Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 108


__ADS_3

setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit akhirnya Sisil pun di perbolehkan untuk pulang bersama baby twins nya, dua hari sudah berada di rumah membuat Sisil agak kerepotan mengurus sang buah hati...


"si kembar lagi apa kak" tanya Sabil yang melihat Sisil membawa dua botol susu


"lagi tidur dek" jawab Sisil


"yaahhh" balas Sabil sedih, namun berbeda dengan kanita yang baru saja datang ia langsung menerobos ke kamar sang kakak untuk mengganggu si kembar...


"hey bangun ini udah siang" ucap kanita menggoyangkan tangan mungil baby Dio


"lah bocah lagi ngapain kamu" tanya Sabil saat melihat kanita berbaring di samping Dio


"aku lagi bangunin baby Dio dong" jawab nya bangga


"ehhh jangan nanti emak nya ngamuk" ucap Sabil kare tahu jika Sisil akan marah


"gak apa-apa aku kangen banget abisnya" jelas kanita, namun bukannya melarang kegiatan sang adik Sabil malah mengikuti nya ia mengganggu baby Dea agar terbangun


"baby girls ayo dong bangun kita chopping ayoo" ucap Sabil yang mendapat tertawaan dari kanita


"hahahaha g*la orok mau di ajak shopping" celetuk kanita sambil tertawa


"ya gak apa-apa lah tar aku beliin kamu tas paling mahal ayo bangun" balas Sabil masih terus mengganggu Dea yang lagi-lagi membuat kanita tertawa


"CK...Dea sama tas nya tar gedean tas nya kak nyeplos dah tuh anak ke dalam tas" ucap kanita tertawa


"ihhhhh berisik nanti bangun" balas sabil menoyor kepala kanita


"lah dodol emang kita disini ngapain kan mau bangunin mereka" ucap kanita


"oh iya bener haha" jawab Sabil kemudian tertawa


karena keberadaan kanita dan Sabil yang terus berdebat hal itu berhasil membuat baby Dio terbangun dan nangis, hal itu membuat kanita juga Sabil panik dan saling pandang...


"nah loh bangun hahaha" ucap Sabil mengejek


"eh iya gimana dong ini aduh jangan nangis Dio" balas kanita namun Sabil hanya tertawa saja


di lantai bawah Sisil yang sedang mencuci botol susu mendengar tangisan Dio pun segera menyelesaikan pekerjaan nya dan bergegas ke kamar, setiba nya di kamar ia melihat Sabil dan kanita di samping anak nya...


"di bangunin pasti" ucap Sisil menatap kedua adik nya


"kanita noh kak yang bangunin Dio" ucap Sabil menunjuk ke arah kanita


"eh apaan kak Sabil juga bangunin baby Dea" balas kanita membela diri


"tapi Dea gak bangun kan" ujar Sabil penuh kebanggaan dan kanita mendengus kesal


"yaudah kamu minggir" ucap Sisil menggeser tubuh kanita


"kak punya baby kembar repot banget gak si" tanya kanita, Sabil dan Sisil pun saling pandang


"sejak kapan kamu nanya-nanya soal kaya gitu" jawab Sisil balik bertanya


"kakak itu gimana orang nanya bukan nya di jawab ini malah balik nanya" gerutu kanita


"ya repot gak repot lah kan nama nya sama anak mah seneng aja udah" jelas Sisil kanita dan Sabil pun mengangguk...


....

__ADS_1


setelah perbincangan dengan sang kakak kanita pergi ke kampus nya...


"kanita" teriak lala dan kanita pun menoleh


"apa lalapo" jawab kanita


"anak kak Sisil udah dibawa pulang ya" tanya lala


"udah lah orang Ema nya aja udah pulang" Jawab kanita


"eh kan kita ke kantin yuk si ria udah di sana" ajak Lala dan kanita pun mengangguk pada saat di jalan menuju kantin


bruugghh... kanita terjatuh


"awwwh" pekik kanita memegang tangan nya


"sorry sorry gue gak sengaja" ucap seseorang yang menabrak kanita hingga jatuh


"kalo jalan liat-liat dong mas" balas kanita kepada peria yang menabrak nya


"iya iya sorry gue buru-buru" ujar nya, di sisi lain Lala menatap peria itu dengan kagum


(Wahhh ganteng banget sii) batin lala


"yaudah gue duluan ya" ucap nya lagi dan langsung pergi meninggalkan kanita


"dihhh dasar g*lla Lo gak sopan" teriak kanita menatap peria yang pergi menjauh


"lo gak apa-apa" tanya lala yang baru saja sadar dari lamunannya


"gak gue gak apa-apa" jawab kanita


"ganteng apaan si la si*ting gitu Lo katain ganteng" gerutu kanita dan berjalan menuju kantin diikuti oleh Lala...


setibanya di kantin Kanita langsung mendudukan dirinya di samping ria...


