
di kediaman Sisil dua anak kembar sedang bercengkrama, kakak beradik ini terlihat seperti tom and Jerry yang selalu memperebutkan perhatian orang-orang di sekitar nya.
seperti saat ini Dio dan Gea sedang merengek kepada sang bunda ingin menjenguk sang Tante yang masih berada di rumah sakit..
"bunda iya boleh ya" bujuk Dea
"boleh apa nya ini" tanya Sisil mengernyitkan dahi nya
"jenguk anteh bunda Dea kangen" rengek nya belum sempat menjawab Dea namun Dio sudah kembali memanggil sang bunda
"bunda bunda" kali ini Dio memanggil sang bunda
"kenapa Dio" tanya Sisil Kepada putra nya
"Dio ganteng gak bunda" ucap nya lagi yang membuat Sisil terheran
"iyadong Dio kan anak bunda" jawab Sisil tersenyum
"bundah juga cantik" rayu Dio yang membuat sang bunda semakin heran
"makasih sayang" balas Sisil
"bundah bunda sayang gak sama Dio sama kak Dea?" tanya Dio
"ya sayang lah nak kalian itu kan anak bunda" jawab Sisil tersenyum
"kalo bunda sayang ayo sekarang ayo kita jenguk anteh ke lumah sakit bundah" ucap Dio menarik tangan Sisil
"hah? jadi dari tadi kamu nanya gitu cuma lagi ngerayu bunda" tanya Sisil tidak percaya kepada putranya
"iya dong bunda kan kalo Dio ngerengek kaya kak Dea gak bakal bunda ijinin" jawab nya polos lalu tersenyum
"anak Rio emang kamu ya nak! pinter banget ngerayu gen dia turun ke kamu semua ini" gerutu Sisil, melihat tingkah sang putra yang pintar merayu di sisi lain Dea tertawa melihat sang adik yang membuat bunda nya kesal.
"bundah kalo aku bukan anak ayah terus anak siapa" tanya Dio Sisil yang merasa geram akhirnya menuruti permintaan sang anak.
namun ia tidak melanggar peraturan sang suami sebelum pergi Sisil selalu ijin kepada Rio yang akhir-akhir ini selalu sibuk. setelah mendapat ijin Sisil pun bergegas pergi ke rumah sakit dersama Dio dan Dea...
...
setibanya di rumah sakit Dio dan Dea berlari ke arah ruangan kanita...
"Dio Dea jangan lari-lari nanti kamu jatuh" teriak Sisil Kepada dua anak nya
"ampun bocah gue waktu hamil pengen apaan si sampe punya anak lincah begini" gerutunya
tok...tok... Dio mengetuk pintu ruangan kanita dan di buka kan oleh Eza yang selalu menemani kanita..
"anteh anteh Dio kangen" teriak nya dan berlari ke arah kanita
"hey boy Tante pun merindukan dirimu" ucap kanita memeluk Dio
"om Eza Dea kangen" ucap nya menghambur ke pelukan Eza tak lama Sisil masuk kedalam ruang rawat kanita
"hahh" lenguh Sisil dan mendudukkan dirinya di sofa
"kenapa kak" tanya kanita heran melihat Sisil ngos-ngosan
"cape akutuh" jawab nya
"lah capek kenapa" tanya kanita
"tuh gara-gara ponakan-ponakan kamu yang lincah kayak kancil" dengus Sisil membuat Eza dan kanita tertawa
"bundah aku olang bukan kancil" balas Dio dengan tatapan tajam nya membuat Sisil melongo. sumpah demi apa ini Dio benar-benar sama seperti Rio tatapan tajam nya yang dingin itu
"iya nak iya kamu olang ya holang-holangan sawah" balas Sisil kembali membuat Eza tertawa sementara Dea hanya tersenyum melihat bunda dan adik nya selalu berdebat.
