
kanita pun menarik nafas nya dan kembali bertanya kepada Sisil...
"ya baiklah lalu apa yang ingin kau dengar" tanya kanita
"tentang Rey" jawab Sisil
"apa? kenapa kau ingin aku bercerita tentang nya" tanya kanita semakin heran
"ya karna kemarin kau bilang jika Rey sudah tidak jomblo lagi bukan" ucap Sisil
"ya, lalu apa urusannya dengan kita jika dia sudah tidak jomblo lagi" jelas kanita
"hey apa kau bodoh, aku tau kau menyukainya bukan" ucap sisil
"lalu kenapa? apa kau ingin aku merebut Rey dari kekasihnya" jawab kanita
"apa aku menyuruh mu melakukan itu? apa aku pernah mengajarkan mu menjadi seorang pelakor?" tanya Sisil mulai gemas kepada adiknya
"tidak, lalu kenapa kau ingin aku bercerita tentang nya?" tanya nya lagi sementara Sisil menarik nafas kasar
(apa aku harus bercerita jika kak Rey bersama kak Mela rasanya itu tidak mungkin, aku saja tidak ingin membahas nya, eh ngomong-ngomong cwo yang kemarin itu siapa uhhhh ganteng banget) batin kanita
"kak apa kau menginginkan sesuatu buah tau makanan misalnya" ucap kanita mengalihkan pembicaraan
"tidak aku ingin kau bercerita" ucap Sisil
"yaampun kenapa semenjak kau hamil menjadi kepo seperti ini" jawab kanita
" cerita atau tidak" ucap Sisil
"ya ya baiklah akan ku ceritakan semua yang ingin kau dengar" jawab kanita lalu Sisil pun tersenyum
__ADS_1
π π π
kanita pun menceritakan semua yang terjadi soal ia melihat Rey di sebuah mall, lalu makan di sebuah restoran dan bersama siapa Rey ke restoran itu kanita menceritakan nya dengan detail kepada Sisil hingga membuat Sisil terkejut karena nama sahabat nya di sebutkan oleh kanita, kanita bercerita sampai selesai...
"begitu ceritanya bumil" ucap kanita
"apa kau yakin bahwa wanita itu adalah Mela" tanya Sisil ragu
"huh apa kau tahu padaku kak, jika wanita lain yang bersama kak Rey mungkin aku sudah berusaha untuk merebut nya tapi dia kak Mela sahabat mu mangkanya aku tidak ingin merebut nya" jelas kanita
"lalu bagaimana dengan perasaan mu" tanya Sisil
"tidak usah kau pikirkan aku baik-baik saja, aku bahagia dengan melihat mereka bahagia" jawab Kania
"apa kau tidak sakit hati" tanya Sisil lagi
"untuk apa? aku tidak ingin egois merusak persahabatan kakak ku karna aku tau jika aku egois maka itu akan membuat persahabatan mu hancur dan itu pasti akan menyakitimu bukan" jawab kanita
mendengar jawaban kanita Sisil pun memeluk nya dengan meneteskan air mata..
"kau tidak perlu meminta maaf kak ini bukan salah mu, lagian aku sudah punya incaran baru" balas kanita menghibur Sisil
mendengar jawaban kanita membuat Sisil melepaskan pelukannya...
"incaran baru? siapa maksud mu" tanya Sisil penasaran
"kakak tapi kau jangan marah padaku ya" jawab kanita
"kenapa aku harus marah padamu" ucao Sisil
"baiklah kakak laki-laki kemarin yang kesini itu siapa" tanya kanita
__ADS_1
"itu sahabat nya mas Rio" jawab Sisil
"iya aku tau itu sahabat kak Rio tapi namanya" tanya nya lagi
"yang mana" tanya Sisil
"yang tinggi tampan, a.... yang bertanya padaku" jawab kanita
"ohhhh itu Eza, kenapa apa kau menyukai nya" tanya Sisil
"tidak" jawab kanita santai
"lalu kenapa kau bertanya kepada ku" tanya Sisil
"hanya ingin tau saja" ucap kanita
Sisil pun semakin bingung dengan tingkah adiknya, sadar karna sekarang mereka tidak tinggal satu rumah dan membuat mereka tidak terlalu dekat juga membuat Sisil terheran dengan tingkah adiknya akhir-akhir ini...
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Bersambung....
jangan lupa like sama voteππ***