Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 198


__ADS_3

Kepulangan Sisil dan rio membuat Dea bahagia, namun ia juga merasa sedih itu artinya setelah kepulangan sang bunda Dea akan benar-benar keluar dari rumah yang ia tinggali sejak kecil.


"Bunda" panggil Dea.


"Hati-hati ya nak, kamu sering-sering main kesini" ucap Sisil.


"Iya bunda, Mei aku titip bunda sama ayah" ucap Dea kepada Mei.


"Siap tuan putri" balas Mei.


"Ayah" panggilnya memeluk Rio.


"Kamu tetap putri kecilnya ayah kak" ucap rio menciumi wajah Dea.


"Ayah juga tetap lelaki pertama, yang buat aku jatuh cinta" ujar Dea.


"Bukan jatuh bangun aku mengenalmu" ledek mei.


"Eaaaaaaak, lagu dong" ucap Dea.


"Haha iya bener" balas Mei.


"Pindah kedepan rumah aja, udah kaya orang mau pindah ke jauh" goda Sisil.


"Tau lebay banget sii gue, tapi kan bukan depan rumah bunda. ke jauh akutu" ucap Dea membuat semuanya tertawa.


Saat sedang berbincang karena Dea akan pindah, ponsel Sisil berdering dan dilihatnya sang putra yang menghubungi Sisil....


****Video call***


Dio: bundaaaaaaaaa.


Sisil: assalamualaikum ya calon kubur (menyindir)


Dio: eh, walaikumsalam junior kubur (nyengir)


Sisil: sue kamu bang, songong kamu sama bunda.


Dio: hehe Mon maap. lagian bunda begitu balas nya.


Sisil: kamu apa-apa itu salam dulu bang, jangan main nyerocos aja kaya petasan cabe.


Dio: eh cabe cabean (ledeknya)


Sisil: ayah anak nya Ed*an ni, ngomong sama orang tua pecicilan banget.


Dea: pecicilan gara-gara ketemu banyak cewek itumah (goda nya)


Dio: Dea kalo ngomong suka bener, eh astagfirullah nggak boleh gitu Dea. inget ada penunggu Dio disana.


Dea: hiyaaaaaaa penunggu, Lo kira si Mei apaan penunggu goa gitu.


Dio: pergi aja Lo pergi sana dah, kompor dasar.


Dea: bodo emang mau pergi.


Dio: permaisuri gue mana?


Dea: alay banget permaisuri.

__ADS_1


Dio: manaaaaa!


Mei: ngapa bang? kangen ya. (tersenyum)


Dio: kangen lah, apalagi sama candu nya kamu dek. (tertawa*)


sementara Mei yang mendengar ucapan Dio terbelalak, pasalnya bukan hanya dia yang mendengar. tapi Sisil, Rio, Justin, juga Dea pun mendengar nya. tanpa banyak ngomong Mei menyudahi penggilan nya.


*Mei: Abang Mei lupa sesuatu. Mei tutup dulu ya.


Dio: yaudah, tunggu Abang balik ya. biar Abang halalin kamu.


Dea: woooee, kuliah dulu yang bener.


Dio: berisik dedemit*.


Setelah panggilan terputus, Mei di kejutkan dengan tatapan intimidasi. ia menelan Saliva nya kasar, Mei tahu semuanya pasti merasa penasaran.


"Candu apa yang di maksud Abang?" tanya Sisil.


"Anu bunda i...itu_" ucap Mei terhenti.


"kacang madu bunda, itu yang sering Mei beli di sekolahnya" sambar Dea, menutupi kegugupan Mei.


"Benar?" tanya Rio.


"Iya ayah bener" jawab Mei.


Dea sengaja menutup kebenaran nya, karena ia tidak ingin Mei mendapat masalah. jika harus di sidang ya harus keduanya yaitu Mei dan Dio, tidak bisa hanya Mei saja karena itu bisa tidak adil.


Setelah nya Dea dan Justin pun pergi menuju rumah baru mereka, selama 45 menit Justin dan Dea pun tiba.


Dea menatap kagum rumah mewah yang saat ini ada di hadapannya, rumah yang tcukuo besar meskipun tidak sebesar rumah ayah nya.


Setelah merapikan pakaian yang sempat ia bawa, Dea membersihkan diri setelah selesai Dea bergegas turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam.