"bundah kalo aku olang-olang sawah bunda apanya coba" tanya Dio
"ya bunda mah bunda kamu lah" balas Sisil santai
"bunda nyebelin tar aku bilangin ayah" ancam nya
"bilangin aja terus bilangin" jawab Sisil membuat Dio mencebikan bibir nya
"kak Lo apaan si sama anak kecil juga di tanggapi Mulu" ucap kanita menengahi
"gue tuh heran sama Dio ya kan dia kan anak gue gitu Lo, gue yang ngandung, gue yang mati-matian buat keluarin itu bocah lah pas keluar dari bayi sampe Sekarang semuanya mirip banget sama bapak nya! bahkan nyebelin nya juga sama" ujar Sisil membuat Eza tertawa
"lah bagus dong sill artinya si dio berhasil jadi duplikat nya si Rio" ucap Eza terkekeh
"duplikat dipikir anak gue kunci" balas Sisil
"yaudah lah kak gak apa-apa lagi" ujar kanita
"beda banget sama si Dea meskipun Dea nyebelin ga senyebelin si Dio" ucap nya lagi
"bunda gak sayang Dio, Dio mau tinggal sama anteh aja gak mau sama bunda" ujar Dio membuat Sisil menoleh
"kamu itu terlalu hobby ngajak bunda berantem nak kita udah bukan kaya bunda sama anak nya" ucap Sisil menatap sang putra yang berada dalam pangkuan kanita
"bagus lah Dio aktif kan kalo jalan kalian jadi kaya adik kakak bukan kaya emak sama anak nya" ujar kanita yang di angguki oleh Eza
saat tengah berbincang ponsel Sisil berbunyi menandakan pesan masuk yang tak lain dari sang suami...
***percakapan pesan
myhubby😍**: dimana? udah pulang belum?
mywife😘: masih di rumah sakit. belum 😌
myhubby😍: kenapa?
mywife😘: apanya yang kenapa?
myhubby😍: kamu kayak yang lagi kesel
mywife😘: iya aku lagi kesel sama Rio junior 😏
__ADS_1
myhubby😍: Rio junior?
mywife😘: iya Dio anak kamu 😣
myhubby😍: loh kan anak kamu juga 😁
mywife😘: terserah😌
myhubby😍: yaudah tunggu aku kesana😘*
#end
"siapa kak" tanya kanita yang melihat Sisil fokus dengan ponselnya
"mas Rio" jawab nya dan kanita mengangguk
"anteh Dio kangen" ucap Dio mengalihkan pembicaraan
"kan Dio udah bilang tadi" jawab kanita
"iya anteh kapan pulang" tanya nya
"nanti anteh pulang" balas kanita
"anteh Dea mau cium anteh boleh" tanya Dea, ya Dea memang tidak terlalu berani mendekati kanita karena selalu kalah cepat dengan Dio yang selalu menempel dengan sang Tante. sehingga hal itu membuat Dea lebih dekat dengan Sabil berbeda dengan Dio yang tidak terlalu dekat dengan Sabil...
"tentu sayang kemarilah" jawab kanita senang karena selama ini Dea tidak pernah mengungkapkan perasaan nya
Eza pun menurunkan Dea di ranjang kanita dan kanita langsung meraih tangan Dea lalu memeluk nya erat, gadis cantik nan mungil dengan pipi chubby bulu mata yang lentik bibir mungil membuat nya gemas...
Gea menciumi sang Tante setelah sekian lama akhirnya ia merasakan pelukan sang Tante kembali...
"kak Dea jangan lama-lama anteh kankan punya Dio" ucap Dio iri melihat Dea berada di pelukan kanita
"no anteh kankan juga anteh ku" jawab Dea
"anteh nya kak Dea itu anteh Sabil" ujar Dio
"nggak anteh kankan juga anteh ku" tegas Dea
perdebatan kakak beradik itu membuat Sisil kanita dan Eza menatap bingung...
