Tautan Takdir

Tautan Takdir
Menggugurkan


__ADS_3

Sinar matahari yang menembus lapisan gorden tampak berhasil mengusik tidur tak nyenyak seorang pria yang baru saja terlelap beberapa jam yang.


"Eughh..." Lenguhan terdengar dari bibirnya ketika silau sang surya berhasil mengusik alam bawah sadarnya.


"Jam berapa ini?" Gumamnya dengan suara serak,ciri khas orang baru bangun tidur.


Kedua matanya perlahan terbuka,walau masih dengan dahi berkerut-kerut menahan pusing dan kantuk yang terasa menyerang syaraf matanya,pria itu tetsp berusaha bangun.


Ketika kesadarannya sudah pulih sepenuhnya, juga nyawanya yang tadi bertebaran kini akhirnya terkumpul. Dengan kondisi yang acak-acakan pria itu bisa merasakan  seluruh badannya terasa pegal.


Ternyata semalam ia terlelap di atas kursi kerjanya dalam posisi kepala telungkup di atas meja kerjanya. Pantasan saja kepalanya pusing,lehernya kebas dan punggungnya juga terasa encok.


"Sial,sial,sial dan sial! Sudah tiga hari ini tidur ku tidak nyenyak karena kepergian gadis bodoh itu. Kemana lagi aku harus mencarinya, kenapa juga pikiran dan otak ku tidak bisa berhenti memikirkan wanita bodoh itu? Ada apa denganku?"


Aska mengusap wajahnya frustasi. "Jika begini terus,bisa di pastikan aku akan menjadi salah satu pasien di rumah sakit jiwa."


"Tidak,tidak,tidak boleh begini. Aku harus segera mencari keberadaan gadis bodoh itu. Aku harus menemukannya,membawanya pulang dan menghukumnya karena sudah berani kabur dan membuatku hampir gila. Dasar gadis kurang ajar!"


Aska mengumpat sambil mengambil sendalnya yang sudah terlepas di bawah meja kerjanya dan mengenakannya. Setelah itu ia beranjak keluar dari ruang kerjanya untuk bersiap ke kantor.


Ia harus menyelesaikan pekerjaannya secepatnya hari ini dan setelahnya ia akan melanjutkan misinya mencari keberadaan wanita yang ia sebut bodoh namun selalu ia khawatirkan itu.


Sampai di kamar,Aska langsung menuju ke kamar mandi dan melakukan kegiatan mandinya dengan cepat. Usai mandi,ia bergegas ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Semenjak tak ada Sassya,ia jadi harus kembali menyiapkan segala kebutuhannya sendiri.


"Beginilah nasib menjadi bujangan." Batin Aska.


"Tuk.."


Sebuah benda tak asing jatuh tepat mengenai jempol kakinya bersamaan dengan kemeja putih yang barusan Aska tarik.


Dengan setengah berjongkok,Aska mengambil benda tersebut dan matanya langsung membulat sempurna.


"Alat tes kehamilan?" Gumamnya lirih hingga nyaris berbisik.


Aska langsung menarik semua bajunya yang berada di dalam lemari tersebut menbuat isinya berserakan di lantai. Matanya kembali membulat saat melihat ada dua buah alat ted kehamilan lagi yang kini berada di lantai. Jatuh bersama dengan tumpukkan bajunya,ada selembar kertas juga yang tampakknya adalah sebuah surat terlipat di sana.


Aska mengambil surat tersebut dan mulai membacanya.


...Dear Tuan Sky Aska Ghatama...

__ADS_1


...Saat tuan menemukan surat ini,kemungkinan saya sudah tidak berada di sini. ...


...Tuan jangan marah ya,saya tau saya sudah melakukan sebuah kesalahan. Tuan melarang saya hamil namun ternyata takdir berkata lain,saya tidak pernah melewatkan satu buah pun pil kontrasepsi yang tuan beri....


...Namun seperti ada makhluk yang tetap ingin tumbun di rahim saya walau sudah saya cegah. Karena tuan pernah berkata bahwa tuan tidak mau ada keturunan tuan yang lahir dari rahim saya,maka saya memutuskan untuk membawa anak ini pergi....


...Maaf kalau saya lancang,tapi sebagai ibunya. Saya tidak tega dan tidak ingin kehilangan makhluk tak berdosa yang sudah Tuhan titipkan pada saya....


...Oh iya tuan,satu lagi. Ada fakta yang harus tuan tau dan mungkin fakta ini terdengar cukup konyol.  Aku mencintai mu tuan Aska. Wah apa ini membuatmu terkejut? Tapi sepertinya tidak,mana mungkin tuan terkejut,aku kan hanya gadis biasa yang bahkan tidak sebanding dengan nona Chintiya....


