Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 140


__ADS_3

melihat sang ayah yang kalut Dea menunduk takut karena baru kali ini ia melihat ayahnya benar-benar marah, namun Dea bisa memaklumi hal itu ayah nya marah karena ia sangat menyayangi Sisil sang istri.


setelah menerima kuliah pencerahan dari ayah nya Dea menunggui sang bunda begitupun dengan Dio juga Rio, ketiga orang itu sangat menyayangi Sisil mereka tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu kepada Sisil.


bagi Dea dan Dio Sisil adalah jantung di dalam rumah nya, sosok seorang ibu yang selalu membuat hari-hari nya menyenangkan. Dea bisa ceria jika Sisil baik-baik saja namun ia akan murung jika sang bunda tidak baik-baik saja seperti saat ini.


sementara bagi Rio Sisil adalah pondasi bagi dirinya, istri yang selalu menguatkan dan selalu mendukung nya. bahkan Sisil tidak pernah menyerah akan keadaan yang ia dan Rio hadapi, mengingat suaminya seorang Presdir yang memiliki wajah tampan dan mempesona Sisil sadar pasti banyak pula wanita yang menginginkan posisinya. namun hal itu membuat Sisil benar-benar tidak jengah dan malah membuat Rio semakin lengket dan semakin mencintainya.


"ayah, ayah makan ya dari tadi ayah belum makan" ucap Dea menghampiri sang ayah.


"ayah belum laper sayang kamu makan duluan saja bersama Dio" jawab Rio


"ayah kalo ayah seperti ini nanti bunda sama dedek nya sedih, kalo ayah sakit siapa yang akan jaga bunda, dedek, aku sama Dio? kita masih butuh ayah" ucap nya membuat Rio menoleh


"ayah baik-baik saja kamu makan ya nak" pijar Rio


"aku nggak mau makan kalo ayah nggak makan" ya ancaman Dea pun keluar, Dea tau jika sang ayah lemah kalo dirinya sudah mengancam. Rio sangat menyayangi Dea karena Dea akan perempuan bukan berarti dia tidak menyayangi Dio Rio pun sangat menyayangi anak laki-laki nya itu hanya saja Rio ingin Dio tumbuh menjadi anak yang hebat dan mandiri.


"yasudah kamu sama Dio makan terus beliin ayah makanan juga" ucap Rio membuat Dea tersenyum.


"ya ya baiklah jika begitu" balas Dea dan pergi bersama Dio.


setelah kepergian kedua anak nya Rio menatap sang istri yang masih terlelap belum sadarkan diri, mungkin itu efek obat yang di berikan dokter.


"sayang bangun, aku mohon dalam keadaan kamu yang seperti ini membuat ku sakit dan tersiksa" lirihnya.


"sil kamu tahu melihat kamu sakit putri kita yang biasanya bawel dan ceria menjadi diam dan tidak banyak bicara. tingkah centil nya menghilang begitu saja bangunlah" mohon Rio


dan saat Rio menenggelamkan wajahnya di tangan Sisil saat itupula Sisil membuka matanya, Rio yang merasa ada pergerakan di tangan Sisil pun mendongakkan kepalanya.


"kamu sudah bangun sayang" ucap Nye tersenyum dan terus menghujani wajah Sisil dengan kecupan lembut


"iya mas, aku dimana" jawab Sisil yang bingung dengan keadaan kamar yang serba putih


"sayang kamu ada di rumah sakit" jawab Rio


"anak kita. mas gimana sama anak kita" tanya nya panik


"hey sayang tenanglah anak kita baik-baik saja" jawab Rio menenangkan Sisil


"si...siapa yang bawa aku kesini? terus kenapa kamu bisa ada di sini bukan kah kamu lagi pergi" tanya nya lagi


"Dea yang bawa kamu kesini, kamu fikir siapa lagi jika bukan putrimu yang bawel dan super heboh itu. bahkan semua pelayan dirumah dia maki-maki" jawab Rio terkekeh mendengar aduan dari ketua pelayan di rumah nya.


"hah? masa iya? Dea marah-marah sama para pelayan. rasanya itu tidak mungkin" ucap Sisil

__ADS_1


"hey jangan salah sayang meskipun begitu princess kita sangat garang dan galak, karena sikapnya yang centil saja dia terlihat baik dan anggun itu semua menutupi kegarangan nya" ujar Rio dan Sisil pun mengangguk.


mungkin saja itu benar karena jika Dea sedang kesal kepada Dio maka tatapan laser nya akan keluar, bahkan Dio pun sering di buat bergidik ngeri karena Dea. tapi meski begitu Dio tak kalah seram dari Dea.