"sudah sudah aku ini anteh kalian berdua Dio Dea kenapa kalian harus berebut seakan aku sebuah permen" ujar kanita
"maaf anteh" jawab keduanya, di sisi lain Eza merasa gemas. Eza ingin memiliki anak seperti ini Tuhan tidak pendiam dan keduanya sama-sama menggemaskan, tak lama Rio pun sampai dan menghampiri Sisil yang duduk di sofa dan mengecup kening Sisil.
"udah sampe mas" tanya Sisil
"tidak aku masih dijalan" jawab Rio sebal
"ish gak jelas" dengus Sisil, Dio yang melihat sang ayah pun menyusun kata-kata untuk mengadu kepada sang ayah. karena selama ini apapun yang di inginkan Dio dan Dea selalu mudah di dapatkan jika itu meminta kepada Rio.
"ayah" panggil Dio membuat Rio menoleh
"Hay boy" jawab Rio berjalan ke arah Dio dan menggendong nya. tidak dengan Dea karena Dea tidak ingin lepas dari pangkuan sang Tante.
"ayah bunda jahat ayah" adu nya dengan wajah yang menggemaskan
"oya? kenapa bunda boy?" tanya Rio
"bunda bilang aku anak nya rio ayah, padahal kan Rio itu ayah ya" adunya lagi membuat rio terkekeh
"iya sayang kamu sama kak Dea anak ayah" jawab Rio tersenyum
"ayah bunda ajak aku berantem Mulu ayah" ucap nya sebal
"iya nanti bunda nya ayah hukum udah ajak jagoan ayah berantem" jawab Rio terkekeh
"iya nanti ayah cari bunda baru aja" ujar Dio membuat semua orang di ruangan terkekeh tidak dengan Sisil ia merasa kesal
"Dio mau punya bunda baru" tanya Rio berniat menggoda Sisil
"iya ayah yang baik ya" jawab nya mengangguk kan kepala
"iya nanti ayah cariin Dio bunda baru ya" balas nya dengan tawaan
"Dio kalo punya bunda baru tar Dio gak boleh banyak makan coklat" ucap Sisil
"gak apa-apa Dio bisa minta ayah" jawab nya
"Dio kalo punya bunda baru tar punya ayah baru juga mau" tanya Sisil lagi
"nggak ayah Dio cuma satu" jawab nya membuat Sisil kesal
"udah kak sabar aja gak usah di ladenin nama nya juga anak kecil" ucap kanita yang sudah melihat Sisil kesal
"heran dia anak gue apa bukan sii? kayak nya ni anak ketuker waktu di rumah sakit" gerutu Sisil membuat semuanya tertawa
"kamu kalo ngomong ay, jelas-jelas wajah Dio mirip aku masa iya ketuker" ucap Rio
"tau kak Sisil aneh" tambah kanita
semuanya terus berbicara mengobrol sesekali ada gelak tawa disana. mereka pun membahas apa saja yang di anggap nya asik, dan tiba-tiba Gea mengeluarkan suara yang membuat semua orang menoleh.
