Tautan Takdir

Tautan Takdir
Lamaran Ulang


__ADS_3

Drama makan siang yang tadi berlangsung kini sudah berakhir. Saat ini Aska,Sassya dan Melissa sudah berkumpul di ruang tamu karena tadi Aska mengatakan ada yang ingin ia bicarakan.


"Begini bu,seperti yang sudah Aska dan Sassya rencanakan beberapa minggu lalu. Kami berencana akan mempercepat pernikahan kami secepatnya,dan orangtua saya juga sudah setuju jika kami menikah besok."


"Uhukk!!" Sassya mendadak tersedak mendengar ucapan Aska.


"Loh. Kapan kami berencana?" Batin Sassya. Ia menatap Aska meminta penjelasan,namun pria itu tak merespon sedikitpun.


"Bagaimana bu? Semua persiapan sudah keluarga saya siapkan selama dua minggu terakhir,kami tidak mengundang banyak orang. Hanya sekedar pernikahan untuk meresmikan hubungan kami,karena saya rasa tidak baik jika kami sebagai pasangan bekerja di satu tempat tanpa ikatan yang pasti. Saya takut terjadi hal yang tidak di inginkan." Ujar Aska sungguh-sungguh.


Mata Sassya semakin melotot ke arah Aska. Di sampingnya Melissa juga tak kalah kaget.


"K..kenapa baru membicarakan ini hari ini? Mama tidak ada persiapan apapun untuk pernikahan kalian,bahkam Sassya tidak bercerita apapun." Ujar Melissa dengan bingung.


Aska menggeleng. "Mungkin Sassya lupa. Benarkan sayang?" Aska mengerling ke arah Sassya.


Gadis itu meneguk ludahnya gugup. "I..iya ma. Sassya lupa kasih tahu mama. T..tapi mama tenang aja,semuanya pasti udah di siapin sama keluarga Aska kok. Gimana? Mama setuju kan?"


Sassya mengatakan hal itu dengan perasaan berdebar. Ingin sekali ia memotong lidahnya yang bisa-bisanya selalu lancar jika di ajak berbohong. Lidah durhaka.


"Tapi bagaimana dengan persiapan pihak perempuan? Siapa yang akan menjadi wali Sassya?"


"Kalau soal itu sudah saya siapkan bu. Besok ibu hanya tinggal menunggu saja,nanti malam saya akan kirimkan baju dan sebagainya. Lalu besok acaranya akan di adakan jam sepuluh pagi di hotel keluarga kami. Bagaimana bu?"


Melissa menghela napas berkali-kali. Makin ke sini ia makin tak paham dengan hubungan Sassya dan Aska. Benar-benar mencurigakan,tapi mau menyelidiki juga ia tidak bisa. Ia pun tak enak pada Aska yang selama di rumah sakit kemarin,selalu memperlakukannya dengan baik.


"Gimana ma? Mama setuju sama usalan Sassya dan Aska?"

__ADS_1


"Mama terserah kamu aja deh Sya. Mama gak tau juga mau ngomong Aska. Kalau memang nak Aska serius dengan hubungan kalian dan kamu pun begitu,ya sudah mama hanya bisa setuju." Ujar Melissa dengan berat hati.


Aska tersenyum puas. "Setidaknya aku berhasil menuruti permintaan aneh dari mommy dan daddy tadi malam." Batin Aska.


#Flashback on.


Tadi malam entah ada angin apa,kedua orang tua Aska tiba-tiba menghubunginya yant tengah berada di luar kota. Aska cukup kaget saat mendengar orangtuanya tiba-tiba memintanya untuk menikahi Sassya secara resmi baik di hadapan agama maupun negara.


Awalnya Aska berniat menolak. Namun ia juga ingat jika menolak maka rencananya bisa ketahuan. Padahal tanpa Aska tahu,orangtuanya malah sudah mengetahui rencananya yang hanya menjalani pernikahan kontrak dengan Sassya.


Tak hanya itu,orangtua Aska pun sudah tau jika Aska masih belum memutuskan hubungannya dengan Chintiya. Jika di tanya dari mana orangtuanya tau,jawabannya adalah dari Alex dan Zee.


Semalam Zee menghubungi Alex dan meminta untuk bisa berbicara dengan orangtua Aska. Di sana Zee memberi tahukan tentang masa lalu Sassya juga mengatakan bagaimana keadaan Sassya sekarang serta hubungannya dan Sassya.


Penjelasan demi penjelasan yang Zee beri cukup membuat orangtua Aska iba. Terutama ibu Aska,beliau justru merasa bersalah dan juga malu karena sudah mengatai-ngatai Sassya tempo hari.


