
Hoiii guysss. Sebelum baca,ada baiknya kalian like dan vote lalu berikan komen kleyan setelahnya....
Gitu aja....makasehhhh....
Oh ya ini otewe bab nganuuu ya....😂😂😂 tapi gak hot gosah protesss. Gue tidak punya pengalaman....😭
♡♡♡
Beberapa bulan berlalu setelah kejadian di mana Sassya di kurung di gudang. Tidak banyak hal yang berubah termasuk sikap Aska yang masih begitu dingin terhadap Sassya.
Apalagi saat ini Chintiya sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia dan menghentikan kariernya sebagai model.
Namun sayangnya beberapa hari yang lalu ada kejadian yang cukup menegangkan. Orangtua Aska tiba-tiba datang ke rumah dan memergoki keberadaan Chintiya. Terbongkarlah semua rencana jahat Aska dan Chintiya selama ini.
Hal itu cukup membuat orangtua Aska marah besar. Akibatnya Chintiya di usir mentah-mentah dari rumah Aska sedangkan Aska,seluruh fasilitasnya,seperti ATM,mobil,handphone dan akses lainnya semuanya di sita oleh kedua orangtuanya.
Belum selesai sampai di situ,orangtua Aska juga meminta meminta bodyguard untuk mengawasi Aska setiap ia berada di luar rumah dan mereka juga memberi ultimatum pada Aska agar segera memiliki anak jika ingin keadaannya kembali seperti dahulu.
Baik Aska maupun Sassya sama-sama kaget mendengar permintaan orangtua Aska.
Tak ayal,Aska bahkan menolak mentah-mentah permintaan orangtuanya dan menyuruh mereka untuk mencari anak adopsi saja. Jika memang sangat menginginkan cucu.
Melihat Aska dan Sassya yang sama-sama susah untuk di atur. Orangtua Aska akhirnya membuat pengawasan yang lebih ketat bagi hubungan keduanya. Tak habis akal,tuan Ghatama dan nyonya Ghatama bahkan sampai pindah ke rumah Aska agar bisa mengawasi mereka dari jarak dekat.
Alhasil,di sinilah Aska dan Sassya berada. Di dalam sebuah kamar mewah bernuansa abu-abu dengan kasur king size senada tanpa ada karpet,sofa bahkan meja dan kursi. Murni hanya kasur saja yang tampak di dalam kamar itu. Dapat di pastikan ini kamar Aska.
Suasana kamar itu begitu hening. Hanya terdengar hembusan napas sesekali. Sampai akhirnya Aska menoleh ke samping dan menatap Sassya yang tampak berbaring di ujung tempat tidur dengan posisi terlentang dan selimut menutupi tubuhnya hingga sebatas leher.
"Hei bodoh!! Apa kau sudah tidur?" Tanya Aska saat melihat mata Sassya sudah terpejam.
"Hampir tuan." Jawab Sassya tanpa membuka matanya.
"Bodoh!! Bagaimana tanggapan mu tentang permintaan orangtuaku? Apa kau mau melakukannya?"
Mata Sassya yang tadi terpejam langsung melotot."Kau gila ya tuan?" Pekik Sassya geram, tanpa menoleh."Aku tidak akan mau melakukan hal semacam itu pada laki-laki yang tidak mencintaiku walaupun dia suamiku. Lagipula kenapa tidak kau lakukan saja dengan Chintiya? Bukankah dia kekasihmu? Orangtuamu pasti akan menyuruhmu bertanggung jawab jika sampai dia hamil."
__ADS_1
"Cih,jadi maksudmu kau menyuruhku punya istri dua? Begitu?"
"Isshhh....,Tentu saja tidak tuanku Aska. Aku akan meminta cerai darimu dengan tuduhan kau sudah menyelingkuhi dan urusan kita beres."
Kini giliran Aska yang melotot."Kau gila ya?? Kenapa tidak kau saja yang selingkuh?? Jika aku yang selingkuh sama saja artinya aku minta di coret dari KK. Apa tidak mau jadi gelandangan."
Setelah mengatakan itu,Aska tiba-tiba mendekat ke arah Sassya. Membuat gadis itu bergeser dan hampir jatuh jika Aska tak menarik lengannya.
Aska menahan satu lengan Sassya dengan jemarinya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menagkup tubuh Sassya,sehingga keduanya seperti tengah berpelukan.
"Kau!! Bisa tidak jangan menghindari ku. Aku ingin membuat negoisasi." Jelas Aska dengan wajahnya yang sudah berada di depan hidung Sassya.
"A..apa?" Gugup Sassya tanpa berani menatap mata Aska. Ia memilih pura-pura juling agar tak melihat wajah Aska.
"Aku akan melakukannya dengan Chintiya tapi kau mengandung anaknya. Bagaimana? Kau mau?"
