." Batinnya sambil mengusap kasar air mata bodoh yang berani-beraninya terjun tanpa izin.
"Alex! Aku harus menghubungi Alex,dia harus menemukan Sasa. Dia pasti bisa,dia harus membantuku menemukan Sasa secepatnya."
Aska bak orang kesurupan,menjalankan mobil ke tempat yang lebih sepi dan memarkirkannya ke tepi jalan. Setelah ia ia mencari keberadaan ponselnya di dashboard dan langsung menghubungi Alex begitu ponselnya di temukan.
"Halo."
"..."
"Alex,Sasa hilang. Dia pergi,a...aku mau kau membantuku mencarinya detik ini juga.
"..."
"Dia istriku bodoh!! Sasa itu Sassya,nona mudamu."
"..."
"Aku tidak tahu. Jika aku tahu,aku tidak akan meminta bantuanmu."
"..."
"Tidak mungkin! Dia tidak akan berani membeberkan permasalahan kami pada mamanya. Apalagi pada orangtuaku,sangat tidak mungkin."
"..."
"Kenapa kau jadi secerewet ini? Bisa tidak kau cari dulu keberadaan istriku? Urusan orangtuaku itu tanggung jawabku,kau cari saja dulu keberadaan istriku. Aku beri kau waktu dua hari. Jika dalam dua hari,kau tidak berhasil menemukan Sasa. Aku akan memecatmu. Mengerti!!"
"..."
Telepon terputus.
Aska menghempaskan ponselnya ke dashboard dengan kasar. Otaknya serasa mau pecah karena memikirkan banyak hal,memikirkan di mana keberadaan Sassya,memikirkan bagaimana jika orangtuanya tau? Memikirkan hal apa yang harus ia jelaskan pada Melissa dan masih banyak lagi.
__ADS_1
"Arghh!! Kenapa jadi sekacau ini!!" Teriak Aska frustasi.
"Brumm!!"
Pria itu kembali menginjak pedal gas dengan sekuat tenaga,bahkan kecepatan mobilnya sudah melebihi angin. Intinya sepanjang malam ini,ia hanya ingin berada di jalanan.
Meluapkan emosinya sekaligus berusaha mencari keberadaan Sassya.
♡♡♡
"Nona Sassya pergi dari rumah? Kenapa aku merasa sudah terjadi sesuatu pada nona Sassya? Apa jangan-jangan obatnya berhasil?"
Alex yang saat ini tengah berada di jalan tampak menimbang-nimbang ucapan Aska dengan monolognya.
Berita Sassya yang menghilang dari rumah secara tiba-tiba membuatnya curiga jika rencana yang kemarin ia susun sudah terjadi. Tapi sepertinya kali ini rencananya di rombak oleh Sassya dan sepertinya Alex harus menghubungi seseorang untuk membantunya.
Pria berusia dua puluh delapan tahun itu segera mencari ponselnya dan mulai menghubungi patner in crimenya.
"Selamat malam. Nona Sandra."
Sapa Alex sopan pada rekan kerjasamanya yang tak lain adalah Sandra Amelia Guanna.
"Malam Alex. Kenapa lagi dengan Sassya?"
Tanya Sandra to the poin.
Ia tahu jika Alex menghubunginya,masalahnya pasti tak jauh-jauh dari saudara Zee satu itu. Siapa lagi kalau bukan Sassya Bellvara.
"Anda sudah tau rupanya. Jadi begini nona Sandra,barusan tuan Aska menelpon saya. Katanya nona Sassya kabur dari rumah,saya menduga kepergian nona Sassya yang mendadak ada hubungannya dengan obat pencegah kehamilan yang sudah kita sabotase waktu itu. Bagaimana menurut nona?"
"Ah,lagi-lagi anda berhasil menebak. Nona Sandra benar,entah kenapa saya punya feeling jika nona Sassya masih berada di ibu kota. Mungkin bersama nona Michelle,nona kan tau jika nona Michelle punya keahlian menemukan orang bahkan di lubang tungau sekalipun."
