
Sisil pun sudah di pindahkan ke ruang perawatan begitupun dengan bayi nya yang ikut di pindahkan, boks bayi itu berada tepat di Samping Sisil.
Dea memandangi adik dan juga bunda nya yang belum sadar,Dea meneteskan air matanya dengan tangan yang menggenggam tangan kecil dan lembut bayi itu.
ia terus saja mengelus tangan mungil itu, tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di dalam ruangan itu seperti meitha, julian, Justin dan mami alin.
"Dea sayang kamu kenapa" tanya alin yang menghampiri Dea.
"aku terharu mi, waktu aku bayi kaya gini nggak ya" jawab Dea
"tentu saja nak kalian sama cantik nya" ucap alin
"mi kenapa bunda belum bangun juga" tanya nya khawatir.
"bunda masih lelah nak, tadi dokter sudah memberi nya obat" jawab alin.
Justin menatap Dea dengan sendu hingga akhirnya suara ponsel menyadarkan nya, ponsel Dea berdering ada panggilan video dari Dio sang adik yang sedang ikut bersama ayah nya. Rio sengaja mengajak Dio agar Dio lebih banyak belajar lagi. Dea pun mengangkat telpon Dio.
***Dio**: kakak huaaaaaa pen pulang akutu pen sama bunda.
Dea: manja banget tuyullll, gausah lebay deh.
Dio: kampr*t untung kakak gue Lo cantik pula kalo bukan udah gue pacarin!
Dea: dih si Dio salah makan Lo?
Dio: nggak...nggak! udah mana inces gue yang baru launching.
Dea: launching Lo kira Adek gue lagi launching!
Dio: haha iya maaf, mana kakak ih.
Dea pun mengarahkan kamera nya ke boks bayi yang berisi bayi perempuan mungil dan sangat cantik. Dio berbinar dan terharu melihat sosok bayi itu. orang-orang yang berada di dalam ruangan pun terharu atas kedekatan Dea dan Dio yang akur meski seperti tom and Jerry.
Dio: Hay princess ya Abang, baik-baik sayang sama kakak dan bunda tunggu Abang pulang tuan putri. and cepet tumbuh besar agar kamu menjadi tuan putri nya Abang tersayang, Abang janji akan menjaga kamu, kak Dea dan bunda karena kalian lah wanita yang sangat Abang cintai saat ini. selamat memulai kehidupan my baby girl.
Dea: Dio kasih ponsel nya ke ayah.
Dio: ayah lagi ngobrol sama kolega nya.
Dea: yaudah gue tutup telpon nya!
Dio: jangan dong gue Masi kangen sama baby nya.
Dea: gak ada udah gue tutup.
Dio: hilih pelit Lo Suketi*!
panggilan pun terputus, Dea duduk di sofa tepat di tengah-tengah alin dan Justin ia memandang sang bunda yang masih terlelap.
meitha dan Julian sedang makan dan Mei ingat jika Dea belum makan.
"kakak makan dulu" ucapnya
__ADS_1
"nggak laper aku" balas Dea.
"hilihh gitu mulu. percuma kakak gak makan gak bakal ngurangin kebohayan kakak" ucap meitha.
"kali aja kan kempes" jawab Dea
"fikiran badan mu balon bisa kempes?" ujar Mei.
"hahaha bisa jadi" jawab nya.
"kakak Mei punya pertanyaan" ucap nya lagi
"apa tuh?" tanya Dea
"kenapa kakak bohay" tanya Mei
"wihhhh Mei pinter, gue baru mau nanya udah di duluin" ujar Julian
"pertanyaan yang bod*h! aku aja gak tau kenapa lah kamu nanya begitu" jawab Dea membuat alin tertawa.
"mana ada gak tau mengenai badan sendiri" ujar Mei
"nih kalo gitu aku yang nanya" ucap Dea
"apa?" balas Mei.
"kenapa kamu gak sadar kalo kamu juga bohay" tanya Dea sontak membuat Mei berdiri dan memperhatikan tubuh nya.
"kalo gitu aku juga gak bohay ini kegendutan" ucap Dea.
"mana ada gendut" ujar Mei tak mau kalah hingga membuat Sisil terbangun.
"kamu sudah bangun sil" tanya mami alin yang melihat Sisil
"iya mbak maaf ya aku jadi ngerepotin" jawab nya
"iya tidak apa-apa, aku malah seneng bisa nemenin kamu" ucap alin.
saat ini kanita tidak bisa menemani Sisil lahiran, karena dirinya harus menemani sang suami ke luar negeri bahkan dengan terpaksa kanita pun membalas Arshal putranya.
kanita ingin menolak karena ia tau jika sang kakak akan lahiran, namun dengan bujuk rayu Eza kanita pun mengiyakan permintaan sang suami.
"bunda udah bangun" tanya Dea mengecup kening Sisil.
"iya sayang" jawab nya, Sisil memperhatikan penampilan sang putri yang menggunakan switer di pinggang, Sisil pun tahu jika switer itu milik Justin karena ia melihat Justin memakai nya saat akan mengantar Sisil ke rumah sakit.
"kamu kenapa pake switer di pinggang?" tanya Sisil.
"oh itu celana kakak basah Bun jadi pake switer buat nutupin" sambar meitha
"basah kenapa?" tanya Sisil.
"ih bunda bukan basah si Mei di dengar, tau kan dia itu asal ceplos aja" ucap nya membuat Mei tertawa.
__ADS_1
"ya terus kenapa?" tanya Sisil lagi.
"begini tadi itu aku gak sempet ganti baju Bun karena panik jadi aku kesini pake celana pendek" ucap Dea menunjukan celana yang ia kenakan, dan membuat mata Sisil terbelalak.
"kenapa nggak ganti" tanya nya
"gimana mau ganti kalo bunda manggil-manggil nama aku terus tarik-tarik baju aku. untung bang Justin baik mau pinjemin switer nya" jawab Dea membuat alin tersenyum begitupun dengan Sisil
"tapi bunda tenang aja aku udah minta mba buat bawain baju aku kesini kok" ucap nya.
"ya iya kamu harus ganti baju, gak tau apa gudang mu cukup lebar bisa mengundang tatapan para lelaki" ujar Sisil
"iya tau aku bunda" jawab nya.
"Justin makasih karena kamu udah mau pinjemin switer kamu buat Dea" ucap Sisil
"oh iya gak apa-apa Tan" jawab nya.
"panggil bunda saja gak usah sungkan" ucap Sisil dan Justin pun mengangguk.
di dalam ruangan itu penuh obrolan yang sangat hangat dan seru, Dea yang terus saja di goda oleh Julian dan Mei pun merasa kesal dan malu. bahkan sesekali mereka mengatai bahwa Dea dan Justin cocok jika menjadi orang tua dari baby girl yang baru saja terlahir. itu membuat Justin dan Dea sebel karena di jodoh-jodohkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: semangat ya Thorπ
A: iya Mun maaciw π
N: buat sekarang akur dulu ya Thor, bentar lagi lebaran jangan debat Mulu sama gueπ
A: siap Munπ
N: aku padamu Thorβ€οΈβ€οΈπ
A: πππ*
__ADS_1