
Julian yang akan memasuki ruang rawat Mae terkejut mendengar teriakan Mae, pasalnya saat ia pergi ke kantin Mae dalam keadaan tidur.
Tanpa menunggu lama Julian masuk ke kamar rawat Mae, ia membuka pintu itu dengan kasar hingga membuat yang berada di dalam terkejut.
Brakkk... pintu terbuka, betapa terkejutnya Julian melihat Mae dalam keadaan gemetar.
Namun aneh nya Julian tidak melihat siapapun dalam kamar itu, ia hanya melihat seleng infus Mae terlepas dari tangan nya.
"Mai ko gak apa-apa?" tanya Julian mendekat.
"Hiks...hiks..." tangis Mae.
"Mai hei Lo kenapa?" tanya Julian lagi.
Karena panik Julian meminta mami nya untuk ke ruang rawat mae, sambil menunggu mami alin ia berusaha menenangkan Mae.
"Mae" panggil Julian lagi.
"Kenapa? kenapa semua orang gak suka gue nolong Dea hiks... kenapa dia mikir kalo gue lakuin ini karena punya tujuan yang jelek, gue nolong Dea ikhlas gak ada niat buat nyakitin Dea huhu" teriak Mae di tengah tangis nya.
"Maksudnya apaan?" tanya Julian bingung.
"Lo juga kan, Lo mikir kalo gue cuma cari perhatian aja karena gue nolong Dea. gue gak gitu gue sayang sama Dea ya karena gue gapunya sodara cewek, dan Dea orang yang baik makanya gue nolong Dea. tapi kenapa dia gak suka gue deket sama Dea kenapa" ucap Mae yang sudah tidak tenang.
Tidak lama kemudian mami alin masuk, dan melihat Mae yang terus berteriak dan memberontak dalam dekapan Julian.
"Mae" panggil mami alin, ia menghampiri Mae dan memeluk Mae penuh sayang. sama seperti apa yang ia lakukan kepada Dea, dan hal itu tidak lepas dari pandangan orang yang tadi menemui Mae.
Ia merasa kesal geram dan juga iri kepada mae, harusnya ia yang berada di posisi itu bukan Mae.
"Tenang sayang tenang. Jul panggil dokter" ucap mami alin, Julian pun segera memanggil dokter.
...
Di tempat Mei dan Dio tengah berjalan menuju parkiran, namun tanpa sengaja Mei melihat Nina yang sedang mengintip di jendela kamar Mae.
"Bang" panggil Mei kepada Dio.
"Ya" jawab Dio.
__ADS_1
"Abang duluan aja ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Mei.
"Mau di anter gak?" tanya Dio genit.
"Ogah" balas Mei.
"Haha yaudah hati-hati" ucap Dio meninggalkan Mei, setelah kepergian Dio Mei buru-buru menghampiri Nina dan menarik tangan Nina ke lorong rumah sakit yang cukup sepi.
Nina yang tangan nya di tarik tiba-tiba merasa terkejut, hingga ia menghempaskan tangan Mei dengan kasar. ia pun terkejut melihat Mei yang berada di hadapannya saat ini.
"Hai" sapa Mei.
"Lo? ngapain Lo bawa gue kesini" tanya Nina.
"Ngapain ya? kaya nya gue mau main-main sama Lo" jawab Mei menyeringai. dan itu membuat Nina gugup, ah meitha sekarang tidak selemah dulu yang selalu pingsan.
"CK.tiati kalah tar nangis" ledek Nina.
"Hahaha sayang nya gue yang jadi pemenang" ucap Mei bangga.
"Maksud Lo?" tanya Nina geram.
"Gue gak butuh mereka" ucap Nina.
"CK. Lo fikir mereka butuh Lo hah! mereka gak butuh temen yang gak punya hati kaya Lo" sinis Mei.
"Haha jangan main-main sama gue Mei, nanti Lo nyesel bersaing sama gue" ucap Nina.
"Cih. sayangnya gue gak pernah nyesel bersaing sama Lo kak Nina! bahkan karena kelakuan Lo yang oh baik sekali gue jadi gak punya saingan lagi" ucap Mei menekankan kata baik sekali.
"Haha gak usah bangga dulu, nanti dia berpaling ke gue Lo nangis-nangis" ledek Nina.
"Hahaha sayang nya gak bakal terjadi, buktinya gue udah jadi ratu dalam hidup dia! dan Lo harus inget gue gak akan biarin Lo rebut dia apalagi kalo Lo nyakitin kak Dea sama kak Mae. siap-siap aja keluarga Lo melebihi keluarga nya Desi" ancam Mei.
"Haha siapa Lo? kalo yang ngomong Dea gue bisa percaya. lah Lo siapa anak siapa Lo?" tanya Nina menyepelekan.
"CK. Lo nanya gue anak siapa? gue Meitha Putri Pradanta dan Lo bisa cari nama gue. dan ya kalo Lo udah ketemu nama gue Lo bisa hubungi gue kapan keluarga Lo mau gue sentuh" ucap Mei berlalu meninggalkan Nina yang mematung.
Ya ia sempat mendengar nama Mei di berita yang selalu muncul sebagai putri tunggal Gio Pradanta dan Nita, apakah benar gadis itu Mei atau. Nina buru-buru mncari nama Mei dan benar saja munculah profil lengkap Mei beserta data dirinya.
__ADS_1
Meitha Putri Pradanta.
Putri tunggal dari tn.Gio Putra Pradanta dan ny. Nita Zunita.
Meitha yang terlahir menjadi putri tunggal akan menjadi pewaris utama perusahaan milik sang Dady, Nina yang melihat artikel yang membahas tentang meitha dan kekayaan gio yang hampir sama dengan Rio pun menganga. bahkan di artikel itu tertulis bahwa meitha berada dalam lindungan Rio Putra Artadinata, yang tak lain adalah ayah dari Dea dan Dio.
babang Dio
bang Justin
kakak Dea
bang Julian (Mon maap kalo yang ini rada banyak gaya๐)
Siti Maesaroh
Nina (polos-polos bikin gregetan mele๐)
***Happy reading ๐๐ค
A**: segitu dulu aja ya, besok tambah lagi dah gak dua๐
N: besok banyakin dah ๐
A: siap Uun ku๐
__ADS_1
N: oke๐*