...


"bunda aku merindukan mu" ucap dea. setelah membeli makanan ia melihat bundanya yang sudah membuka mata dan betapa bahagianya ia hingga berjingkrak.


"hey sayang bunda bisa kehabisan nafas jika kau terus memeluk bunda seperti ini" ujar Sisil


"bunda kau tahu aku itu kemarin ingin bercerita kepadamu, tapi pas aku pulang aku malah dikasi kejutan karena keadaan bunda yang membuat ku kocar-kacir karena panik" ucap Dea membuat Rio tersenyum.


"kau kocar-kacir kenapa kak?" tanya Dio


"yeh Mansyur Lo gak tau aja nih ya, gue udah semangat 18 udah assalamualaikum_" jawab Dea terhenti oleh Dio.


"ya walaikumsalam" ucap Dio membuat Sisil dan Rio terkekeh


"diem dulu Jono belum kelar gue" cetus Dea


"oiya lanjutkan" ujar Dio semangat, Dio senang karena melihat kakak nya kembali ceria.


"nih ya aku udah teriak-teriak spada-spada gak ada yang nyaut, pas lari ke kamar bunda jantung ku berasa mau copot tapi mulutku gak berenti teriak-teriak minta lontong ya kan ngenes" ucap Dea membuat bunda dan ayah nya kembali tertawa


"kok lontong si Dio Lo nggak nyambung deh" cetus Dea


"ya Lo ngaur orang bilang minta tolong ngapa Lo Minda lontong Maemunah" ucap Dio membuat Dea tercengang


"oiya gue salah ngomong yak hahaha Mon maap" ujar Dea


"udah salah ngotot pula" ucap Dio.


Dea dan Dio nggak sungkan bicara santai di depan ayah bunda nya, ya karena memang Rio tidak ingin Terlalu membuat anak nya kaku dan berjarak. ia ingin seperti teman dengan anak-anak meskipun begitu tidak mengurangi wibawa nya juga tidak mengurangi rasa hormat Dio dan Dea kepada orangtuanya.


"haha tapi pas liat ayah kocar-kacir akutuh rasanya kaki aku udah nggak bisa diri, berasa baut nya itu lepas gitu" ucap Dea membuat Dio terkekeh


"aku pen tawa tapi takut dosa" cetus dio, kali ini malah menggoda sang ayah. Rio dan Sisil pun tertawa Rio tidak marah karena ia tau jika Dea memang orang yang humoris dan bawell.


"apalagi pas ayah kasih aku kuliah dan pencerahan, akutuh takut tapi aku pen ketawa juga liat ayah marah-marah sama para perawat" ucap Dea lagi


"aku liat banget kaki perawat nya gemetaran" ujar Dio


"kalo gue yang jadi perawat nya udah gue maki-maki ayah, orang lagi lewat nggak tau apa-apa dimarahin" ucap Dea


"ya namanya orang panik kak siapa aja kena" ujar Rio tersenyum

__ADS_1


"iya lagian lo bilang kalo jadi perawat mau maki-maki ayah, lo aja yang status anak nya liat ayah kaya gitu gemetar kan" ucap Dio


"lah iya gimana gak gemetar gue takut, tar kalo gue salah ngomong uang jajan gue di potong dua rebu gimana rugi lah" imbuh Dea membuat semuanya tertawa.


"disaat kaya gitu Masi ingat aja sama uang jajan" ucap Rio


"wajib itu ayah, lagian kalo uang jajan ku di potong tar aku gak bisa nabung" ujar Dea


"lagi tiap hari duit Lo udah banyak juga" ucap Dio


"udahan ah ngomongin duit gak ada ujung nya seneng kagak pusing iya" ujar Dea merebahkan kepalanya di pangkuan Dio sang adik.


melihat anak nya yang malah seperti sepasang kekasih Rio dan Sisil tersenyum, Dio dan Dea sangat saling menyayangi. bahkan Rio sempat khawatir jika banyak orang yang mengira keduanya adalah sepasang kekasih, namun dibalik kedekatan keduanya mereka malah terlihat seperti tom and Jerry.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: bang Dio buat akoh boleh gak๐Ÿ˜


A: nggak boleh atulah๐Ÿ˜’


N: ngapa pelit amat๐Ÿ˜


A: tar gak D&D lagi Mumun๐Ÿ™„


N: oiya lupa ๐Ÿ˜‚


A: hilih pikun๐Ÿ˜’


N: Mon maap ๐Ÿ˜‚*

__ADS_1


__ADS_2