Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 417


__ADS_3

Hari ini Dena sedang bersiap-siap akan pergi ke kampus, namun saat ia sedang memakai sepatu sang bunda masuk kedalam kamar nya.


"Dek" panggil Sisil, membuat putri bontot nya itu menoleh.


"Iya Bun" sahut Dena.


"Kamu hari ini sibuk gak?" tanya Sisil, pertanyaan sang bunda membuat hati Dena tidak enak.


"Dena cuma mau ke kampus aja kok Bun, kenapa" tanya nya.


"Pulang nya jangan malem-malem, nanti akan ada tamu kerumah kita" ucap Sisil, keduanya kini berjalan ke ruang makan.


"Tamu? bunda jangan macem-macem ya Bun. awas aja kalo ayah sama bunda jodoh-jodohin Dena" ucap nya, saat tiba di hadapan Rio.


"Siapa yang mau jodohin kamu si nak, yaampun anak bunda ini" ucap Sisil.


"Pokoknya kalo ayah sama bunda jodoh-jodohin Dena, Dena mau kabur ke Pluto" racau nya membuat Rio dan Sisil tertawa.


"Kami tidak akan melakukan hal itu, kebahagiaan kamu lebih penting dari apapun" kekeh Sisil.


"Bener ya" tanya nya meyakinkan.


"Bener sayang, bunda dan ayah gak akan lakuin hal yang sama seperti apa yang kami lakukan kepada kakak kamu" kali ini sang ayah lah yang berbicara.


"Baiklah aku percaya" ucap Dena, Dena pun sarapan dengan lahap. ia tidak ingin hidupnya terkekang seperti sang kakak, Dena ingin kisah nya lebih indah dan lebih panjang apalagi saat dirinya bertemu dengan seorang Keanu.


"Dena berangkat sekarang yah, Bun" ijin nya saat selesai sarapan.


Dena melajukan mobilnya menuju kampus, dan setibanya di kampus seperti biasa tata sahabatnya sudah menunggu di parkiran.


"Morning incess" ucap tata.


"Eh, morning emak" balas Dena tertawa kecil.


"Roman-roman nya inces hari ini bahagia bener, ada apa ces" ucap tata yang melihat wajah Dena lebih bahagia dari biasanya.


"Cieee kepo ya mak, gue kan tiap hari juga bahagai Lo nya aja yang gak tau" balas Dena membuat tata mendengus, untung sahabat gue Lo na kalo bukan udah gue geplak. itulah yang ada di fikirkan tata saat ini.


"Serius ah elah sarmineh" cebik tata.


"Gak ada apa-apa" ucap Dena, kini mereka berjalan menuju kelas nya.


Dari kejauhan seorang lelaki memandang Dena dengan senyum manis dan tulus di wajah nya, ia tidak percaya bahwa Dena mampu membuat nya gila karena tersenyum sendiri.


"Keanu" panggil Devin, yang ternyata sahabat Keanu.


"Shiiiitttt!" umpat Keanu karena kaget.


"Ngapa Lo senyam-senyum sendiri, kurang obat Lo" ledek Devin.


"Rada gila kaya nya si Keanu" ucap Tio.


"Iya, gue gila gara-gara berteman sama Lo berdua" ucap nya berlalu meninggalkan Tio dan Devin.

__ADS_1


"Wadauu, di tinggal kita Yo" ucap Devin.


"Lo si jadi orang luncknut banget ganggu kesenangan orang aja" balas tio, membuat Devin menganga.


"Woooee, ini Lo yang nyuru gue ngagetin si Keanu Bambang" ucap Devin tidak terima.


"Roman-roman nya nih ya, Lo denger roman-roman nya" ucap tio membuat Devin penasaran.


"Apa tuh?" tanya nya ingin tahu.


"Kean bener kalo gue salah berteman sama orang g*la kaya Lo" ucap tio ikut meninggalkan Devin, sementara Devin merasa kesal kepada dua temannya itu.


