Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 378


__ADS_3

Keesokan harinya Jeselin tengah melakukan pemotretan di perusahaan milik Eza yang tak lain adalah uncle Dea, Jeselin yang mendengar kabar perusahaan ayah nya yang bermasalah pun merasa terkejut.


Selama ini perusahaan ayah nya itu aman-aman saja namun mengapa tiba-tiba jadi seperti ini, oleh sebab itu Jeselin berniat untuk pergi ke kantor cabang milik Justin.


Yang ia tahu jika kantor itu sudah tidak di pegang oleh Justin, melainkan oleh orang baru namun ia belum mengetahui siapa orang itu.


Saat Jeselin akan pergi ke ruang istirahat tiba-tiba tangan nya di cengkram kencang oleh seseorang, dan saat menoleh betapa terkejutnya Jeselin melihat keberadaan Dea.


Ia tidak menyangka jika dirinya akan bertemu langsung dengan Dea, selama ini ia hanya melihat Dea dari kejauhan.


"Lepas apa yang kamu lakukan" Ucap Jeselin, membuat para staf kantor melihat ke arah mereka.


Namun tidak ada yang membantu Jeselin sama sekali, wow sepertinya jiwa bar-bar kanita menurun kepada Dea.


"Menyiksa mu" ucap Dea membuat Jeselin bingung.


"Apa maksudmu, lepaskan aku" pekik nya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu sebelum kau mengembalikan bocah yang kau culik" ujar Dea membuat semua orang berbisik-bisik.


"Apa maksudmu, siapa yang menculik dan kalian kenapa kalian diam saja bantu aku" teriak Jeselin.


"Cih, apa kau fikir mereka akan membantu mu! bahkan untuk mendekat saja mereka tidak akan berani" pekik Dea, membuat Jeselin semakin bingung.


"Kenapa nona Dea ada disini" tanya karyawan A.


"Seperti nya model itu membuat masalah kepadanya" ujar si B.


"Ya karena mana mungkin nona sampai menghampiri nya jika itu tidak kelewatan" balas si A.


"Untung saja ini kantor punya tuan Eza, jika tidak keduanya sudah masuk berita hari ini" ucap si B.


"Benar juga" balas si A.


"Dea lepaskan aku" teriak Jeselin.


"Jeselin Yudistira, itu namamu bukan aku seperti sering mendengar nama itu" ucap Dea sinis.


"Lepas" teriak Jeselin.


"DIAM" bentak Dea membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


"Kau, Jeselin Yudistira apa kau tidak punya rasa malu? kau mengejar lelaki yang sudah memiliki istri dan juga anak. apa yang kau harapkan sampai kau nekat menjadi seorang kriminal, menculik seorang anak tindakan kriminal bukan" ucap Dea tegas membuat wajah Jeselin memerah karena malu, dan marah namun ia tidak bisa berkutik karena Dea mengunci kedua tangannya.


"Jaga ucapan mu" pekik Jeselin.


"Aku tidak bo*oh sepertimu, bahkan sakit tidak ingin kecolongan nya beberapa hari ini kau membawa bocah itu kemana pun kau pergi" teriak Dea.


"Aku tidak akan memberikan bocah itu kepadamu" pekik Jeselin.


Saat keduanya sedang bertengkar Justin dan Carl, juga Dio datang ketiganya terbelalak melihat Dea yang mengunci tubuh Jeselin.


"Sayang" panggil Justin.


"Aku akan menghancurkan mu Jeselin Yudistira, akan menghancurkan mu" teriak Dea berapi-api di hadapan Carl, bukan tidak ingin peduli akan perasaan Carl namun saat ini Dea sedang memperlihatkan kesakitan nya.


"Dea sakit" pekik Jeselin saat melihat Julian datang.


Dea mendongakkan kepalanya Jeselin untuk menatap Julian, Jeselin menatap lelaki tampan itu dengan mata berkaca-kaca.


"Lihat dia kah yang kau inginkan, dan anak nya kah yang kau culik Jeselin. apa kau yakin itu anak Julian" ucap Dea membuat Jeselin terdiam, ia berfikir sejenak jika benar anak yang ia culik adalah anak Julian kenapa Dea yang mengamuk.


"Aku tidak menculik siapapun" ujar Jeselin.


Jeselin yang sudah merasa tersudutkan mendorong tubuh Dea dengan kencang, untung saja Justin dengan sigap menangkap tubuh istrinya agar tidak terjatuh.


"Sayang kamu tidak apa-apa" tanya Justin.


"Aiden" pekik Dea.


Sementara Carl dan Dio mengikuti Jeselin yang melarikan diri, mereka yakin jika Jeselin akan pergi ke tempat Aiden di sembunyikan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Daddy



Aiden



Mommy



Abang Carl



Uncle Jul



Uncle Dio



*Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A: nih ya jangan hujat gue, kan gue cuma manusia biasa banyak salah nya kalo ceritanya salah Mon maklum. dalam keadaan badan yang kurang baik gue usahain up 😊


N: kagak bakal gue hujat, so gaj usah dengerin omongn negatif deterjen 😁 yang Lo dengerin itu omongan positif nya aja yang bikin semangat 😂


A: okelah Uun 😂*

__ADS_1


__ADS_2