
Tiba-tiba mata Dea berkaca-kaca melihat mami alin yang memeluk dan menciumi Mae, Dea pun terisak di samping Carl hingga membuat Carl terkejut.
"Loh mom kenapa?" tanya Carl.
"Hiks...hiks..." tangis Dea pecah, kali ini bukan hanya Carl, Justin dan Sisil pun ikut terkejut.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Sisil dan Justin bersamaan.
"Mom" panggil Carl.
"Oma kamu kok jahat yang di peluk sama di cium aunty Mae aja, mom nggak hiks...hiks..." ucap Dea, membuat justin, Carl dan Sisil melongok.
"Sayang kamu kenapa jadi cengeng begini" tanya Justin.
"Kamu ngatain aku cengeng? kamu jahat banget si Abang aku benci kamu" teriak Dea, tidak terima di Katai cengeng.
"Sayang bukan itu maksudnya aku" ucap Justin.
"Apa kamu mau bilang kalo mami cuma sayang sama Mae? iya aku tau aku gak hamil kaya mae. tapi kan aku gak harus hamil aku udah punya anak aku udah punya Carl anak tampan kesayangan aku" ucap Dea.
"Carl mommy kamu kenapa si?" tanya Justin, jujur ia merasa pusing dengan tingkah Dea pagi ini.
"I don't know dad, lagian kan mommy semalaman sama Daddy" jawab Carl.
"Sudah tidak usah pedulikan Daddy kamu, ayo kita pergi aja Carl mommy mau minta Carl manjat pohon rambutan di samping rumah" ucap Dea membuat Carl terbatuk-batuk.
"Uhuk...uhukkk... mom gak salah aku manjat?" tanya Carl, karena setau dirinya Dea paling melarang putranya itu panjat memanjat. karena Carl pernah manjat pohon bersama dengan Dio dan setelah nya iya mendapatkan kuliah dari sang mommy.
"Iya yaudah ayo" ucap Dea menarik tangan Carl.
"Sayang kamu kan paling gak suka anak kamu manjat-manjat, nanti setelah nya pasti kamu akan memarahi Carl kasian carl" ucap Justin mengejar Dea.
"Abang kenapa si bang ganggu banget, udah dong Abang pergi aja sana sama mami dan aku sama Carl" ucap Dea.
Setelah tiba di dekat pohon yang di tuju, Carl pun langsung memanjat nya ia memetik buah rambutan yang di inginkan oleh mommy nya.
Belum lama Carl memetik buah Dea sudah berteriak histeris meminta Carl untuk turun, sungguh Carl merasa di kerjai oleh mommy nya.
Carl buru-buru turun dan melompat, melihat Carl yang sudah berada di bawah Dea menarik putranya dan memeluknya penuh sayang.
"Sayang maafin mommy, mommy gak tau kenapa hari ini mommy jadi seperti anak kecil hiksss...hikss" ucap Dea.
"Mom aku gak apa-apa mommy jangan nangis, aku gak mau liat mommy sedih" balas Carl menghapus air mata Dea.
__ADS_1
"Dad" panggil Carl, kepada Justin yang berada di belakang Dea.
Justin pun berjalan dan mendekati Dea juga Carl, Justin memeluk Dea penuh cinta dan mengecup puncak kepala Dea. namun tiba-tiba Dea mendorong tubuh Justin.
"Abang ih pake parfum apaan si kok bau" ucap Dea membuat justin terbelalak, sementara Carl menahan tawa nya.
"Sayang kamu jahat sekali, aku kau bilang bau sementara Carl kau bilang wangi padahal parfum yang aku pakai dan yang Carl pakai itu sama" ucap Justin, Ia benar-benar di buat kelimpungan oleh Dea.
"Nggak Abang parfum nya Carl wangi, tapi parfum Abang bau aku nggak suka" ucap Dea.
"Hah yasudahlah nanti aku akan mengganti parfum ku" ujarnya.
"Abang marah?" tanya Dea.
"Tidak sayang mana berani aku marah" jawab Justin.
"Itu muka Abang kaya orang kesel, hiks...hiks... Abang marah sama aku" ucap nya.
Justin benar-benar bingun dengan tingkah ajaib istrinya, demi Ultraman yang berubah menjadi ultraflu Justin ingin sekali menenggelamkan tubuh nya.
"Sayang aku tidak marah, ayolah honey jangan seperti ini kau membuat Abang khawatir" ucap Justin membujuk Dea, sementara Carl tersenyum seperti berkata rasain kau dad nikmati saja perubahan sikap mommy yang aneh ini.
"Jangan ketawa kamu bang" ucap Justin, membuat Dea menoleh ke arah Carl lalu menatap tajam kepada Justin.
"Siapa yang memarahi putramu, aku tidak memarahinya" ucap Justin.
"Putramu putramu, apakah dia bukan putramu juga hmmmmm" cetus Dea membuat Justin frustasi.
"Iya sayang iya putra kita putra kesayangan kita, kau puas" ucap Justin.
"Ya aku sangat puas" balas Dea, berlalu meninggalkan Justin dan Carl yang mematung.
"Bang ada apa dengan mommy mu? kenapa jadi eror begitu" tanya Justin.
"Entahlah dad akupun bingung, tadi mommy memintaku manjat pohon tidak lama ia berteriak histeris memintaku turun" ucap Carl mengingat permintaan sang mommy.
"CK.kasihan sekali nasib mu boy. cucuk sulung keluarga Abrisham disuruh manjat pohon" ucap Justin terkekeh.
"Lalu bagaimana dengan Daddy, apa kata orang jika seorang putra sulung keluarga Abrisham di Katai bau oleh istrinya sendiri" ucap Carl yang membuat justin menggaruk kepalanya.
"Haih kau ini, sudah lah bang kita memang akan selalu kalah oleh mommy mu itu" ucap Justin yang di angguki oleh Carl.
Carl dan Justin pun bergegas menyusul Dea yang saat ini berada di ruang keluarga, Justin menatap wajah cantik Dea dengan lembut. ia benar-benar bingung dengan tingkah istrinya untuk hari ini yang membuat dirinya juga putranya kerepotan.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Nih yang pagi ini di kerjain sama mommy π
Daddy***
(***pusing pala gue ngadepin ibu negara yang sensitif, salah mele heran gue πͺ)
Abang Carl
(kesayangan nya mommy inimah***)
(Yang sabar dad, wanita itu harus di sayang jangan di galakinπ nanti kalo Daddy galak dilarang tidur bareng mommy, auto puasa malam dadπ)
***Happy reading ππ€
A**: segini dulu ya gaesπ
N: oke Thor sering-sering lah up nya π
A: vote nya juga sering-sering lah Uun π
N: oke itumah dah π
__ADS_1
A: siipπ*