
Jangan lupa baca pengumuman di akhir bab!!
♡♡♡
Sehari berlalu. Di sebuah kamar rumah sakit,tepatnya di dalam sebuah ruang VVIP. Seorang pria tampak mengeliat sambil mengeluarkan ringisan beberapa kali saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Ia ingin menoleh,namun sebuah gips yang terpasang di lehernya membuat pergerakannya terhambat.
"Sudah sadar tuan Sky Aska Ghatama?"
Terdengar sapaan dingin yang sangat Aska kenal membuat matanya membulat. Ingin sekali rasanya ia menoleh memalingkan wajahnya ke arah lain agar tak bersitatap dengan mata elang satu itu.
"Bagaimana keadaan mu?"
"A..aku....seperti yang anda liat. Harusnya anda tidak perlu bertanya,karena anda tau pasti bagaimana keadaan saya."
"Ha..ha..,aku hanya basa-basi tuan Aska. Lagi pula,kau harusnya berterimakasih karena aku masih baik padamu."
"Nona Michelle. Saya sangat berterima kasih karena sudah mau membawa saya ke rumah sakit. Saya tau jika bukan karena anda, mungkin saya sudah tidak ada saat ini." Ujar Aska dengan raut sinis. Jelas ucapannya hanyalah cibiran.
Lagipula jika di pikir sampai seratus kali pun,tidak akan ada orang yang mau berterimakasih setelah di pukuli hingga masuk rumah. Hanya orang gila yang mau melakukan itu. Dan orang gilanya adalah Aska.
"Aku sangat tersanjung. Adik ipar!" Ledek Zee sambil terkekeh kecil.
Aska menghela napas pendek."Nona Michelle,aku benar-benar tidak menyangka kalau anda ternyata benar-benar kakak dari wanita bod..."
"Kau mau mati?"
"Maksudku Sassya."
"Kau dengar tuan Aska,hubungan ku dan Sassya mungkin sudah tak seresmi dulu. Aku tidak tahu apakah kau tau masalalu Sassya atau tidak,tapi satu hal yang harus kau tau. Aku dan Sassya tumbuh besar bersama-sama dan tinggal di tempat yang sama selama bertahun-tahun. Apapun masalah dan masa lalu kami,itu tidak akan menghapus kenyataan kalau kami pernah menjadi kakak adik. So,apapun yang terjadi pada Sassya di saat dia membutuhkan sesuatu. Sebagai kakak,aku tidak akan tinggal diam."
Zee menjeda ucapannya sejenak,kemudian berjalan ke arah jendela. Cukup lama ia melihat pemandangan dari atas gedung berlantai lima itu.
Setelah memantapkan hatinya,barulah Zee betjalan kembali ke dekat brankar Aska.
__ADS_1
"Aska. Sebagai kakak dari Sassya,aku meminta baik-baik padamu. Ceraikan adikku. Aku akan berbicara pada orangtuamu. Hari ini juga jika perlu,aku..."
"Aku tidak akan melakukannua nona Michelle. Kau boleh memukuli ku lagi,bahkan jika perlu kau bunuh saja aku!!" Potong Aska cepat.
Zee menatap Aska bingung."Kenapa? Kau tidak pernah menyukainya. Untuk apa mempertahankannya? Kau tidak akan bilang jika kau menyukai adikku kan? Jangan bercanda Aska,itu tidak lucu."
"Aku memang tidak mencintainya. Tapi aku mencintai kedua orangtuaku. Aku tidak mau membuat orangtuaku,terutama mommy ku. Dia akan stress saat tau aku masih berhubungan dengan Chintiya dan memanfaatkan Sassya sebagai tameng.."
"Lalu kau mengorbankan Sassya? Begitu?"
"Hanya satu tahun. Lagipula itu sudah perjanjiannya dan Sassya pun setuju. Salahnya yang memilih untuk tanda tangan,lagipula Sassya sudah tau konsekuensinya dan dia tidak keberatan." Jawab Aska tak tau diri.
Zee tertawa kecil. "Tuan Aska yang terhormat. Aku tidak tau harus menyebutmu pintar atau bodoh. Tapi satu hal yang haru kau tau,Sassya melakukan semua itu karena kepepet. Aku akui Sassya bodoh karena memilih meminta bantuan pada orang lain ketimbang aku kakaknya,tapi satu hal yang harus kau tau. Aku sudah mengetahui semua ini,jauh sebelum aku menemui di sini. Lepaskan Sassya,aku akan mengganti semua kerugian yang Sassya buat,semua biaya yang kau keluarkan untuknya,bila perlu aku akan melanjutkan kerja sama perusahaan kita yang kemarin sempat batal. Bagaimana?"
"Saya menolak tawaran anda. Jika anda memang mau saya melepaskan adik anda. Bicaralah langsung padanya,jika dia setuju maka aku akan melepaskannya. Tapi jika dia tidak setuju,maka aku minta padamu agar jangan ikut campur lagi dengan urusanku. Bagaimana?" Tanya Aska menantang.
"Nyali mu besar juga tuan Aska. Aku kagum padamu,walau hampir meregang nyawa. Kau masih punya nyali melawanku."