"om Eza sama anteh kapan nikah" tanya Dea polos membuat semuanya menoleh
"nanti ya sayang tunggu anteh nya sembuh dulu" jawab Eza tersenyum
"anteh kapan sembuh" tanya nya lagi
"be...besok sayang iya besok" jawab kanita ngasal
"anteh Sabil bentar lagi nikah Dea mau liat anteh nikah di dandanin kaya princess" ujar nya
"iya sayang nanti ya" balas kanita
"jangan lama-lama kan yang kredit mobil aja gak selama itu" celetuk Sisil dan mendapatkan tatapan tajam dari kanita
"gak usah kompor kak" balas kanita
__ADS_1
"sabar ya za nunggu emang gak enak" ucap Rio
"santai Yo" jawab Eza tersenyum
"kalo aku jadi Eza mending nyari yang lain dah" goda Sisil
"yaudah nyari yang lain aja sana" balas kanita ketus
"noh za di kasi lampu hijau tuh buat cari yang lain" goda sisil lagi, sumpah kali ini kanita gak bisa nahan rasa kesel nya lagi Mata nya mulai berkaca-kaca
"iya za Jeje masih setia kali" goda Rio
(ini apaan sii sumpah ya holang-holang pada gila apa gimana? gak mikir banget perasaan gue hiks... gak terima gue kalo kak Eza sama si Jeje liat aja huhu kesel gue pengen rasanya gue guling-guling saking nahan kesel nya hiks) batin kanita
"iya model cakep seksi lagi za. yakin tuh gak kegoda" ucap Sisil kali ini kanita meledakan emosinya dan menangis
"kakak apaan sii" teriak kanita dengan wajah merah dan air mata yang menetes
"loh kamu kenapa kan" tanya Sisil pura-pura polos Eza hanya tersenyum karena belum tahu jika kanita menangis. Eza masih fokus pada ponselnya dan hanya tersenyum untuk menanggapi
"gak usah pura-pura gitu, apa maksudnya nyuru kak Eza sama Jeje coba hiks..hiks" jawab kanita, kali ini Eza kaget mendengar Isak tangis kanita
"kan kok kamu nangis" tanya Eza menatap kanita dan menangkup wajah kanita
"lepas" ucap kanita menepis
"kan Sisil cuma bercanda gak usah di dengar" balas Eza menenangkan
"yhaaaaa baper dia" ledek Sisil dan Rio tersenyum. mereka memang senang jika bagian menggoda kanita
"udah udah gak usah nangis kan, gue mau balik ayo Dea" ucap Sisil menggendong Dea
"cepet sembuh anteh" ucap Dea mengecup pipi kanita. tidak mau kalah Dio pun melakukan hal yang sama
"anteh get well soon" ucap Dio memeluk dan mengecup pipi sang Tante
"gaya banget si Mansyur" ujar Sisil tertawa dan mengelus kepala Dio
"ih bundah mancul mancul apa si aku Dio bukan mancul" dengus nya
"haha yaudah ayo kita pulang" ajak Sisil dan mereka pun pamit...
setelah kepergian Sisil kanita diminta untuk istirahat karena ia masih terlihat lemas. dan lusa ia sudah di perbolehkan pulang, Eza merasa senang karena kanita sudah semakin membaik dengan begitu Sabil bisa cepat melangsungkan acara pertunangan nya dan Eza juga kanita akan menyusul Sabil dan juga Rio...
.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya🙏😉
N**: Thor nikah Thor nikah 😁
A: ngapa Lo Mumun ngebet pen nikah😂
N: bukan gue Thor bukan 😣
A: lah terus siapa yang pengen nikah Mun 🤔
N: elah gak peka Lo Thor😭
A: lah Lo ngomong aja kagak jamileh gimana gue mau tau😬 kalo apa-apa itu ngomong Jan kode-kode gak jelas gue bukan peramal yang bisa tau apa yang Lo mau tanpa Lo ngomong Mumun😏
N: emang gue belum ngasi tau Thor? 😁
A: auuahhh!
N: sorry Thor gue keburu semosi😌
A: serah Lo dah😏
N: author 😭😭😭
A: ngapa Lo
N: babang Eza sama kankan nikah Thor😭
A: sabar Mun sabar
N: jangan kelamaan 😣
A: nikah gak bisa dadakan Mumun dikira tahu bulat apa yak😏
N: tapi banyak Thor yang nikah dadakan🙄
A: iya itu kalo di grebek langsung di kawinin😌
N: suruh gitu aja Thor biar cepet😁
A: gak boleh gitu Mumun dosa Lo tau gak dosa😭
N: sekali aja Thor😂
A: gak boleh titik!😏
N: pelit Lo Thor😭
A: bodomamat 😏
__ADS_1
N: iyadah gimana Lo sama si Mamat dah 😌*