Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 217


__ADS_3

Di sebuah ruangan terlihat dua orang laki-laki yang sedang berbincang, ralat maksudnya bertatap muka dengan ekspresi wajah yang menakutkan.


Justin menatap lawan bicaranya dengan tatapan membunuh, sementara yang di tatap hanya tersenyum.


"Ada apa Lo nemuin gue?" tanya Justin.


"Gue mau ngasi tau keberadaan Dea" jawab Joni, ya lelaki itu adalah joni. secinta-cinta nya dia kepada Dea namun ia tidak bodoh mau merebut istri orang lain yang bahkan sedang mengandung.


"Apa?!" teriak Justin.


"Santai gak usah teriak" ucap Joni.


"Lo" ucap Justin.


"Iya gue mau kasi tau elo keberadaan Dea" jawabnya.


"Kenapa?" tanya Justin penasaran, karena ia tahu jika Joni pun sama ia mengincar istri nya.


"Gua gak mau ngulang kesalahan yang sama, dulu gue udah rebut Desi dari Lo dan gue gak mau itu terjadi lagi. secinta-cinta nya gue sama cewek gak mungkin gue rebut istri orang yang bahkan lagi hamil kan" jawab Joni membuat Justin tercengang, bukan hanya itu sebenarnya Joni takut jika Justin pun akan menyeret dirinya atas penculikan Dea.


"Dimana Dea?" tanya Justin.


"Tapi ada satu masalah" jawab Joni.


"Apa?" tanya Justin mengernyit.


"Desi sekarang lagi ngincar Lo, ya kalo gue Masi bisa ngalah tapi gue gak yakin kalo Desi bakal ikhlasin Lo buat Dea setelah dia tau Lo putra keluarga Abrisham" jawab Joni.


"CK.wanita rubah itu, biarkan saja gue gak peduli intinya gue mau nyari bini gue" ucap Justin.


"Dea ada di pinggiran kota A, di sebuah rumah tua. tepatnya si itu rumah lama milik keluarga Dodi" ujar Joni.


"Shiiiitttt, Kenap gue gak kefikiran" umpat Justin.


"Gimana mau kefikiran, otak Lo isinya Dea semua Panjul" dengus Joni.


"Antar gue kesana sekarang" ucap Justin, dan Joni pun mengiyakan.


Di dalam perjalanan Justin menghubungi Rio dan Julian, tidak hanya itu Mae yang saat ini berada di rumah Rio pun memohon ingin ikut. alhasil Rio, Eza, ziyan dan Sisil ikut menyusul Justin. tidak lupa Dio dan Julian Mei yang juga ikut.


Sementara dengan tidak sadar mobil Justin di ikuti oleh seorang wanita yang bernama Desi, dengan licik Desi menyekap Agis sahabat Justin yang lama menghilang.


Ia sengaja menyekap Agis untuk mengecoh Justin agar tidak menemukan Dea, dan agar Justin lebih memilih menyelamatkan Agis. padahal Desi tahu jika Agis sudah memiliki suami.


Justin tiba di rumah lama Dodi, penjagaan rumah itu sangat ketat. Justin berdecak kagum ternyata Dodi benar-benar sangat menginginkan istrinya sampai rela menyewa orang untuk berjaga.

__ADS_1


"Itu rumah Dodi, tapi gimana kita masuk ya?" tanya Joni polos.


"CK.masuk ya lewat pintu lah" jawab Justin.


"Gue tau, maksudnya gue tanpa bikin keributan. kalo kita bikin keributan nanti yang ada dia bawa lari Dea lagi" ujar Joni.


"Lo gak usah takut itug gak bakal terjadi, Lo liat orang-orang itu" tunjuk Justin kepada orang kepercayaan nya.


"Iya kenapa?" tanya Joni.


"Sebelum kita sampe gue udah kirim mereka kesini, buat bilang kalo mereka orang tambahan dari Dodi" jawab nya.


"Pinter juga Lo" puji Joni.


"Mereka gak akan bikin keributan, mereka gak tau gue siap yang mereka tau Lo temen nya Dodi" jelas Justin.


Tidak lama kemudian mobil Rio dan yang lainnya tiba, Rio menghampiri Justin dan Joni.


"Bagaimana?" tanya Rio.


"Kita akan masuk yah, toh mereka gak tau kalo Dea bagian dari kita" jawab Justin.


"Tapi aku" tanya Mae.


"Kamu ngumpet aja di antara kita mereka gak akan sadar" ucap Justin.


Saat Justin akan masuk Dodi keluar dari rumah itu betapa terkejutnya ia melihat rumah nya ramai dan sudah di kepung.


Dodi memutuskan untuk berlari namun Justin yang sadar segera mengejar Dodi, begitupun dengan Mae yang ikut mengejar.


Sementara yang lain menghadapi anak buah Dodi yang terbilang cukup banyak, Mae berlari mencari kamar yang mungkin menjadi tempat penyekapan Dea.


Tidak ingin kalah Desi menarik Agis dan memasukkan ke kamar yang sama dengan Dea, dan jarak yang berada Dea berada di sudut kanan sementara Agis di sudut kiri.


Agis yang melihat Dea pun terkejut pasalnya bukan hanya ia yang di sekap, Agis menangis sesenggukan saat melihat wajah pucat Dea. sedikit banyak nya ia tahu mengenai Dea yang menjadi istri Justin, namun tidak dengan Dea gadis mungil itu tidak mengenal Agis.


"De...Desi" ucap Dea terkejut.


"Haha ya ini gue Dea kenapa? Lo takut" ujar Desi.


"Lo ngapain disini?" tanya Dea, lalu perhatian nya teralihkan kepada Agis yang terikat.


"Gua? ya gue mau rebut Justin dari Lo" jawab nya membuat mata Dea membulat sempurna.


"Gak Lo gak akan bisa lakuin itu" ujar Dea.

__ADS_1


"Kata siapa kita lihat saja" ledek Desi.


...


Sementara Justin terus mengejar Dodi hingga mendapatkan nya, ia memukul wajah Dodi tanpa ampun.


"Dimana Dea? dimana Lo sembunyiin istri gue" teriak Justin.


"CK.lo gak bakal ketemu sama Dea" ucap Dodi.


"Baj*Ngan diamana Dea?" teriaknya lagi, namun saat Justin akan melayangkan pukulannya lagi, ia mendengar suara Mae yang berteriak.


"Abang Dea ada disini bang, di kamar ini" teriak Mae.


Justin pun menoleh ke arah Mae, dan melihat gadis itu kesulitan membuka pintu.


.


.


.


.


.


.


.


***happy reading 😊🤗


A**: gue nulis ini geregetan Uun😊


N: lah ngapa Lo Thor😂


A: kesel gue sama si Desi, ingin ku berkata kasar😒


N: kasarin lah Thor😂


A: gak bisa nanti gue di sekap🤣


N: sapa yang mau sekap elo 😂


A: kan takutnya 😂 tar kalo di sekap gue gak bisa nulis 🤣🤣🤣

__ADS_1


N: anj*r🤣🤣🤣*


__ADS_2