
Sassya dan Aska saat ini tengah duduk berhadapan dengan tuan Ghatama dan Nyonya Michelle dengan raut wajah shock yang masing-masing terpancar di wajah keduanya.
#Flashback on
Setelah tuan Ghatama meminta Aska untuk memanggil istrinya tadi,Aska pun berlalu keluar dan memanggil Sassya agar segera masuk ke dalam. Namun saat Sassya masuk kedua orangtuanya malah tampak kaget sekaligus shock melihat keberadaan Sassya.
"Apa-apaan ini Aska? Kau mau menipu mommy dan Daddy ya?" Sentak nyonya Ghatama membuat Aska bingung.
"Apa maksud mommy? Aku bahkan sudah membawa istriku pada mommy dan daddy,di mana letak tipuannya?" Tanya Aska.
"Kau? Jangan bilang jika kau tidak tau siapa wanita yang kau sebut istrimu itu." Ujar Nyonya Ghatama masih dengan nada kaget.
Aska menggeleng."Tentu saja aku tahu mommy. Dia ini Sassya Bellvara,dulu dia bekerja sebagai pelayan restoran sebelum akhirnya dia bertemu denganku." Jelas Aska.
Nyonya Ghatama hanya bisa memijit kepalanya yang mendadak berdenyut."Sayang kau jelaskan masalahnya pada putramu yany bodoj itu." Perintah nyonya Ghatama pada suaminya.
Tuan Ghatama pun mempersilahkan Aska dan Sassya duduk terlebih dahulu sebelum ia mulai menjelaskan permasalahannya.
"Aska,Sassya duduklah dulu. Ada yang ingin daddy sampaikan." Ujar tuan Ghatama serius.
Di sampingnya nyonya Ghatama juga memasang wajah serius dengan tatapan tajam yang tak lepas dari wajah Sassya. Sassya yang merasa jika mertuanya ini tidak menyukainya hanya bisa menunduk takut.
"Aska apa benar kau tidak tahu siapa Sassya?" Tanya tuan Ghatama.
"Dad,bukankah tadi sudah Aska bilang dia itu Sassya Bellvara,dia pelayan restorang seb..."
"Bukan itu yang daddy maksud Aska." Tuan Ghatama memotong ucapan Aska.
"Maksud daddy apa kau tidak menyelidiki dulu latar belakang calon istrimu sebelum kau memutuskan untuk menikahinya semalam?"
"Tentu saja aku menyelidikinya,karena itu aku tahu...."
"Sudahlah sayang,jelaskan dengan benar. Tidak usah bertele-tele,otak anakmu itu sedanh konslet saat ini." Geram nyonya Ghatama.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu biar daddy kenalkan siapa wanita yang kau istrimu itu."
"Dia adalah Sassya Bellvara William. Mantan nona muda kedua di keluarga William,benar begitu nona Sassya?" Tanya tuan Ghatama dengan raut wajah sangat serius.
Kepala Sassya semakin tertunduk,ia tak berani menatap siapapun saat ini. Keduanya tangannya saling meremas saking takutnya.
Aska sendiri langsung memasang wajah sangat kaget begitu mendengar ucapan papanya barusan.
"A..apa maksud daddy? Dia? Nona muda keluarga William? Mana mungkin daddy,bukannya nona muda keluarga William hanya nona Michelle?" Tanya Aska tak percaya.
Sementara itu Sassya sekarang paham siapa nona Michelle yang di bahas Aska dan rekan kerja di restorannya kemarin. Dia adalah Zee,kakak tirinya.
"Kau benar Aska. Nona muda keluarga William memang seharusnya hanya nona Michelle. Hanya saja wanita ini dan ibunya dulu merebut apa yang seharusnya tidak mereka punya. Sekarang kau bisa lihat kan bagaimana kehidupannya? Itu semua karma yang belum sepadan dan kau seharusnya tidak pernah membantunya Aska. Dia hanya akan menjadi parasit di hidupmu." Ujar nyonya Ghatama kejam.
Namun bukannya terprovokasi untuk memarahi Sassya,Aska malah merasa jika ucapannya mamanya terlalu kejam dan ia tidal terima.
#Flashback off
"Apa yang mommy bicarakan?" Tanya Aska sekali lagi."Dia istri Aska kenapa mommy tega berbicara seperti itu??" Tanya Aska tak percaya.
Sedangkan Sassya,gadis itu makin-makin menunduk dengan kedua mata memanas menahan tangis.