...Tapi tuan tenang saja,tuan tidak perlu memikirkan apapun. Tuan tidak perlu memikirkan perasaanku,memikirkan anak yang ada di dalam kandunganku,atau apapun. Aku janji aku akan baik-baik saja....


...Aku akan menjaga buah hati kita dengan baik tanpa melibatkan tuan. Tuan tidak perlu merasa harus bertanggung jawab karena ini murni kesalahanku. Dan karena aku yang salah,maka aku lah yang akan bertanggung jawab untuk membesarkannya....


...Oh ya,Tuan Aska. Selamat ya,tuan akhirnya menjadi calon ayah. Ya walaupun aku tak yakin tuan mau mengakuinya,tapi aku tetap ingin mengucapkan selamat....


...Selamat juga untuk hubungan tuan dan Chintiya,karena aku sudah tidak ada. Tidak ada salahnya jika tuan mencari pengganti. Nanti aku akan memberitahu mama dan ibu mertua. Tuan tenang saja,mereka akan paham jika hubungan kita memang tidak bisa di paksakan....


...Tuan bisa menceraikan ku tanpa perlu melakukan pertimbanhan apapun,aku janji tidak akan mengusik tuan sampai kapanpun. ...


...Terimakasih untuk bantuan yang pernah tuan beri....


...~Sassya Bellvara~...


♡♡♡


"Dasar gadis bodoh!!" Umpat Aska dengan perasaan tak karuan.


Antara marah,benci,kesal,kecewa,khawatir rasanya melebur menjadi satu. Namun di antara semua rasa itu,ada setitik rasa yang bergejolak di dalam dirinya.


"Aku akan menjadi Daddy?" Gumam Aska dengan nada tak percaya.


"Oh tidak bisa. Akan kacau jika aku sampai punya anak dengan gadis bodoh itu.


"Aku akan mencarinya dan menyuruhnya menggugurkan anak itu,dia tidak boleh hamil karena jika ia sampai hamil dan orangtua ku tau. Aku akan semakin sulit melepaskan statusku dengannya."


"Sekarang dia berkata tidak akan meminta tanggung jawab,tapi nanti? Siapa yang tau? Aku tidak mau ambil resiko,pokoknya aku harus menemukannya dan menggugurkan anak itu."


Tekad Aska bulat. Pria kurang ajar itu segera merapikan penampilannya dan berangkat ke kantor,secepatnya ia harus menemui Alex. Pria itu harusnya sudah menemukan di mana keberadaan Sassya.

__ADS_1


♡♡♡


"Alex,temui aku di ruanganku."


Suruh Aska lewat teleponnya begitu ia sampai di kantor.


Beberapa menit setelahnya,Alex masuk ke dalam ruangan Aska dengan ekspresi datarnya.


"Tuan mau menanyakan tentang keberadaan nona Sassya lagi?" Tanya Alex to the point. Karena jika Aska memanggilnya mendadak maka tak jauh-jauh masalahnya pasti berhubungan dengan menghilangnya sang istri yang beberapa hari ini membuat tuannya setengah gila.


Aska mengangguk."Apa lagi memang? Jadi bagaimana? Apa anak buahmu yang kata mu becus itu sudah berhasil menemukan wanita bodoh itu?"


"Tuan saya..."


"To the point saja!"


"Baiklah,saya rasa tuan harusnya bisa menebak ke mana perginya nona Sassya jika sampai saat ini saya belum berhasil membawanya."


"Maksudmu?"


"Nona Michelle. Satu clue yang harusnya sudah tuan sadari sedari awal. Lagi pula seharusny tuan tidak meremehkan nona Sassya,apalagi setelah tuan tau jika nona Sassya adalah adik dari nona Michelle."


"Menghadapi nona Sassya mungkin mudah bagi tuan. Tapi sayangnya sekarang ada nona Michelle di belakangnya,nona Michelle bukanlah nona Sassya."


"Nona Sassya bisa tuan atur,tapi nona Michelle tidak. Satu langkah anda maju,sepuluh serangan akan nona Michelle lancarkan. Seharusnya anda memperhitungkan hal ini dari awal. Tuan Sky Aska Ghatama."


♡♡♡


Otor : Gimana?


Readers : Masih edisi macet ya thor?


Otor : Gitu deh,otak gue udah kayak toilet tau. Sumbat bangett😂😂😂


Readers : Kudu di sedot gak sih thor?


Otor : Kayaknya...😒😒


Sambil nunggu otor up bab baru...mampir ya guys ke novel temen otor...sinopsisnya ada di bawah sini👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2