Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 53


__ADS_3

setelah Sisil mengepak barang-barang nya kedalam koper iapun bergegas kembali kebawan untuk menemui suami dan papanya....


setibanya Sisil dibawah mereka pun berpamitan kepada pak Gerry juga kanita...


"papa jaga diri papa baik-baik ya jangan terlalu sibuk bekerja" ucap Sisil memeluk pak gerry dan meneteskan air mata


"tentu sayang papa ingat pesan-pesan mu, kau juga jaga dirimu ya" balas pak Gerry mengecup kepala Sisil


"dek jaga aku titip papa ya jaga papa dengan baik, jika ada apa-apa kabari aku" ucap Sisil memeluk kanita


"iya kak kau tenang saja aku akan menjaga papa tersayang kita" balas kanita meyakinkan


"nak Rio papa titip Sisil ya, jangan buat dia sakit hati apalagi sampai meneteskan air matanya" amanat pak gerry


"tentu saja pa saya akan menjaganya dengan baik, kalau begitu kami permisi dulu" balas Rio berpamitan


"baiklah hati-hati dijalan" ucap pak gerry


Sisil dan Rio pun pergi meninggalkan rumah pak Gerry.... setelah 30 menit dalam perjalanan merekapun sampai dirumah pribadi Rio....


"ayo turun, biar nanti pelayan yang menurunkan koper mu" ucap Rio turun dan masuk kedalam rumah


"apa dia ninggalin gue gitu aja.... dasar gunung esss" gerutu Sisil menyusul Rio


"loh mas ko sepi ya yang lain pada kemana?" tanya Sisil


"yang lain siapa maksud mu?" tanya Rio


"ya mama mu lah mas ko gaada ko sepi ya" tanya nya lagi


"ya memang ini kan rumah ku bukan rumah mama" jawab rio


Sisil hanya menjawab dengan

__ADS_1


"Oooooo" sambil membulatkan mulut nya....


💞 💞 💞


Sisil yang masih mematung diruang tamu ia bingung dimana kamar yang harus ia tempati, sementara Rio yang sudah menaiki tangga berhenti melihat Sisil yang masih berdiri diruang tamu...


"kenapa kau masih disitu, apa kau tidak ingin beristirahat" tanya Rio


"ahhh iya aku sangat lelah, tapi aku bingung dimana kamar ku" jawab Sisil


"ikutlah denganku" ajak Rio, Sisil pun mengikuti Rio dari belakang...


dan mereka pun sampai di depan sebuah pintu yang cukup besar ya itu adalah pintu kamar utama, lebih tepatnya kamar Rio...


"ini kamar yang akan kau tempati" jelas Rio


"haaah, apa kau tidak salah menyuruh ku menempati kamar besar ini sendiri?" tanya sisil


"apa jadi kita satu kamar" tanya Sisil


"hey kita sudah suami istri jadi apa salahnya nya jika kita tinggal satu kamar" jelas Rio


"oiya hehe kau benar, yasudah aku ingin istirahat" ucap Sisil berjalan menuju tempat tidur..


"ya istirahat lah, bentar lagi pelayan datang mengantarkan koper mu" balas Rio meninggalkan Sisil menuju ruang kerja


tok....tok...tok.... ketuk seorang pelayan...


"ah iya masuk" ucap Sisil


"non maaf ini kopernya, mau langsung saya bereskan atau gimana" tanya pelayanan


"oiya, mba Sisil boleh minta tolong" tanya nya ragu

__ADS_1


"tentu saja non" ucap pelayan


"yuk mba ikut Sisil ke ruang pakaian bantu Sisil merapikannya" pinta Sisil


"ah apa tidak saya sendiri saja non" tanya pelayan


"tidak ini banyak sekali nanti mba cape, jadi bantu Sisil aja ya" pintanya


"baiklah non" mengangguk


(yaampun padahal sebelumnya wanita yang dekat dengan tuan muda tidak sopan seperti ini, mereka dengan bangga menyuruh tidak seperti non Sisil tuan beruntung memiliki istri seperti nya) batin pelayan...


merekapun membereskan barang-barang yang telah di bawa Sisil di ruang pakaian, hingga akhirnya selesai....


.


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung ....


jangan lupa like sama vote nya 🙏😉***

__ADS_1


__ADS_2