
acara yang telah di susun secara mendadak pun berjalan dengan lancar ya karena yang menghadiri itu hanya orang-orang terdekat saja seperti sahabat Sisil dan juga sahabat dekat Rio, kanita pun dapat melihat ke akraban antara Eza dan Sabil bagaimana tidak mereka selalu bercanda dan berbincang di hadapan kanita....
resah atau tidak dan mau atau tidak kanita harus menyaksikan kedekatan dua orang yang berhasil mengecoh perasaan nya siapa lagi kalau bukan Rey dan juga Eza...
karna ke malaman para sahabat pun di minta untuk menginap di kediaman Sisil dan juga Rio, di saat yang lain berkumpul dan berbincang di ruang keluarga hanya kanita yang lebih memilih untuk rehat di kamar...
tok...tok...tok... ketukan pintu kamar kanita
"siapa" tanya kanita yang berada di dalam kamar
"ini aku Nita kan" jawab Nita di depan pintu kamar kanita
"masuk kak" balas kanita dan Nita pun membuka pintu kamar nya lalu masuk
"kan are you ok?"
(apa kamu tidak apa-apa) tanya Nita yang khawatir dengan keadaan Kanita
"yes i'm ok kak"
(ya aku baik-baik saja kak) jawab kanita
"really?"
(sungguh) tanya Nita lagi
"hmmmm" Jawab kanita tersenyum
Nita menatap kanita penuh selidik dia merasa ada yang tidak beres dengan kanita ya tingkah kanita sama seperti tingkah Sisil saat di tanya oleh Nita, kanita menyadari tatapan Nita dan lebih memilih untuk menundukkan kepalanya...
"kan lihat aku" ucap Nita
__ADS_1
"ya kenapa" tanya kanita mendongak kan wajah nya dan menatap Nita
"ada apa? kenapa kamu dan Sisil seperti sedang gelisah" tanya Nita
"gelisah? aku tidak apa-apa" jawab kanita santai
"aku tau ada yang kalian sembunyikan dari aku" ucap nya lagi
"apa yang harus aku sembunyikan dari kakak? aku tidak menyembunyikan apapun" jawab kanita
tak lama perbincangan mereka Sisil pun datang untuk melihat kanita iya ingin melihat keadaan nya sendiri (sudah seperti orang sakit ya guys si kanita padahal tubuh nya sehat wal Afiat hanya hati nya saja yang sedikit sakitπ)
"kakak kenapa" tanya kanita saat melihat Sisil di depan pintu kamar nya
"tidak aku hanya ingin melihat mu" jawab Sisil sambil berjalan ke arah kanita juga Nita
"kalian ini kenapa heh? aku tidak apa-apa tapi kenapa kalian seperti berfikir bahwa aku kenapa-napa" ucap kanita yang membuat Sisil dan Nita saling pandang
"tidak sayang kakak tau kamu tidak apa-apa memang salah jika aku ingin menemui adikku" balas Sisil
sementara Nita memikirkan pertanyaan apa yang harus ia keluar kan untuk kakak beradik ini mengingat kejadian tadi di perayaan dan mengingat wajah kanita yang sendu saat melihat Rey dan Mela juga Eza dan Sabil...
"hey aku mau bertanya" ucap Nita dengan polos nya
"kamu mau bertanya apa nta?" tanya Sisil
"ya aku mau bertanya kepada kalian berdua" ucap Nita lagi
"kita? soal apa yang mau kakak tanyakan" kali ini kanita yang menjawab ucapan Nita
"ini serius aku gak enak si bilang nya cuma aku penasaran aja" ucap kanita berhenti sejenak
__ADS_1
"kanita dari saat acara tadi aku selalu perhatikan kamu dan aku lihat kamu kurang nyaman dengan acaranya lalu Sisil juga sering menyuruh kamu agar kamu sibuk ya lebih tepatnya menyibukkan diri kamu di acara tadi, aku juga melihat tatapan kamu ke Rey dan juga Eza" tambah Nita
kanita dan Sisil yang mendengar pertanyaan Nita tentu saja terkejut bagaimana bisa seorang Jose alias jomblo sejati bisa memperhatikan gerak gerik orang yang mengalami perdebatan dalam hati nya...
"oh itu aku tidak apa-apa" jawab kanita santai namun Sisil hanya menatap nya saja
"kanita jangan bohong aku tau apa yang kamu rasakan" ucap Nita memegang tangan kanita
"ck...hey apa kau sekarang menjadi seorang peramal sehingga kau tau perasaan ku" balas kanita tertawa
Sisil yang melihat kanita tertawa pun merasa salut ya bagaimana tidak gadis remaja yang baru pertama kali mengalami riweh nya cinta dan obsesi untuk memperjuangkan perasaannya berbeda dengan gadis remaja yang berada di hadapan nya, kanita menutupi semuanya dengan rapih ya karna ia pun sadar ia masih harus fokus dengan sekolah nya yang sebentar lagi mulai aktif jadi soal cinta bukan yang utama untuk nya...
(kamu masih bisa tertawa disaat perasaan mu sedang campur aduk seperti nano-nano, mungkin jika aku yang berada di posisi mu aku tidak akan setenang dan sekuat kamu girls) batin Sisil menatap kanita
"hey apa kalian akan terus meng interogasi aku" tanya kanita tersenyum
"apa interogasi? apa kau fikir aku ini seorang polisi" jawab Nita
"jika kau polisi lalu dia tersangka baiklah disini aku menjadi seorang saksi saja" tambah Sisil dan mereka bertiga pun tertawa
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like dan vote nya ππ