"Kau benar Alex,Zee memang paling ahli dalam hal melacak orang. Tapi sepertinya kau lupa,Zee hanya melakukan itu jika ia ingin dan sayangnya beberapa bulan lalu hubungan Zee dan Sassya merenggang. Aku ingatkan jika kau lupa. Jadi aku tidak yakin jika Sassya ada bersama Zee."
"Tapi nona Sandra,tidak bisakah anda memastikannya dulu. Entah kenapa saya begitu yakin jika nona Sassya ada bersama nona Michelle."
"Baiklah kalau begitu,aku akan mencoba mencari tau nanti."
"Terimakasih nona Sandra,sekali lagi saya mohon bantuan anda. Anda tau kan jika nona Sassya adalah gadis yang berati bagi saya."
"Aku tau. Dasar bucin!!"
Umpat Sandra kesal,karena Alex seperti tengah memamerkan kisah percintaannya yang miris.
"Baiklah nona. Kalau begitu selamat sore. Maaf sudah menganggu aktivitas anda."
"Hm.."
♡♡♡
Sandra tampak menghembuskan napasnya dengan kasar. Lagi-lagi sesuatu yang berhubungan dengan Sassya selalu merepotkannya. Mau tak mau gadis itu harus menghubungi atasannya yang menyebalkan itu.
__ADS_1
"Drttt..."
Ponsel yang masih berada di tangan Sandra kembali berbunyi membuat atensi gadis itu teralihkan. Di lihatnya nama pemanggil dan senyum kecut langsung terbit di wajahnya saat melihat siapa yang menelpon.
"Ini nih yang di namakan pucuk di cinta ulam pun tiba." Serunya lesu.
"Halo Zee!" Sapanya pada sang pemanggil dengan nada dan raut wajah malas.
Zee yang tengah melakukan vidio call tampak menatap Sandra heran. "Wajah lo biasa aja dong. Perasaan gue belum ngomong apa-apa,kenapa lo langsung jutek?"
"Gak papa."
"Oh.."
"Eh sand,gue ada tugas nih buat lo." Seru Zee lagi.
Sandra memutar bola matanya malas."Udah ketebak. Gak usah basa-basi bisa gak sih?" Batinnya.
Namun tetap saja Sandra menjawab."Tugas paan?"
"Besok,suruh orang kirimin susu hamil terbaik buat stok sembilan bulanan,kalau perlu tokonya juga di beli,terus suruh Zergan buat nyariin dokter kandungan di rumah sakit milik keluarga Ivander,sekalian sama perawatnya. Sewain satu ahli gizi yang siap datang kapan pun setiap gue perlu. Buat dokter sama perawatnya cari yang sekiranya bisa gue pakai selama sembilan bulan sebagai aset pribadi. Bisakan?"
Perintah Zee tak main-main,bahkan mampu membuat mata Sandra kunang-kunang.
Panjang kali lebar woi!!
"Gak kurang banyak neng?"
"Gak. Segitu aja."
"Lo nyari dokter kandungan buat apaan? Nyokap lo punya adek lagi? Emang bisa? Kan rahimnya udah di angkat."
"Buat Sassya!"
"Hah?"
"Gimana? Gimana?" Batin Sandra sedikit shock."Ini takdir apa kebetulan sih? Gue kan tadi mau bahas masalah Sassya,lah dia malah bilang sendiri. Anjir!! Dewi fortuna emang paling the best deh sama gue." Batin Sandra dengan wajah cerah.
Memang siapa yang menyangka urusannya mencari keberadaan Sassya bisa segampang ini.
"Oke Zee. Gue bakalan cari semua yang lo mau dalam semalam. Malam ini gue bakalan kerjain semua perintah lo dan besok gue jamin semua permintaan sudah tiba di tempat semestinya. Eh btw mereka gue kirim kemana? Mustahil rumah lo kan?"
"Ya enggaklah. Gila aja lo,kirim ke markas."
"Keysip!!"
Sandra mengangguk hormat dengan wajah gembira. Ini adalah tugas termudah yang pernah ia kerjakan.
♡♡♡
Like vote komen....
__ADS_1
Sambil nunggu aku up...mampir dulu ya ke novel temenku ya...