
Siang ini sepulang sekolah Mei memutuskan untuk datang ke kantor Dea, karena ia tahu jika kakak nya itu selalu sibuk di kantor.
Setibanya di kantor Dea Mei segera menuju meja resepsionis, Mei pun bertanya dengan sopan dan ramah. ya meskipun ia di tatap sinis namun Mei tidak menggubris nya.
Daripada menunggu lama karena di cuekin, Mei pun memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Dea.
*Pesan chat*
*****Meitha💙: kakak aku ada di lobby kantor kakak.
MySista❤️: masuk aja sayang, ruangan kakak di lantai paling atas.
Meitha💙: masalah nya aku di cueki resepsionis nya, andai dia lebih muda udah aku sambit pake duit serebu😒
MySista❤️: oke aku turun*.
Tanpa menunggu lama Dea pun tiba di lobby, ia melihat Mei yang sedang berdiri di depan meja resepsionis.
"Apa begini cara kerja kalian" tegur Dea dingin, dan membuat resepsionis itu terkejut.
"No_nona" ucapnya menunduk.
"Harusnya kalian memperlakukan tamu dengan baik, jangan melihat dari penampilan nya saja" tegas Dea.
"Maaf nona, maafkan kami" mohon nya.
"Dan ya dengarkan saya, dia ini adik saya. jadi tidak sepantasnya kalian memperlakukan adik saya seperti itu. dan meskipun dia orang lain kalian jangan Mandang seseorang dari cangkang nya saja" tegasnya, berlalu menarik tangan Mei.
Setibanya di ruangan Dea Mei berjingkrak kegirangan, ia bertepuk tangan ria melihat sikap Dea yang tegas.
"Kamu sehat?" tanya dea, bingung melihat wajah Mei.
"Tentu saja sangat sehat aku" jawab Mei tersenyum.
"Terus kenapa jingkrak-jingkrak begitu?" tanya nya lagi.
"Waaahhh kakak ternyata di balik sikap absurd kakak, bisa jadi seorang CEO cantik yang tegas juga" jawab Mei bangga.
"CK. jangan lupa bahwa kamu juga akan menjadi seorang CEO" ucap Dea mengingat kan.
"Aku tidak tertarik" balas mei, membuat Dea mengernyitkan dahi.
"Kenapa?" tanya nya, saat sudah duduk si sofa bersama Mei.
"Huffffhhh, lihat saja kakak sekarang sibuk kesana kemari. dan jarang bertemu Abang Justin, aku nanti bisa lebih dari kakak sibuknya" jawab Mei.
__ADS_1
"Tapi itu hak kamu, tanggung jawab kamu. gak mungkin kalo ayah yang terus pegang kendali Mei. ingat jika ayah terus ikut andil dalam perusahaan Daddy kamu, nanti ayah dikira mau kuasai apa yang menjadi hak kamu" ucap Dea menasehati.
"Aku boleh gak si hidup sederhana aja" ucap Mei.
"Siapa yang tidak ingin hidup seperti itu? aku saja jika bisa memilih lebih baik hidup sederhana. tapi takdir berkata lain, aku sudah terlahir dalam keluarga seperti ini. dan suamiku berasal dalam keluarga seperti ku juga" ujar Dea.
"Kamu kok sabar banget si kak, aku aja belum tentu bisa sesabar kamu" ucap Mei.
"Kamu pasti bisa sayang, tenang saja jiwa bisnis sudah melekat pada diri kamu" ucap Dea.
"CK.sepertinya kita sama, lihatlah kamu baru beberapa bulan megang perusahaan opa. sekarang sudah maju pesat saja" ujar Mei.
"Begitulah" ucap Dea.
"Aku mau belajar buat pegang kendali perusahaan Daddy" lirih mei, yang mengingat sosok sang Daddy yang selalu menyayangi nya.
"Kami tidak pernah melarang kamu, itu hak kamu dan kami tidak aku mengakui" ucap Dea tersenyum.
"Aku mau tanya" ujar Mei.
"Hah?" balas Dea.
"Aku mau nanya kakak" ucap Mei lagi.
"Kenapa ayah sama bunda dukung banget aku sama Abang, padahal ayah sama bunda berhak ngelarang kan. aku juga kali di larang gak akan marah" tanya mei.
"Eh" ucap Dea bingung, dengan pertanyaan Mei.
(*Jelas aja ngedukung lah Mei, mereka sayang banget sama om gio dan aunty Nita. ayah dan bunda akan lakuin apa aja buad Daddy kamu yang notabene nya sepupu satu-satunya ayah, bahkan saat Daddy kamu berpesan agar ayah menjaga kamu dan Dio untuk menjadi pendamping kamu ayah berusaha buat bikin kalian berdua bersama.) batin Dea.
(Meskipun ayah tidak bicara dan tidak memaksakan, aku tau dalam hati ayah berharap jika kamulah wanita pilihan putra tersayang nya itu. dan karena Dio yang tidak sengaja mendengar percakapan ayah dan bunda, adik tersayang aku itu berusaha menutup hatinya untuk wanita lain. disaat ia mengagumi seseorang, ia selalu menyadarkan dirinya bahwa ada kamu yang harus dio jaga. dan aku bahagia karena kamu wanita baik yang sedang kami perjuangkan untuk putra tunggal keluarga Artadinata*.) tambah Dea menerawang.
"Kak, jawab" ucap Mei menyadarkan Dea.
"Eh, iya ya karena ayah sayang sama kamu lah Mei. kita semua sayang kamu" jawab Dea.
"Aku gak jadi beban kan buat kalian" tanya mei takut-takut.
"Nggak sama sekali, aku bahagia kamu ada disini. kamu adik aku dan selamanya akan seperti itu" jawab Dea.
"Terimakasih sudah menjadi kakak tersayang dan terbaik untukku" ucap Mei.
"Dan terimakasih kamu udah mau jadi adik aku, aku gak punya adik tersayang karena kamu, Dio dan Dena kalian itu kesayangan aku" balas Dea.
Mei pun memeluk Dea penuh sayang, ia benar-benar menyayangi Dea begitupun Dea yang sangat menyayangi Meitha.
__ADS_1
Dea berdoa semoga Dio tidak tergoda oleh wanita-wanita bule di luar sana, karena disini ada wanita dengan wajah cantik yang sedang menunggunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading 😊🤗
A**: yg bilang visual Dio berubah kok gue jadi cengok ya😂
N: cengok ngapa tuh thor😁
A: perasaan emang yang itu Uun, nggak gue ganti kok mereka ngira gue ganti visual Dio😂
***N**: dikira JK sama jin ya Thor 🤣
A: iya gue cengok sampe liat-liat visual sebelumnya Uun😁 rajin banget kan gue🤣
N: sabar Thor, padahal elo bukan make JK sama jin ya😁
A: iya gue lier sendiri Uun 🤣🤣🤣
N: sabar Thor, anggap aja Lo lagi typo 😂
***A**: iya Uun Lo bener, jadi gue minta maaf ya kalo menurut kalian salah.😁
N: iya nggak apa-apa Thor, mau itu JK kek jin kek nggak masalah. asal ganteng😂
A: maunya elo itumah Uun 😒
N: emang 🤣🤣🤣
A: 😒😒😒*
__ADS_1