"Kau bilang mommy kejam? Aska apa kau tahu jika gadis yang kau sebut istri ini jauh lebih kejam dari ucapan mommy. Gadis mana yang tega membully pacar kakaknya hanya karena iri? Bahkan saking kejamnya gadis itu mampu menbuat orang lain meninggal. Dia pembunuh Aska!!"
"Kau juga harus tau kalau dia dan ibunya menjadi parasit di keluarga William. Mereka menguras keluarga harta keluarga Willuam untuk membangun perusahaan sendiri,oh atau jangan-jangan kau juga tidak tahu kalau ibu gadis ini bahkan tega membunuh nyonya Diana dan Nyonya besar Chatterine? Apa benar yang sayabkatakan Sassya?"
Tanya nyonya Ghatama dengan nada garang sekaligus meledek karena merasa sudah puas dan berhasil membongkar semua kedok Sassya dua tahun silam.
Tak ada jawaban dari Sassya,gadis itu hanya bisa menangis dalam diam. Tak berani melakukan apapun,ia sudah pernah di tampar oleh orang di luaran,sudah sering di usir,sudah sering di hina,sudah sering di lempari sampah beberapa tahun lalu. Tapi semua itu tak berati jika di bandingkan ucapan nyonya Ghatama barusan. Benar-benar menyakitkan.
"Cukup mom!! Aku datang ke sini untuk memperkenalkan istriku pada kalian sesuai permintaan kalian. Tapi lihat balasan mommy. Mommy malah mengatakan hal yang tidak-tidak tentang istri Aska. Mommy keterlaluan!!"
"Aska jaga ucapanmu!! Jangan membentak mommy mu!!" Tegas tuan Ghatama.
__ADS_1
"Dan kau Sassya,jika tidak ada yang mau kau jelaskan di sini maka tidak masalah. Aska pun sudah mendengar semuanya tadi,sekarang hanya kembali pada Aska jika dia tetap mau mempertahankanmu maka biarlah itu menjadi pilihan Aska."
"Dan kau sendiri,jika memang kau sudah berubah itu jauh lebih baik,tapi jika suatu saat saya mendengar hal yang tidak-tidak tentang kamu dan anak saya maka aku melakukan hal yang lebih kejam dari yang pernah kau rasakan dua tahun lalu." Ancam tuan Ghatama.
Sassya mengangguk-angguk patuh. Ia tidak punya nyali sama sekali,bahkan untuk mengangkat kepalanya.
"Sekarang sesuai janji kita Aska,daddy serahkan seluruh tanggung jawab perusahaan Ghatama padamu. Daddy harap kau bisa menjaganya dan bertanggung jawab sepenuhnya seperti apa yang daddy lakukan dulu."
"Untuk istrimu,daddy serahkan padamu,jika dalam pernikahan kalian, dia berbuat hal yang akan memalukan keluarga kita maka baik kau maupun dia akan sama-sama mendapatkan sangsi dari daddy. Ingat,kau juga akan kena karena kaulah yang membawanya masuk ke sini."
"Kau paham maksud daddy kan?"
"Aska paham daddy,tapi.."
"Pulanglah dulu Aska. Kasian mommy mu,dia masih sangat shock saat ini." Ujar tuan Ghatama sambil menatap pada nyonya Ghatama yang sedari tadi tak sedikitpun memasang wajah ramah.
"Baik lah kalau mau daddy begitu. Aku harap istriku tidak seperti yang daddy dan mommy maksud. Aku akan membuktikannya daddy,aku berjanji." Ujar Aska sungguh-sungguh.
Ucapan Aska membuat Sassya mengangkat kepalanya perlahan. Ia menatap Aska dengan lekat,tak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut pria itu.
"Apa maksud ucapan tuan Sky?" Batin Sassya.
โกโกโก
Otor : Bersiaplah untuk mendapatkan banyak kejutan menarik di bab-bab selanjutkan. Akan kupastikan kalian tak dapat menebak alurnya๐๐๐
Readers : Sok misterius lo thor.
Otor : Oh tentu..kau hanya belum tahu jika otor ini sudah menggunakan sebagian otak otor maka hal yang mustahil akan menjadi mungkin๐
Readers : Banyak bct lo thor. Like vote komen gak nih?
Otor : Iyalah,masa enggak. Mau gue sleding apa gimana nih?
__ADS_1
Readers : ๐๐