Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 141


__ADS_3

hari ini Dea dan Dio sedang berada di sekolah nya, Dea terkenal sebagai primadona nya dan Dio sebagai cowok terpopuler.


banyak orang yang tidak mengetahui hubungan keduanya bahwa mereka kakak beradik, bahkan banyak orang yang melihat keduanya sangat cocok.


Dea yang cantik ceria juga Dio yang tampan dan datar, bahkan keduanya sering kali berdebat di hadapan teman-temannya. mereka akan berdebat jika bertemu ya begitulah mereka jiwa tom and Jerry seperti sudah di sematkan pada mereka.


banyak yang memanggil Dea dengan sebutan bohay dan ada pula yang menyebutnya seksi, teman Dea yang bernama Nina selalu memanggil bohay.


dea hanya dekat dengan Nina karena memang cuma Nina yang tahan dengan tingkah Dea yang cerewet dan bawel.


"bohay Lo liat no si Dio OMG ganteng nya, pangeran impian gue" ucap Nina Kepada Dea


"cih modelan begitu Lo bilang ganteng" ujar Dea, ya memang Dea dan Dio sepakat untuk tidak memakai nama belakang keluarga Artadinata. Dea ingin memiliki teman yang menerima apa adanya begitupun dengan Dio.


Dea dan Dio memang sengaja agar tidak terlihat seperti kakak beradik, karena mereka tidak ingin risih di dekati orang-orang yang mencari simpati nya.


misal nya Dio dia tidak mau di dekati oleh para lelaki yang ingin mendapatkan Dea kakak nya, karena modus para lelaki itu akan membuat nya risih.


begitupun sebaliknya Dea tidak ingin di dekati oleh para wanita yang menggilai adik nya, meskipun masih sekolah Dio benar-benar mampu menarik perhatian para wanita di sekolahnya.


"yaampun bohay mata Lo picek? itu liat si Dio oh my oh my gue jadi yang ke lima nggak apa-apa" ucap nya lagi


(dasar gila, iyalah gue biasa aja gak gila kaya kalian orang gue tinggal satu rumah hahaha bahkan nih ya tu bocah tunduk bener sama gue. ya karena gue kakak nya hahaa) batin Dea


"apasi gak usah Nora mending kita ke kantin aja nggak usah liatin muka dia gak bakal bikin kenyang" ucap Dea yang sempat di denger oleh Dio


"maksudnya apaan neh" tanya Dio menghampiri Dea


"elah si Jono datang" cetus Dea


"hah?" ucap Nina heran


"gue emang tampan dari kabin, Lo kan tau ayah gue sama bunda gue aja cakep nya bukan main" ucap Dio bangga


(*cih naj*s ayah bunda Lo tuh ayah bunda gue juga curut. lah Lo kalo di rumah udah gue pepes buat makan ikan lohan*) batin Dea


"haha iyaiya serah Lo dah, yang penting gue mau ke kantin laper karena liatin muka ganteng aja nggak cukup! nggak bakal bikin kenyang" ucap Dea berlalu


(dasar Maemun kalo bukan kakak gue udah gue Sleding Lo Maemunah, untung Lo kakak gue yang paling cantik tiada duanya weehh hahaha.) batin Dio menatap kepergian Dea


"Lo ngapa diem aja Dio kejar itu si seksi elah primadona itu Joy, kalo gue jadi Lo udah gue culik dia" ucap


melihat Dea pergi Nina pun ikut mengejar Dea yang berjalan menuju kantin.


"bohay tungguin apa ya elah Lo kaya emak-emak mau nagi utang" teriak Nina


"bukan nagi utang gue lagi di kejar-kejar tukang kredit" ucap Dea


"lah tukang kredit?" tanya Nina


"iya gue lagi di kejar-kejar" jawab nya


"yang ngejar elo kan gue berarti yang tukang kredit nya gue dong" ucap Nina polos


"nah kan ngaku juga Lo hahaha" ujar Dea


"si cunguk si Kuya" umpat nina namun Dea masih terkekeh


...


di tempat lain Sisil dan Rio sedang panik setelah mendapat kabar mengenai Nita dan gio. Sisil nangis tiada henti.


"sayang kamu jangan nangis terus dong, kalo kamu nangis terus kasian baby nya. kamu lupa kemarin masuk rumah sakit gara-gara apa? itu gara-gara kamu banyak fikiran dan kecapean, jadi plis kamu gak usah nangis lagi" ucap Rio


"ya gimana gak nangis itu nasib meitha gimana, meitha pasti tertekan mas kasian" ujar Sisil


"ya kita juga nggak bisa berbuat apa-apa sayang, lagian itu kesalahan sodara angkat nya nita kalo soal meitha kita fikirin nanti" imbuhnya.


"mas kita bawa meitha pindah kesini aja mas aku nggak tega" pintanya Sisil


"nggak bisa dong sayang, disana Masi ada gio dan Nita selaku orang tua meitha kita gak bisa seenak nya bawa meitha" jelas Rio.


