Tautan Takdir

Tautan Takdir
Berjuanglah Tuan Aska!!


__ADS_3

Hotel Paragon Ivander's


Acara pernikahan Zergan dan Sandra yang berlangsung meriah dah mewah untuk yang kedua kalinya,sekali lagi berakhir. Acara kedua yang berlangsung sejak jam 18.00 sore tadi akhirnya di tutup.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 ketika satu persatu dari tamu undangan akhirnya bubar meninggalkan ballroom dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Kamar yang sudah di sediakan oleh pihak keluarga Ivander's,di hotel Paragon Ivander's ini.


Tak hanya para tamu,keluarga terdekat Zergan dan Sandra termasuk orangtua mereka juga sudah kembali ke kamar masing-masing.


Di ruang pernikahan Zergan dan Sandra kini hanya tersisa sepasangan pengantin dan juga-juga teman-teman Sandra,termasuk Sassya juga ada di sana. Berdiri di apit oleh Raynand dan Delice.


"Kalian gak pada balik ke kamar?" Tanya Sandra pada teman-temannya yang belum ada tanda-tanda beranjak.


"Kenapa emang? Kita masih mau di sini kok." Jawab Delice sinis. Adik ipar Sandra dan Zee itu memang di kenal jarang akur dengan kakak-kakak iparnya.


"Ya,terserah kalian sih. Tapi kita sendiri habis ini juga mau ke kamar,jadi kalau kalian masih mau di sini,ya terserah kalian." Ujar Sandra lagi,sambil memijit-mijit tengkuknya yang terasa pegal.


"Capek banget?" Tanya Zergan perhatian sambil mengusap sedikit keringat yang timbul di pelipis Sandra.


"Lumayan." Jawab Sandra sedikit lemes.


"Idihh,bilang aja kalian mau indihoy. Iyakan? Idih,sok-sok ngusir lagi." Delice kembali nyolot sinis dan langsung mendapat tatapan tajam dari Zergan sang kakak sulung.


"Anak kecil mending balik ke kamar deh. Gak baik kalau tidur kemalaman." Tegur Zergan dengan nada datarnya.


"Huu.." Delice berteriak keki."Tanpa lo usir juga gue bakalan balik ke kamar. Tapi permasalahannya ini istri orang gue simpen di mana ya?" Ujar Delice sambil mendorong Sassya ke depan teman-temannya.


"Soalnya misi gue bawa Sassya ke sini kan buat nyembunyiin dia dari suaminya. Tapi kan sekarang suaminya ada di sini dan udah tau,terus gimana? Masa di balikin? Gak seru dong cara mainnya." Ujar Delice menjelaskan sambil sesekali melirik ke belakang di mana ada Aska dan Alex yang tampak menunggu di depan pintu keluar.


"Lah,kenapa gak tidur sama lo aja?" Tanya Sandra heran.


Delice buru-buru menggeleng. "Big no,Sandra kakak iparku. Lo gak tau sih.." Delice terlihat enggan mengungkapkan alasan penolakannya.


"Kenapa?" Tanya Sandra lagi.


"Masalahnya adek gue kalau tidur suka ngereog. Sassya kan lagi hamil,bisa-bisa bronjol duluan tuh bayi."


Arkhan memberi penjelasan yang cukup membuat Delice malu. Buru-buru ia melirik ke arah Kaivano,tunangannya itu tampak tertawa kecil membuat Delice tambah malu.


Delice beralih memukul lengan Arkhan dengan sedikit kencang. "Masalah yang kayak gitu,gak usah di jelasin di sini juga bego." Bisik Delice sambil melotot ke arah Arkhan.


Arkhan nyengir tak berdosa.


"Ya udah,kalau gitu sama Zee aja. Dia kan tidur sendiri juga." Ujar Zergan kali ini ikut buka suara.

__ADS_1


"Big No!!" Bukan Zee yang menolak. Tapi justru Sandra,Kaivan,dan Davian yang bersorak kompak.


"Kalian berdua kenapa?" Tanya Zergan heran.


"Zee tidurnya juga gak beda jauh sama reog." Ujar Davian terang-terangan.


Zee menghela napas berat.


"Ya terus Sassya tidur sama siapa? Agatha? Clara?" Delice menoleh pada kedua sahabatnya yang berdiri di samping suami masing-masing.


Dua ibu hamil itu sama-sama melotot begitupun suami mereka.


"Enak aja." Seru Nathan dan Davian kompak.


Zee memijit pelipisnya yang mulai terasa berdenyut.


"Gini deh,Sassya biar tidur sama gue di kamar. Gue bakalan minta tambahan kasur ke petugas hotel jadi walaupun satu kamar kita gak satu kasur,gampangkan?" Ujar Zee dengan raut datarnya.


"Ide Zee bagus. Kalau gitu,gue sama istri gue pamit dulu. Kasian kayaknya Sandra kelelahan." Ujar Zergan pamit undur diri sambil merangkul pundak Sandra.


"Kita berdua juga mau balim ke kamar." Ujar Davian sambil menarik Clara dan mengajak wanitanya keluar dari ruangan itu. Tak lama setelahnya,Nathan dan Agatha ikut menyusul.