"Saya hanya memberi penawaran tentang hal yang memang pantas saya tawarkan. Jika anda mau menyangkutkan masalah ini dengan bisnis,maka saya berhak memberikan penawaran. Anggap saja ini negoisasi. Bagaimana?"
"Baiklah. Jika itu maumu,aku akan berbicara dengan Sassya hari ini juga. Ku pastikan besok surat perceraian sudah datang ke sini dan kau tinggal menandatanginya."
"Aku akan pulang. Nanti perawat akan datang mengantarkan kau obat sekaligus memindahkan kekasihmu ke sini. Nikmatilah waktu berdua kalian di sini. Semoga menyenangkan."
Zee keluar dengan senyuman puas setelah mengatakan itu. Di sisi lain,raut wajah Aska langsung berubah pias. Saking asiknya mempropokasi Zee,ia sampai lupa pada Chintiya.
"Dasar siluman!!" Umpat Aska.
♡♡♡
"Cerai??" Sassya menatap Zee dengan raut wajah tak percaya.
Zee mengangguk yakin. Setelah keluar dari ruangan Aska,Zee kembali ke ruangan Sassya dan langsung memberitahukan tentang pembicaraannya dan Aska di ruang VVIP tadi.
"Gue bakalan ganti semua kerugian Aska. Gue juga bakalan lanjutin kerja sama antara perusahaan Ghatama Group dan William. Corp. Gue udah pertimbangin semuanya Sya. Lo gak usah khawatir."
__ADS_1
"Lo belum pertimbangin semuanya Zee!!" Bentak Sassya marah.
Zee menatap Sassya heran."Apa maksud lo?"
"Maksud gue?" Sassya menyandarkan badannya di headbord dan menatap Zee dalam-dalam.
"Lo harusnya mikir gimana reaksinya mama saat tau kalau gue udah bohongin dia tentang pernikahan gue sama Aska yang ternyata cuma kontrak. Bayangin Zee!! Mama pasti bakalan kecewa banget,mungkin aja mama bakalan drop,lo tau kan gimana kondisi kesehatan mama. Lo gak mikir itu?"
Mendadak lidah Zee kelu. Otaknya terpacu dengan cepat,memikirkan cukup banyak resiko yang akan terjadi jika Aska dan Sassya bercerai. Masalahnya terbesarnya ada di kedua pihak keluarga.
"G..gue gak kepikiran sampai sana Sya. Maaf."
"Uang lo mungkin bisa beli banyak hal Zee,termasuk perusahaan Aska sekalipun tapi ada satu hal yang gak bisa lo beli Zee. Kesehatan nyokap gue. Lo boleh beli rumah sakit beserta isinya,tapi rasa kecewa nyokap gue,dan rasa bersalah gue ke nyokap gak bakalan bisa lo tukar dengan uang lo."
Sekali lagi Sassya berhasil membungkam gadis sedingin Zee yang selama ini terkenal kejam pada siapapun.
"Pikirin seandainya lo ada di posisi gue Zee. Pikirin jika kondisi tante Diana seperti keadaan mama saat ini,apa lo tega? Asal lo tau,di hari pernikahan gue. Mata mama gue,menyiratkan banyak harapan. Di hari di mana Aska ke rumah buat ngelamar gue,mama gue sempat di landa keraguan. Butuh banyak cara buat gue ngeyakinin mama. Gue udah terlalu jauh bohongin mama dan banyak orang ,termasuk orangtua Aska. Gue gak bisa bayangin akan sehancur apa mama gue saat tau anaknya melakukan hal separah ini. Gue gak tega Zee."
"Oke..oke. Gue ngerti posisi lo. Tapi gue gak mungkin diam aja Sya,belum seminggu lo jadi istri Aska. Lo udah dibuat sekarat,gimana kalau setahun?"
"Zee dengerin gue! Dua tahun gue hidup tanpa marga William,gue di paksa oleh keadaan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang keras dan itu banyak mengubah gue. Untuk hal yang terjadi kemarin,itu memang sudah konsekuensi yang memang seharusnya gue tau. Tapi lo gak perlu khawatir,setelah ini gue jamin gue akan lebih hati-hati. Satu lagi,gue saranin untuk lo mengurangi keterlibatan lo dalam urusan gue dan Aska. Lo punya keluarga sendiri Zee dan kita hanya mantan keluarga,lo gak perlu sepeduli itu."
Zee tersenyum sinis mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sassya. Sungguh di luar dugaannya.
♡♡♡
Sambung ke sebelah guys!! Panjang banget kalau di jadiin satu bab. Like vote komen yee. Biar gue seneng.
Oh satu lagi,gue up mungkin dua atau tiga hari untuk bulan ini. Soalnya gue lagi di tempat susah sinyal...
Tapi dua atau tiga minggu lagi,gue bakalan balik ke tempat kuliah dan di sana ada cukup sinyal jadi kalian tenang aja... Gue akan up tiap hari...
Dengan catatan tugas kuliah tidak padat.
Doain aja dosen gue sakit gigi tiap hari😂😂😂 biar gak ngajar. Aminnnnnnnnnnn😂😁
__ADS_1
Aku mau promo novel temen ku ya...silahkan luangkan waktu temen-temen untuk baca ke sana juga