...


di kediaman kanita dan Eza kanita tengah sibuk dengan anak nya yang semakin aktif ia beberapa kali di buat kelelahan.


"mami" panggil Arshal


"iya nak kenapa sayang" jawab kanita


"mami numi mih numi" ucap nya meminta minum


"Abang mau minum?" tanya kanita

__ADS_1


"iya mih numi" jawab nya antusias


kanita pun beranjak mengambil minum untuk putranya, setelah minum Arshal kembali bermain dengan pengasuh nya.


Arshal terlihat mirip sekali seperti sang papi yaitu Eza, mami Eza sangat menyayangi cucu semata wayang nya itu.


mami Eza yang sering pergi-pergi pun selalu membelikan oleh-oleh untuk Arshal, bahkan kanita sempat kesal karena mami mertuanya terlalu memanjakan Arshal.


apapun yang di ingin kan anak itu pasti akan langsung di kabulkan oleh papi dan Oma nya yaitu mami Eza.


"kak kamu tuh kalo Arshal minta apa-apa jangan langsung di beliin lah" ucap nya kepada sang suami


"loh memang nya kenapa sayang" tanya Eza


"kebiasaan nantinya kak, jangan terlalu di manja. mami juga kalo Arshal minta apa-apa pasti langsung di beliin aja" jawab nya


"ya wajar lah sayang Arshal kan cucu mami satu-satunya jadi apa aja pasti di belikan" ujar Eza


"ya tapi gak gitu juga kak, liat noh kak Rio sama kak Sisil mana pernah si mereka manjain Dea sama Dio" ucap kanita


"maksudnya" tanya Eza


"iya Dio sama Dea aja yang anak sultan gak pernah di manjain sampe sebegitu nya sama kak Sisil dan kak Rio" jawab kanita membuat Eza terkekeh.


Eza tahu seberapa kerasnya Rio yang selalu memanjakan anak-anak nya, apalagi saat Dea dan Dio Masi kecil setiap sudah bepergian Rio selalu riweh Mambawa oleh-oleh atau mainan baru untuk anak-anak. bahkan dia selalu membelinya dua ya karena memiliki anak kembar jadi apapun harus serba dua biar adil.


bahkan mama Rio pun sama dia selalu heboh membelikan apapun yang cucu nya ingin kan, dari mainan limited edition hingga barang-barang keluaran terbaru. Sisil tidak bisa melarang suami dan mertuanya namun dibalik itu ia tidak pernah memamerkan apapun yang anak-anak miliki selain orang itu mengetahui nya sendiri seperti Eza dan gio yang tahu Rio yang selalu memanjakan kedua anak nya.


melihat Eza tertawa kanita pun bingung kenapa suaminya itu malah tertawa, padahal tidak ada hal yang lucu sama sekali.


"kamu kenapa tertawa kan tidak ada yang lucu" tanya kanita


"ya lagi kamu lucu sayang" jawab Eza


"lucu apanya coba" tanya kanita lagi.


"kamu gak tau aja riweh nya si Rio kalo beliin anak-anak nya mainan atau barang-barang, bahkan dia selalu membeli semuanya serba dua biar adil. dan setiap ada mainan atau hal terbaru Rio selalu memberikan untuk kedua anak nya. apalagi mama nya Rio yang begitu antusias berbelanja untuk cucuku nya si Dea bahkan untuk si Dio pula" jawab Eza membuat kanita tercengang


"wajar kalo aku kaya gini karena Arshal anak kita satu-satunya, coba kalo di bayangin sama si Rio yang apa-apa harus dua" ucap Eza lagi


"iya juga sii bahkan saking banyak nya duit kak Rio dia sampe dikira pelihara kurcaci" ucap kanita membuat Eza mengernyitkan keningnya.


"kurcaci?" tanya Eza


"si Rio mah udah sultan dari jaman nenek moyang nya, wajar aja kalo sekarang kedua anak nya pada dibilang anak sultan" ucap Eza dan kanita pun manggut-manggut


"tapi kemarin aku denger cerita kalo kak Sisil marah-marah haha" ucap kanita tertawa mengingat curhatan Sisil


"kenapa marah-marah" tanya eza


kanita pun menceritakan bahwa rumah Sisil banyak kedatangan mobil baru yang di kirim Rio untuk kedua anak nya, dan setelah dua Minggu kemudian ia mendapatkan kiriman mobil terbaru lagi yang di kirim oleh papa Rio untuk kedua cucuk nya yaitu Dea dan dio, bahkan seminggu kemudian ada dua mobil mewah sampai di rumah nya yang tak lain dari mama Rio, Sisil sangat merasa geram akan tingkah suami dan mertuanya yang sangat memanjakan Dea dan Dio.


flashback on


"*nyonya permisi di depan ada kiriman mobil dari tuan besar" ucap ketua pelayan


"tuan besar?" tanya Sisil heran karena tuan besar yang di maksud ada dua papa nya dan juga papa Rio.