Bahkan Zee yang merupakan korban saja masih bisa memaafkan Sassya,lalu kenapa ia yang orang luar dengan kejamnya menghakimi orang lain yang jelas tak punya hubungan masa lalu dengannya sedikitpun.


Di samping itu Zee juga memberi peringatan pada orangtua Aska agar bersikap baik pada Sassya. Sebagai kakak Zee menyampaikan permohonannya jika ia ingin Sassya mendapat perlakuan baik setidaknya dari mertuanya jika Aska tak dapat melakukannya untuk Sassya.


Sassya dan Zee sama-sama punya masa lalu yang buruk. Hidup mereka kekurangan kasih sayang orangtua sejak kecil,masa lalu Zee tak baik begitupun dengan Sassya. Saat ini Zee mungkin sudah mendapatkan keluarga impiannya tapi tidak dengan Sassya jadi karena itu Zee mau pilihan Sassya kali ini mendatangkan kebaikan bagi Sassya sendiri.


Jadi karena itulah kedua orangtua Aska secara diam-diam mendukung rencanany Zee dari dalam. Caranya adalah dengan menikahkan Aska dan Sassya secara resmi lengkap dengan saksi. Setidaknya itu adalah satu langkah awal untuk membuat Aska terperangkap dalam perangkapnya sendiri.


#Flashback off.


Sassya menatap kepergian mobil Aska dengan perasaan resah yang tak dapat ia gambarkan. Ia kira setelah pertemuannya dengan orangtua Aska kemarin,semuanya usai. Hanya tinggal menunggu dirinya menjalani peran lalu semuanya beres. Ternyata masalahnya berlalu.

__ADS_1


"Huh..." Sassya menghembuskan napasnya sekuat mungkin.


"Kamu keberaran ya menikah dengan Aska?"


"Heh!" Sassya menoleh ke belakang dan kaget saat mendapati mamanya berada di sana.


"Kenapa mama ngomong gitu?" Tanya Sassya setelah berhasil mengendalikan rautnya.


Melidsa menggeleng. "Mama hanya merasa ada yang kalian sembunyikan dari mama. Semuanya mendadak Sassya,tidak mungkin kan jika kalian tidak merencanakan sesuatu. Ceritakan pada mama,apa kita berhutang budi pada Aska dan pria itu menuntut balas?"


"Deg.." Sassya tak percaya jika mamanya mampu menebak dengan sangat tepat.


"A..apa maksud mama? Aku dan Aska mungkin memang merencanakan pernikahan secara mendadak. Tapi yang di katakan Aska benar,kami nanti akan satu tempat kerja bahkan akan sering pergi berdua karena aku bekerja di kantornya. Jadi karena itulah kami harus segera di resmikan,apalagi mama tau Aska dari keluarga terpandang. Orangtuanya pasti tidak mau ada omongan menyimpang tentang keluarga mereka."


Sassya berusaha meyakinkan mamanya.


"Satu lagi ma,Aska mungkin banyak membantu kita. Tapi dia sama seperti Zee,dia membantu kita karena peduli bukan dengan syarat apapun. Mama percaya kan sama Sassya?"


"Tapi kenapa kamu seperti keberatan saat kita berdiskusi tadi? Tatapan kamu juga menggambarkan kalau kamu ragu Sassya."


"Sassya hanya sedikit takut ma. Sassya mungkin bukan istri yang pantas untuk Aska di lihat dari segi manapun. Sassya hanya khawatir suatu saat Sassya mungkin membuat Aska dan keluarganya malu. Hanya itu." Ujar Sassya dengan raut sedih.


Mendengar ucapan Sassya,Melissa jadi terharu. Ia tak menyangka jika anaknya sudah bisa berpikir sedewasa itu. Ia yang tadinya sudah berpikir macam-macam jadi tak tega saat mendengar penuturan Sassya.


Dengan segera Melissa menarik Sassya ke dalam pelukannya. "Kamu akan baik-baik saja nak. Kalaupun suatu saat kamu melakukan kesalahan yang membuat mereka malu dan mereka membuang kamu,kamu masih punya mama. Lagipula jika Aska memang mencintai kamu,dia pasti akan selalu bersedia menjadi pelindung kamu. Mama akan selalu berdoa untuk kebaikan rumah tangga kalian."


♡♡♡

__ADS_1


Slebewww tanpa iklan!!


Like vote komen jangan lupa. Kalau lupa gue geplak lu pada.😂


__ADS_2