Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 154


__ADS_3

malam ini malam dimana Dea dan keluarga nya di undang makan malam di rumah mami alin, karena besok Justin dan Julian harus sudah kembali ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.


Dea tampil sangat cantik sekali begitupun dengan meitha, Dea dan Mei sedang menunggu sang ayah juga bunda nya di ruang tamu. sementara Dio ia sedang uring-uringan karena ada janji dengan temannya yg harus tertunda.


"Abang ngapa kenapa bang? gak bisa diem amat" tanya Mei.


"kepo amat nyil" jawab Dio ketus. ya Dio memang sedikit malas untuk berdebat.


tak lama kemudian Rio dan Sisil pun tiba di ruang tamu, tidak lupa dengan baby Dena yang berada dalam pelukan sang bunda.


setelah semuanya kumpul merekapun bergegas ke rumah mami alin, yang berada tepat di depan rumah nya.


...


keadaan makan malam sangat tenang, tapi tidak dengan Justin yang selalu mencuri pandang kepada Dea. Justin merasa tersaingi oleh Dea karena Dea selalu membuat perhatian mami nya beralih.


tidak hanya itu Dea pun melakukan hal yang sama ia sesekali melirik Justin, Dea berfikir bahwa Justin memiliki kelainan karena selalu cuek kepada wanita.


namun saat keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing tidak dengan Mei dan Julian yang perang kaki di bawah meja.


buk...Mei membalas menendang kaki Julian dengan mulut yang tidak berhenti mengumpat.


"Panjul sial*n awas Lo ya" itulah arah bicara mulut Mei namun tidak bersuara.


tidak peduli dengan kekesalan Mei Julian terus mengerjai nya. bukan tidak sengaja, justru Julian sengaja mengerjai Mei karena merasa kesal dengan Justin yang duduk dekat dengan Dea.


karena itu membuat Julian sulit untuk menggoda Dea yang menjadi calon kakak iparnya, entahlah Julian sangat suka menggoda Dea.


saking kesalnya Mei nyeplos ke bawah meja dan mencari kaki Julian, saat sudah menemukan kakinya Mei mengikat tali sepatu Julian dengan tali sepatu milik Dio dan Justin. karena Julian duduk di tengah Dio dan Justin.


setelah selesai dengan kejahilan nya Mei pun kembali duduk di kursinya dengan tersenyum licik. ya ia sengaja melakukan itu karena jika kaki Julian tidak bisa diam maka kaki Dio atau Justin pun akan itu bergerak.


seperti saat ini Julian menggerakkan kakinya namun terasa berat. tanpa di sadari kaki Justin pun ikut tertarik hingga membuat Justin menatap tajam.


"kaki kamu mau diam atau mau aku potong" ancam Justin.


"apaan si bang orang dari tadi gue diem" ucap Julian polos.

__ADS_1


namun tiba-tiba Justin dan Dio bangun dari kursi nya. dan itu membuat kedua kaki Julian tertarik kiri dan kanan hingga.


bruugghh.... Julian terjungkal.


"araaagghhh" pekiknya membuat Justin dan Dio pun kaget karena kaki nya yang terikat dengan kaki sang adik.


"yaampun Julian kamu gak apa-apa" tanya Sisil panik.


"nggak apa-apa Tante" jawab nya masih dengan posisi terlentang.


"kalian berdua kenapa ngeliatin aja? tolongin apa" ujar Julian Kepada Justin dan Dio


"katanya gak kenapa-napa" ucap Justin cuek.


"yaampun peka dikit apa bang, adik Lo jatuh ini malah di liatin" ujar julian yang membuat Mei tidak bisa menahan tawa nya.


"haha...Panjul ngapa? sakit gak?" tanya Mei masih tertawa.


"berisik Lo meimunah" jawab Julian


"bodoamat" ucap nya


"Dea tolongin dong" pinta Julian yang membuat Dea beranjak dari duduknya. namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena mami alin lebih dulu menolong Julian.


"bangun nak gak usah manja" ucap mami alin tersenyum.


"iya mi" jawab nya dan melepaskan ikatan sepatu nya.


...


dikamar Justin memikirkan permintaan sang mami yang memintanya untuk segera menerima sosok Dea, bukan tidak ingin namun Justin belum bisa melupakan gadis yang saat ini sudah pergi untuk selamanya.


waktu Justin Masi SMA ia dekat dengan seorang gadis cantik dan sederhana, mami alin tidak melarangnya sama sekali namun saat itu Justin melanjutkan pendidikan di luar negeri. tujuan nya setelah selesai S1 Justin akan menyatakan perasaannya kepada sang gadis.


belum sempat Justin selesai S1 gadis itu sudah harus pergi untuk selamanya karena menderita kanker, Justin sangat terpukul maka dari itu ia jarang sekali pulang ke tanah air. Justin lebih menyibukkan dirinya dengan belajar karena ia adalah pewaris utama dari keluarga nya.


"Dea Anggita Putri apa aku bisa menerimanya? namun aku masih belum yakin" lirih Justin.

__ADS_1


ia membayangkan kedekatan Dea dengan mami nya, Dea yang lucu juga manis cepat sekali membuat setiap orang mudah menyukainya.


...


di tempat lain Rio yang sedang berada di ruang kerja nya memikirkan Dio juga meitha, melihat Dio yang terlihat seperti orang yang sedang menjaga sesuatu membuat Rio bingung.


akankah Dio sudah memiliki kekasih? tapi bagaimana dengan mei. meskipun Mei terlihat lebih dekat dengan Julian namun jika dirumah Mei juga terlihat sangat dekat dengan Dio. ahhh semua itu benar-benar membuat Rio pusing.


berbeda dengan Dea yang selalu asik dengan dunianya, bahkan Dea terlihat biasa saja seperti seorang jomblo pada umumnya. Rio tidak ingin membatasi Dea juga Dio maka dari itu ia tidak pernah mau melihat anak-anak nya tertekan.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: kemana aja Lo jamileh?πŸ˜’


A: Mon maap sekarang lagi sibuk-sibuknya 😌


N: sibuk apaan Lo makan rengginang?πŸ˜‚


A: bukan lah MalihπŸ˜’


N: haha kirainπŸ˜‚ yaudah up yg banyak 😁


A: iyaiya bawel πŸ˜’


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*

__ADS_1


__ADS_2