"papa nya tuan Rio nyonya" ucap pelayan tersebut dan Sisil pun mengangguk


saat Sisil keluar betapa terkejutnya ia melihat dua mobil mewah yang bernama koenigsegg ccxr rasanya nafas Sisil seketika terhenti. papa mertua nya yang selalu sibuk di negara sakura dengan urusan bisnis tiba-tiba mengirimkan hadiah untuk cucu nya.


"OMG apa mereka salah alamat?" gumam Sisil


"nyonya silahkan tanda tangani ini" ucap salah satu orang yang mengantarkan mobil itu.


"se... sebentar aku mau telpon papa mertuaku dulu" ucap Sisil gugup dan di angguki oleh orang tersebut.


Tut...Tut...Tut... dan panggilan pun terhubung.


Sisil: hallo pa


papa: iya sayang kenapa? apa kau sudah menerima mobil nya nak? apa cucuk ku menyukai nya?


sisil: i...iya pah ini Sisil mau tanya kenapa papa kirim dua mobil pa?


papa: nak cucu ku itu saat ini ada dua jadi aku harus adil bukan terhadap cucu ku


Sisil: tapi pa itu sangat berlebihan


papa: tidak nak itu hadiah untuk mereka, aku harap kau menerima nya dan cucuk ku menyukai nya


papa: yasudah papa tutup dulu papa akan ada meeting nak.

__ADS_1


Sisil: ba... baiklah pa terimakasih banyak.


sambungan pun terputus.


hingga Dea dan Dio sangat senang atas apa yang di berikan oleh opa nya, setelah hadiah dari sang ayah sebuah mobil Bugatti sekarang sang opa yang mengirimkan kembali mobil mewah untuk nya.


tidak lama saat ulangtahun keduanya mama Rio mengirimkan mobil Ferarri untuk kado ulang tahun Dea dan Dio.


disitulah Sisil merasa kesal karena di rumah nya banyak sekali mobil-mobil mewah, belum lagi bobok koleksi Rio yang ada di rumah nya. bahkan di mansion utama mama Rio banyak mobil mewah koleksi Rio.


"mas aku kesel" ucap Sisil


"loh kenapa sayang?" tanya Rio


"kalian itu terlalu memanjakan Dea dan Dio aku sebel" jawab Sisil emosi


"ya memang mau memanjakan siapa lagi?" tanya Rio


"sudah lah kenapa tidak sekalian saja kamu sama mama buka showroom mobil! rumah kita itu udah kaya showroom tau gak" ucap Sisil


"biarlah lagian itu kan buat Dio dan Dea" jawab Rio


"tau ah aku kesel sama kalian, lihat saja garasi rumah sampai hampir penuh begitu! sekalian saja kamu perluas garasi nya" cetus Sisil


"ide yang bagus sayang" ucap Rio mendapat pelototan dari Sisil


"mas kamu itu ya bener-bener menyebalkan" cetus Sisil.


Sisil kesal karena julukan yang di berikan orang yang menyatakan Dea dan Dio anak sultan itu seperti menjadi kenyataan, awalnya Sisil tidak mau orang lain memandang nya tinggi meskipun ia tau kekayaan Rio yang sangat melimpah.


Sisil hanya ingin keamanan anak-anak, maka dari itu saat Dio dan Dea meminta agar sang bunda tidak menyematkan nama belakang keluarga Artadinata Sisil menyetujui nya. karena itu untuk keamanan kedua anak nya.


kanita yang mendengar ocehan sang kakak hanya tertawa puas, karena memang Sisil yang kaya sejak lahir saja tidak seperti itu. ya memang beda dengan Dea dan Dio yang memiliki ayah tajir melintir.


**flashback off***.


Eza yang mendengar cerita istrinya itu tertawa puas, karena Eza tahu itulah yang akan di alami Sisil yang menjadi istri Rio. Dea dan Dio yang masih bersembunyi di balik layar jika ayah dan bunda nya sedang menghadapi para media.


Dea dan Dio akan muncul menyamar, seperti menggunakan topeng, atau merubah penampilan sebda mungkin agar tidak di kenali.


"nah kan jadi wajar jika aku memanjakan Arshal, Dea dan Dio lebih parah" ucap Eza tertawa.


"haha iya si. kak Sisil tuh katanya sekalian aja buka showroom memanfaatkan hadiah yang di kasi oleh mertuanya" ujar kanita tertawa


"haha gak bakal berani dia, duit udah banyak ngapain buka showroom" ucap Eza


"iya bener" jawab kanita.


kanita dan Eza pun banyak berbincang dan tertawa, ya begitulah rumah tangganya bersama Eza hampir mirip-mirip dengan Sisil.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nyaπŸ™πŸ˜‰


N**: Thor amisyuuuu😍


A: gue bukan ikan jadi gak amisπŸ˜‚


N: amisyuuuu Thor bukan amis luπŸ˜’


A: emang beda yaπŸ™„


N: beda lah Maemunah πŸ˜’


A: kirain samaπŸ˜‚


N: hilih πŸ˜’


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


**N: πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’***

__ADS_1


__ADS_2