Tinggalah Sassya,Zee,Delice,Kaivano,Arkhan dan Raynand yang berada di ruangan itu. Oh,jangan lupakan sepasang mata tajam milik Aska yang mengawasi mereka dari depan pintu. Bukannya tidak mau masuk,tapi ia di tahan oleh Alex dan juga beberapa anggota Dark Nighy yang di perintah langsung oleh Kaivan untuk berjaga di depan pintu.


"Gini Sya,gue habis ini balik ke kamar. Inget pesen gue sama Agatha,jangan sia-sia-in perjuangan kita. Lo gak boleh luluh gitu aja sama sikap suami lo,Aska harus di buat susah dulu. Kita harus liat sampai mana dia perjuangin lo,kalau belum apa-apa dia udah nyerah. Ya mending lo balikan lagi sama Raynand. Ya gak Ray.." Ujar Delice sambil menaik turunkan alisnya pada Raynand.


"Calm down Liz,gue dengan senang hati kok nerima Sassya lagi. Kalau dianya mau." Ujar Raynand dengan kedipan mata jahilnya.


Sassya mendengus malas. "Maaf ya,pantang bagi Sassya buat kembali ke masa lalu. Apalagi sama cowok kayak lo. Idih.." Sassya yang sedari tadi diam akhirnya angkat suara saat kilas masa lalunya di tarik.


Di pikiran Sassya,Raynand hanyalah cowok playboy. Ia masih ingat betul bagaimana dulu Raynand selalu mencuri pandang pada cewek lain terutama Zee,padahal jelas-jelas pria itu berstatus pacarnya. Tak hanya itu,Raynand ini bisa di kategorikan aligator kelas hiu. Keperjakaannya saja di ragukan apalagi hatinya. Haduh..


"Udah-udah. Gak usah pada ribut,Sya lo sama Zee sekarang balik ke kamar. Nanti biar gue yang suruh petugas hotel anterin kasur ke kamar lo. Dan lo Ray,balik ke kamar lo dan jangan ganggu Sassya ataupun cewek gue. Pahamkan?"


Arkhan memberi perintah sambil menggertak Raynand yang tampak liar memandangi Sassya dan Zee.


"Ya udah Zee,balik gih ke kamar. Ingat jangan lengah,jangan sampe nih perjuangan gue dan Agatha yang sampai ke pulau Dewata ini terbuang sia-sia gara-gara lo lengah. Pokoknya Sassya gak boleh ketemu suaminya itu sampai Aska bertekuk lutut. Paham kan lo Zee."


Zee mengangguk malas. Kenapa jadi dia yang di ceramahin. Pikir Zee.


"Lo juga Sya!! Jangan lembek!!" Ujat Delice dengan sedikit membentak.


Sassya tak menyahut karena saat ini matanya tampak tetfokus pada keberadaan sang suami yang ada di depan pintu keluar. Sejujurnya ia sangat kasian melihat Aska yang tampak di kunci pergerakannya oleh anak-anak Dark Night.

__ADS_1


Tapi Sassya juga tidak boleh lemah.


"Benar kata Delice,Aska memang sudah keterlaluan. Gue gak boleh lemah,harus kuat,harus."


Sassya membantin sambil mengepalkan tangannya erat-erat. Pelupuk matanya berat seakan ada yang ingin tumpah dari sana,dan itu tidak boleh di biarkan.


"Zee ayo kita ke kamar lewat pintu lain." Ujar Sassya sambil menarik tangan Zee,agar keluar dari ruangan itu tanpa melewati Aska.


Melihat sang istri sudah pergi,Aska kembali meronta minta di lepaskan.


"Lepaskan aku brengsek,aku harus membawa istriku pulang!! Lepaskan aku!!"


Aska terus meronta-ronta dalam cengkeraman Andreas.


"Tuan Aska tenanglah,masih ada kesempatan besok." Ujar Alex yang tangannya juga ikut di kunci oleh Jo.


Aska mendengus. "Kau itu sama sekali tidak berguna Alex. Sebaiknya tidak usah ikut campur,tutup mulutmu atau aku akan memecatmu."


"Baik tuan." Alex akhirnya menutup mulutnya dengan raut wajah santai.


Sekilas Alex melirik ke arah Delice yang tampak ikut berjalan di belakang Sassya dan Zee.


Gadis itu tampak balas melirik dengan mengedipkan satu matanya.


"Berjuanglah tuan Sky Aska Ghatama." Batin


keduanya kompak.


"Besok akan ada pertunjukan yang lebih menarik dari malam ini." Batin Alex lagi sambil menatap tuannya dengan tatapan sedikit kasian tapi banyak senangnya.


♡♡♡


Jangan lupa Like vote komen...


Tinggal 20 chapter lagi,dan mulai dari bab 101 perjuangan Aska akan di mulai...


Menuju ending di mana Aska harus mati-matian memperjuangkan cintanya...


Entah berhasil entah tidak,hanya saya yang tau...😁


Nanti juga akan di munculkan lagi Rama,Chintiya dan orang ketiganya...


Tuan Raynand...

__ADS_1


Semoga masih mau membaca....


Salam penulis : Azellea Rensima😂


__ADS_2