"Lo kenapa kan muka di tekuk gitu" tanya ria saat melihat wajah bete dari sahabat nya


"itu loh si kanita abis ketemu pangeran ganteng" ucap Lala menjawab pertanyaan ria


"hah siapa?" tanya ria penasaran


"kayak nya kakak senior yang baru pindahan di luar negeri itu" jawab Lala


"ohhh yang kemaren itu siapa si namanya gue lupa" ucap ria


"Azlan kalo gak salah" balas Lala


"hmmmm iya ganteng tuh kan lumayan" ucap ria


"apaan deh mata kalian bermasalah kaya nya cowok kaya gitu dibilang ganteng" balas kanita kesal


"hmmmm terus yang ganteng itu yang kaya gimana coba" goda ria


"ah ria kaya yang gak tau aja siapa lagi kalo bukan Abang Eza nya kankan mah" balas Lala tertawa hal itu tentu saja membuat pipi kanita merah merona


"apaan sii udah ah gue mau cabut" ucap kanita kesal dengan godaan teman-teman nya


"eh mau kemana" tanya ria yang melihat kanita beranjak dari duduknya

__ADS_1


"ke kelas" jawab nya namun kedua teman nya itu malah mengikuti kanita


di perjalanan menuju kelas tangan kanita di tarik oleh seseorang yang ia tahu rumor nya cowok paling populer di sekolah nya dulu...


"kan aku mau bicara" ucap Kiki menahan tangan kanita


"ih apaansi gak usah pegang-pegang Ki" jawab kanita menarik tangan nya


"ya gue mau ngomong kan sama elo" jelas nya


"yaudah ngomong aja ribet amat" balas kanita ketus


"tapi gak disini" ucap Kiki melirik kedua sahabatnya kanita


"kenapa Lo terganggu karena ada kita" celetuk ria yang kurang menyukai Kiki


"apasi udah deh kalo Lo mau ngomong ya Ngomong di sini aja Ki! gak ada yang gue sembunyiin dari temen-temen gue" jelas kanita, Kiki pun menghembuskan nafasnya lalu meraih tangan kanita


"kan jujur gue suka sama Lo kan dari pertama kali gue ngeliat Lo, dan gue baru berani ungkapin perasaan gue sekarang sama Lo kan. gue mau Lo jadi pacar gue" ucap Kiki menatap kanita


"ih apaan si, ki maaf ya bukan nya gue mau nyakitin Lo atau gimana tapi emang gue gak ada perasaan apa-apa sama Lo Ki sorry! lagian gue liat dela itu tulus ko sayang sama Lo" jawab kanita yang membuat Kiki kecewa


"tapi kan yang gue mau itu elo bukan dela" jelas Kiki


"dan Ki gue gak bisa sama Lo! gue juga gak mau bikin dela makin benci sama gue. udah ya Ki Lo gak usah kejar gue lagi anggap aja kita gak pernah kenal" balas kanita lalu meninggalkan Kiki yang mematung


tanpa mereka sadari ada beberapa mata yang memperhatikan mereka, dela dan kawan-kawan melihat Kiki menyatakan perasaannya kepada kanita membuat dela geram. kenapa harus kanita dan selalu kanita? Kenapa gak di sekolah juga di kampus semua nya mengagumi kanita! padahal dela tidak kalah cantik dan seksi dari kanita ia pun selalu berusaha mensejajarkan diri dengan seorang kanita wanita yang ia benci...


.


.


.


.


.


***jangan lupa like vote dan komen nya πŸ™πŸ˜‰


N**: author 😭😭😭


A: lah kenapa Lo neng πŸ€”


N: Lo kenapa jahat banget huhu 😭


A: jahat ngapa seh 😏


N: gue minta Eza yang nembak kanita kenapa malah cowok lain Jamilah 😭


A: sabar Mumun semua akan indah pada waktunya πŸ˜‚


N: kelamaan Lo Thor tar keburu di ambil orang si kanita nya 😭


A: elah Lo ngapa dah, si Eza mah Ken pelan tapi pasti MumunπŸ˜‚


N: kecewa gue sama Lo Thor😏


A: jangan dong😭

__ADS_1


N: 😏😏😏*


__ADS_2