"Sartiooooooooo" pekik Devin kesal.


Sementara Tio tertawa terbahak-bahak, ia heran kenapa Devin bisa gampang ia kebuli berbeda dengan Kean yang cuek dan bodomamattan.


Dena yang baru saja masuk kedalam kelas nya merasa ingin ke toilet, ia meletakkan tas nya dan menghampiri tata.


"Ya, gue ke toilet bentar ya" ucap Dena membuat tata mendongak.


"Mau gue temenin" tawar tata.


"Gak usah lah, gue sendiri aja" ucap Dena membuat tata mengangguk.


"Jangan lama" ucap tata, Dena pun tersenyum.


Dena ke toilet sambil memainkan ponselnya, ia terus menunduk hingga tiba-tiba menabrak seseorang.


"Wadaawww, ini sejak kapan dinding ada di tengah jal_an" ucap nya terhenti saat melihat Keanu yang berada di hadapan nya.


"E_eh mas genteng" gumam Dena membuat Keanu mengernyit.


"Mas ganteng" tanya Keanu.


"Eh, enggak bukan gitu maksudnya kak Kean iya kak Keanu" jawab nya merasa malu.


"Yakin" tanya Keanu lagi.


"Iya yakin, dah lah aku mau ke toilet" ucap Dena.


Keanu yang mendengar itu merasa kesempatan ada padanya, ia menarik Dena menuju toilet beruntung lorong kampus sedang sepi.


"Eh, kak ngapain lepas ihhh" pekik Dena.


"Berisik" ucap Keanu.


"Ya kakak ngapain tarik-tarik aku? inget ya kak perjanjian kalo kita gak boleh deket-deket di area kampus" ucap Dena mengingatkan.


"Maka dari itu, aku mau minta nomor ponsel kamu" ucap Keanu membuat Dena menganga.


(i_ini bener kan, ini bukan mimpi kalo dia narik gue dan minta no ponsel gue. yaampun jantung gue aman gak ya aman gak ya, bodoamat lah apa kata orang yang penting mah gue normal dan gak keganjenan. tapi kalo Deket begini sikat kaga ya). batin nya.


"Hello, Dena" panggil Kean, membuat Dena mengerjap.

__ADS_1


"Iya iya boleh kak" ucap Dena, Keanu pun memberikan ponselnya kepada Dena dan Dena menuliskan nomor nya.


"Thanks" ucap Keanu pergi meninggalkan Dena yang masih mematung, bayangin woooee bayangin dia tuh ceritanya cowok paling ganteng begitu ya. dan Dena sisiwi baru yang bikin Keanu tertarik gimana tu bocah kaga girang coba.


"Katanya banyak yang bilang itu cowok dingin, tapi emang iya si dingin terus nyebelin tapi ngapa gue berasa. ah sudah lah" ucap Dena yang langsung kembali ke kelas nya, dan melupakan niat nya ke toilet gara-gara Keanu.


"Lama amat Lo" ucap tata.


"Lama" tanya nya heran.


"Lo ke toilet kan Dena" ucap tata membuat Dena menepuk keningnya.


"Iya sorry si ta" ujar nya, dalam hari dena menggerutu kesal gara-gara pesona Keanu ia sampai melupakan niat nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***N**: kesemsem kaga tuh 🤣


A: kaga cuma kegirangan aja begitu 🤣


N: terbaik dah Keanu 😂 ini baru Dena nya ngasi respon baik keliatan kan kalo dia. ekheeemmm 😁


A: suut, jangan begitu nanti gue di demo lagi 😂


N: bukan urusan gue, bukan urusan Lo itumah urusan mereka yang maha benar 🤣


A: jahat Lo Uun 😒


N: biarin, Lo yang adem ayem aja di sudutin 😝


A: terserah Lo bodomamat 😁

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣*


__ADS_2