
Sekian lama menjalin hubungan bersama Dea Justin masih saja datar, bahkan ia selalu di goda oleh Mei dan Dio. seperti saat ini yang tengah berkumpul di salah satu restoran ternama di kota X.
"Abang masa sama kak Dea cuek-cuek bebek" ucap Mei menggoda Justin.
"Tau ni diem-diem Bae ngopi apa ngopi" Ucap Dio membuat Mei membungkam mulutnya.
"Berisik apa bang, gak nyadar amat teriak Deket kuping Mei" Decak Mei.
"Emang Lo punya kuping Mei?" Tanya Dio.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Jelas-jelas ini kuping bang yaampun" jawab Mei.
"Lo berdua ribut Mulu ngapa? kekurangan beras Lo pada" Kesal Dea.
"Beda yang mau nikah mah ngomongin nya beras" Goda Mei.
"Pulang Lo pada berisik amat" Cetus Dea, yang malah membuat Justin Dio dan Mei tertawa.
"Woooee nyantai apa Mumun, bilang aja Lo mau berduaan sama bang Tintin kan hayoooooo" Ejek Dio.
"Serah Lo" Kesal Dea yang membuat Justin tersenyum.
Mereka semua makan dengan sangat santai dan bahagia, dan setelah selesai makan Dio pamit pulang duluan karena ia ada urusan. untuk kali ini Dio mengajak Mei hingga membuat gadis itu berjingkrak kegirangan.
Setelah kepergian Dio dan Mei Justin dan Dea ingin beranjak pergi, namun tiba-tiba ada sepasang kekasih yang menghampiri mereka dan itu membuat Justin terkejut juga marah.
"Hai, Justin ya" Tanya Desi. dan itu membuat Dea terkejut.
"Hmmmm" Balas Justin datar.
berbeda dengan Desi yang ingin mempermalukan Justin, Joni kekasih Desi Justru malah memandangi Dea. Ia bingung ada hubungan apa Justin dengan Dea.
"Haha seperti nya kamu belum move-on juga ya dari aku" Ucap Desi penuh percaya diri.
"Apa! move-on? emang nenek badut ini siapanya Abang?" Batin Dea yang penasaran.
"Cih. percaya diri sekali kamu" Ucap Justin dingin.
__ADS_1
Melihat sikap Justin yang dingin Desi mengalihkan pandangannya kepada Dea, dan Dia terkejut melihat dea.
"Haha ternyata selera kamu rendah juga ya Justin" Ejek Desi.
"Apa maksudmu?" Geram Justin
"Lihatlah selera kamu Justin, sejak kapan kamu menyukai bocah ingusan seperti ini?" Ejek Desi lagi. namun Joni sama sekali tidak bergeming, ia tetap menatap Dea. Sementara yang di tatap sedang membaca tingkah Desi dan Dea tahu jika Desi ingin mempermalukan Justin.
Lihat saja ini akan menjadi senjata makan tuan untuknya, dia fikir dia siapa bisa mempermalukan kulkas empat pintu milikku. Aku akan membuat dirimu malu nenek badut. begitulah pemikiran Dea.
"Mon maap ya mbak ya, tadi mbak bilang apa? Saya bocah ingusan?" Tanya Dea.
"Haha memang nya siapa lagi? dibayar berapa kau oleh Justin bocah?" Sinis Desi.
"Aku di bayar? seperti nya mbak salah" ucap Dea.
"Dasar bocah murah*n" Ujar Desi.
"Jaga mulut kamu Desi" teriak Justin.
"Jaga mulut kamu bocah" geram Desi.
"Berhenti memanggilku bocah! kau tau kekasihmu saja suka memandangi gadis yang kau sebut sebagai bocah ini" Telak Dea membuat Desi dan Justin menoleh ke arah Joni, dan itu membuat Joni gelagapan.
"Apa maksudmu" Tanya Joni.
"Haha tidak usah tegang ini bukan ajang pembagian raport" Ejek Dea.
Setelah Dea berbicara seperti itu Desi mencengkram erat tangan Dea, dan itu membuat Justin menepis tangan Desi dengan sangat kasar.
"Jangan berani-berani kau sentuh wanitaku" Ucap Justin penuh penekanan. dan itu membuat Joni terbelalak, kenapa ia selalu kalah cepat dari Justin. jika dulu ia mampu merebut Desi namun ia yakin jika Dea bukanlah wanita yang mudah berpaling hanya karena harta.
"Haha dia wanitamu? bahkan dia lebih cocok menjadi adikmu" Sinis Desi.
"Haha mbak salah aku bukan hanya wanitanya, tapi aku lebih pantas jika menjadi istrinya bukan? dari tubuhku saja aku terlihat lebih besar dari tubuh mba, hanya saja aku baby face tidak seperti mbak yang seperti tante-tante. UPS Mon maap bukan mau sombong ya" Sinis Dea. ucapan Dea membuat Justin membelalakkan matanya.
"Haha sekolah yang benar gadis kecil, jangan ngayal menjadi seorang istri dulu" Ledek Desi.
__ADS_1
"Haha tenang saja aku cerdas dan aku selalu melompat kelasku" Balas Dea.
sebenarnya ia tidak ingin seperti ini, hanya saja orang seperti Desi harus ia parlakukan seperti ini agar tidak sombong lagi.
"Haha kau berharap menjadi istrinya? apa yang dia miliki? dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekasihku" Sombong Desi.
"sombong amat! nanti kalo kamu tau apa yang dia punya bahaya mbak kamu bisa ayan" ledek Dea. Justin yang mendengar itu menahan tawa nya. pasalnya Dea selalu saja memiliki jawaban untuk menjatuhkan Desi.
"haha jangan ngayal kamu" ucap Desi.
"mbak nanti aja ya taunya, nunggu saya nikah dulu jangan sekarang. karena wanita kaya mbak itu kan gak boleh liat yang mengkilap dikit. jadi saya takut calon suami saya di goda biji cabe kaya mbak" tegas Dea dan berlalu pergi. mendengar ucapan Dea membuat Desi geram namun tidak dengan Joni. lelaki itu justru malah penasaran kepada Dea. ia harus mendapatkan Dea bagaimana pun caranya.
...
Justin dan Dea berlalu pulang, di dalam perjalanan Justin mencuri-curi pandang kepada Dea. ia benar-benar tidak menyangka Dea yang memiliki bunda lemah lembut seperti Sisil namun tingkah nya bertolak belakang dengan sang bunda.
Dea terlihat lebih berani dan melawan, bahkan Justin sampai bergidik ngeri jika ia melakukan kesalahan maka ia akan kalah bicara dengan Dea. gadis ini benar-benar membuat Justin bangga juga penasaran.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: vote yang banyak yaπ
N: iya Lo juga up yang banyakπ
A: di usahakan π
N: okkπ*
__ADS_1