Namun di lihat sudah ada pelayan yang mengerjakan semuanya, Dea pun memanggil Justin untuk makan.


"Bang makan yu" ajak Dea.


"Makan kamu baru mau" ucap Justin membuat pipi Dea merona.


"Kalo Abang makan aku, nanti aku makan apa?" tanya Dea polos, Justin menyunggingkan senyumnya.


"Ayo" ajak Justin.


"Kemana?" tanya Dea.


"Makan, kamu laper gak?" tanya Justin lagi.


"Hehe.laper" jawab nya. Dea dan Justin pun bergegas menuju ruang makan.


Keduanya makan dengan tenang, tanpa ada yang mengeluarkan suara. hanya ada dentingan sendok dan piring yang beradu.


Setelah selesai makan malam Dea dan Justin duduk di ruang tengah, Justin menarik kepala Dea dan menyandarkan di dada bidangnya.


Entah sejak kapan Justin mulai merasa tidak ingin jauh dengan istri kecilnya itu, keduanya sangat fokus hingga akhirnya Dea merasa bosan dan mengajak Justin ke kamar.


Setibanya di kamar Dea dikagetkan oleh Justin yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang, hembusan nafas Justin sangat berasa si telinga dea. bahkan aroma maskulin dari tubuh Justin tercium jelas oleh hidungnya.

__ADS_1


"Sayang" lirih Justin.


Blushhh... pipi Dea merona.


"I...iya b..bang" jawab Dea gugup.


Justin membalikan tubuh Dea hingga keduanya berhadapan, Justin menge*up dan melu*at bibir ranum sang istri lalu mengangkat nya ke tempat tidur.


Dea yang mulai terbawa suasana pun mengikuti permainan Justin, ia mengalungkan tangannya ke pundak sang suami.


Keduanya terbawa oleh suasana hingga tanpa disadari mereka sudah polos, tanpa mengenakan sehelai benang pun. ia mengecupi dan menja*ah tubuh sang istri. hingga meninggalkan beberapa stempel kepemilikan di bagian dada dan tubuh dea.


Tanpa menunggu lama lagi Justin memulai kegiatan nya hingga sadar Dea sudah meneteskan air matanya, dan menggigit bibir bawahnya. dengan tubuh bergetar hebat Dea menahan rasa sakit.


"A...hiks...hiks..ab...ang sak...it" lirih Dea, hingga membuat Justin menatap nya sendu.


Melihat air mata Dea yang mengalir deras di pipinya membuat Justin menyadari, bahwa ia sudah benar-benar di liputi oleh hasrat yang telah ia tahan selama ini.


"Shiiiitttt!" umpat Justin, tersadar ia telah menyakiti istri kecilnya.


Justin memeluk Dea setelah urusannya terselesaikan, ia mengecupi wajah Dea yang terlihat sembab.


"Maaf" lirih Justin memeluk Dea.


"hiks...hiks..." tangisnya dan mengangguk.


"Terimakasih" ucap Justin mengecup mata Dea secara bergantian.


Dea pun kembali mengangguk, Dea benar-benar sudah menjadi istri yang sepenuhnya. Justin saling meskipun Dea selalu terlihat belum ada kesiapan, namun ia sama sekali tidak melawan atau menolak.


Dea benar-benar mendengarkan nasihat sang bunda, ia tidak ingin suaminya mencari wanita lain hanya untuk menemani nya tidur. dalam hatinya ia bahagia meskipun masih ada sedikit ketakutan.


Justin memeluk tubuh polos Dea, karena merasa kelelahan keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


***A**: yang minta Dea MP molo noh udah di awalin sama bang Tintin ya๐Ÿ˜Š


N: gas gak Thor gas๐Ÿ˜‚


A: gas pala Lo, itu yang pertama kali gimana bisa gas๐Ÿ˜’


N: kurang menantang ah๐Ÿ˜‚


A: Lo bayangin sendiri, gue kagak tau ya. udah begitu aja๐Ÿ™‚


N: tauin mangkanya ๐Ÿ˜‚

__ADS_1


A: belum ada pengalaman gue. udah lah maklumi aja, yang penting udah anuan๐Ÿ˜Š


N: hehe iyadeh siap Thor๐Ÿ˜‚*


__ADS_2