"Heh!!" Sassya langsung mendorong kasar tubuh Aksa hingga terlentang ke sampingnya.
"Tuan pikir saya TPS. Alias tempat penitipan ******? No!! Saya tidak mau dan menolak tegas ide licik tuan!! Memang tuan pikir saya rela menahan sakit melahirkan anak yang adonannya di buat oleh orang lain. Tuan benar-benar sinting,lebih sinting dari orang sinting." Bentak Sassya garang. Ia bahkan sampai duduk dari posisinya.
Aska ikut mendudukkan dirinya di hadapan Sassya dan langsung melotot tajam."Kau yang sinting!!" Bentak Aska balik."Lagipula aku kan hanya memberi saran,jika kau tidak mau aku juga tidak akan memaksa. Tapi untuk masalah ini aku tidak punya solusi selain meminta kau untuk hamil bagaimanapun caranya. Kau tau kan,orangtuaku tidak pernah main-main dengan ancamannya."
Aska terkesiap,ucapan Sassya terlalu menohok baginya. Dengan frustasi Aska kembali membanting tubuhnya ke kasur dan menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Sudahlah bodoh. Kau memang tidak bisa di ajak mikir. Jadi sebaiknya kau tidur dan berhenti berceloteh karena telinga ku sakit mendengar suaramu." Ujar Aska sambil menutup matanya rapat-rapat.
Sassya menghela napas malas. "Dia yang banyak bacot. Gue yang kena semprot,terserah lo deh Aska. Cowok emang selalu bener dan cewek selalu salah."Batin Sassya sambil ikut membaringkan badannya dengan posisi miring membelakangi Aska.
♡♡♡
Lain halnya di luar kamar. Kedua manusia paruh baya yang tak lain adalah orangtua Aska saat ini tengah sibuk menempelkan kupingnya ke depan pintu kamar Aska.
"Sayang..apa ada sesuatu yang kau dengarkan?" Tanya nyonya Ghatama.
Tuan Ghatama menggeleng."Aku tak mendengar apapun. Mungkin mereka sudah tidur."
__ADS_1
"Yang bener saja mereka itu! Aku memberi mereka ide agar tidur satu kamar,itu supaya mereka bisa membuat anak. Bukannya malah tidur tanpa melakukan apapun." omel ibu Aska dengan wajah memerah menahan emosi.
"Sayang sudahlah. Lagipula kita tidak mungkin tau apa yang mereka lakukan di dalam sana. Kau tau kan,kamar Aska itu kedap suara." Ujar tuan Ghatama sambil menghembuskan napas malas setelah menyadari kekonyolannya dan sang istri.
Nyonya Ghatama menepuk jidatnya sendiri."Sayang kalau kau sudah tau begitu. Kenapa tidak dari tadi kau ingatkan aku. Ishh,tau begini aku tidak repot-repot mengintip seperti orang bodoh." Keluh nyonya Ghatama sambil beranjak meninggalkan pintu.
Namun dengan gerakan cepat tuan Ghatama menarik pinggang istrinya hingga tubuh wanita itu membentur dada bidang tuan Ghatama.
"S..sayang kau mau apa?" Tanya nyonya Ghatama gugup.
Tuan Ghatama menyeringai licik."Kau tau,jika anak kita itu tidak bisa membuat anak. Maka tidak ada salahnya kalau kita yang membuatkan Aska adik. Hehe." Ujar tuan Ghatama mesum.
Tanpa aba-aba tuan Ghatama menggendong sang istri ala bridal style yang berhasil membuat nyonya Ghatama merona malu.
Hah dasar orangtua mesum. Batin author (¬_¬)
♡♡♡
Readers : Thor!! Ini napa malah bonyok nya si Aska yang ngadon?? Aska sama Sassya nya kapannnnnnn??"
Otor : Xixixiixi....kapan ya....?? Kalian maunya kapan??
Readers : Timpuk juga nih orang. Pan lu bilangnya habis 50 bab thor. Kok lu ingkar sih??
Otor : Jubaedah denger!! Gue belum siappppp. Lagipula sikapnya Aska masih sedingin puncak Jaya Wijaya. Ya kaleee langsung nganu!! Tidak semudah itu ferguso😂😂
Like vote komen aja dulu yang di kencingin. Baru nganu😂
Readers : Kencangin kali tor. Gak usah malu-maluin deh🙄😒
Otor : 😁
Guys aku mau promo seperti biasanya. Kalian bisa mampir dulu ke novel temenku ini... Silahkan baca-baca sambil nunggu cerita aku up lagi...
__ADS_1
Aku mau ucapin terimakasih juga atas dukungan kalian sampai saat ini novel aku berhasil masuk halaman rekomendasi di karya potensi... Makasih yaaa
Sayang kaliann