Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 115


__ADS_3

setelah tiga Minggu Eza masih terus menemani kanita dengan setia, ia begitu rajin mengganti bunga mawar merah kesukaan kanita yang berada di kamar rawat kanita...


"good morning babyh, kenapa kamu betah banget diemin aku kayak gini. bangunlah aku mohon aku merindukan Omelan dirimu aku merindukan wajah mu yang selalu bersemu merah saat menahan malu. dan aku merindukan keberanian dirimu dalam menghadapi lawan bicara" ucap Eza menggenggam tangan kanita dan mengecup nya


Eza selalu menemani hari-hari kanita selama di rumah sakit dan selama kanita belum membuka matanya, tidak peduli jika ia harus mengoceh sendiri asal ia bisa mencurahkan isi hatinya...


"kan apa kamu tahu aku sempat putus asa karena dulu ditinggal oleh Sabil tapi Tuhan berbaik hati kepadaku mengirimkan dirimu untuk menjadi pengganti nya, kan saat aku tahu kamu adalah adik dari Sisil aku merasa bahagia makan itu akan membuat ku mudah untuk memilikimu. aku akan selalu disamping mu aku akan selalu ada untuk mu kan, dan ya kau tahu jika sebentar lagi Sabil akan bertunangan apa kau tidak ingin menghadiri hari terindah kakak mu. kamu harus menghadiri nya kanita karena setelah Sabil menikah nanti kita akan menyusul nya untuk menikah. aku akan mempersiapkan pesta pertunangan kita dengan mewah dan tentunya dengan pernikahan yang tidak kalah mewah, maka dari itu bangun lah sayang temani aku untuk menjalankan hidupku dan jadilah istri untuk menghiasi hari-hari ku! kamu berhasil membuat aku tergila-gila kepada mu, kamu juga berhasil membuat aku hampir gila melihat dirimu yang lemah saat ini, rasanya aku ingin mati jika kau tidak bangun untukku " ucap Eza mengungkapkan isi hatinya dengan membenamkan wajahnya di tangan kanita


saat Eza yang terus mengoceh tangan kanita bergerak dan Eza dapat merasakan itu, Eza mendongakkan kepalanya menatap kanita tak lama kanita pun membuka matanya. dan dilihat Eza yang tersenyum ke arah nya dengan mata yang berkaca-kaca...


"Hay" ucap kanita saat melihat Eza, sementara Eza terkejut dengan kanita yang tersenyum kepada dan berkata Hay dengan santai


"kau sudah sadar" tanya Eza


"tidak aku masih tidur" jawab kanita datar, Eza melihat itu merasa kesal campur bahagia. bagaimana bisa gadis yang koma selama berminggu-minggu tidak sadarkan diri terlihat biasa saja.


"menyebalkan! apa kau tahu aku hampir mati melihat dirimu yang terbaring lemah" gerutu eza namun kanita hanya tersenyum


"maafkan aku" ucap nya lirih sesaat ia merasa kepalanya sakit


"awuhhh" lirih kanita memegang kepalanya


"kenapa apa yang sakit" tanya Eza seketika melihat wajah kanita semakin pucat


"akan ku panggilkan dokter" ucap Eza yang akan memanggil dokter namun kanita menahannya hingga Eza terdiam sesaat menatap kanita


"kak" ucap kanita


"ya kenapa" jawab eza


"berbahagialah aku mohon jangan seperti ini aku tidak rela melihat kakak berantakan seperti saat ini" ucap kanita yang terbangun dan duduk menatap Eza dengan menahan sakit di kepalanya


"apa maksudmu" tanya Eza


"ada ataupun tidak ada aku kanita mohon kakak berbahagialah. kanita sayang kakak dan kanita tidak akan pernah rela kakak seperti ini sakit kak melihat kakak seperti ini" jawab kanita membuat Eza terheran


"apa kamu akan pergi ninggalin aku, aku tidak akan membiarkan kamu pergi kamu milikku dan aku tidak akan pernah melepaskan dirimu" jelas Eza sesaat kanita kembali memegang kepalanya yang semakin sakit


"kanita kamu kenapa" tanya Eza dan kanita kembali menutup matanya tidak sadarkan diri. hal itu membuat Eza panik sangat panik ia segera memanggil dokter


...


seketika dokter datang dan memeriksa keadaan kanita...


"apa yang terjadi dengannya dok? tadi dia sudah sadar bahkan berbicara kepadaku tapi kenapa dia kembali seperti ini" tanya Eza dengan khawatir

__ADS_1


"tenanglah tuan akibat benturan di kepala nya hingga membuat nya kembali tidak sadarkan diri" ucap dokter


"sampai kapan dok" tanya Eza lagi


"sampai semuanya pulih tuan tenanglah nona kanita sudah berhasil melewati masa kritis nya teruslah menyemangatinya hingga tubuhnya kembali merespon dan kembali sadar" jelas sang dokter lalu meninggalkan Eza dan kanita...


...


setelah mendapat kabar dari Eza Sisil dan Sabil pun bergegas berumah sakit...


"apa yang terjadi za" tanya Sisil penasaran


"iya kak kenapa kanita kembali tidak sadarkan diri" tanya Sabil dan Eza pun menjelaskan. termasuk perkataan kanita yang memintanya bahagia meski tidak bersamanya, penjelasan Eza kembali membuat sisil dan Sabil meneteskan air matanya. Sisil berjalan ke arah kanita memeluk tubuh gadis itu dengan penuh kasih sayang yang tulus.


"bangunlah sayang apa kau tidak merindukan kakak mu? kamu selalu berkata bahwa aku seperti mami mu yang bawel itu kan maka saat ini aku yang kau sebut seperti mami mu sangat merindukan dirimu. hiks...hiks... kanita bangun aku merindukan mu apa kau tega melihat diriku seperti ini" lirih Sisil terus menangis.


sabil terduduk lesu di lantai rasa bersalah kembali muncul Sabil hampir saja stres akibat kejadian ini ia selalu merasa bersalah, kejadian yang begitu mengerikan selalu melintas dalam banyangan nya..


"anteh jangan nangis" ucap Dio dan Dea yang memeluk Sabil, dua anak itu memaksa ingin ikut dengan sang bunda ia ingin melihat Tante kanita tersayang nya..


"bundah ante kankan kok bobo nya lama" tanya dio, di sisi lain Eza kembali menitihkan air matanya


"nggak sayang besok pasti ante kankan nya bangun" balas Sisil memeluk Dio


"kenapa anteh gak bangun sekarang bundah Dio kangen sama anteh" ucap Dio menangis, anak itu merasakan bahwa Tante nya sedang tidak baik-baik saja. Dio tahu jika Tante nya hanya tidur Tante nya pasti akan terbangun


"kanita bangun kanita! aku mohon kamu bangun" teriak Sabil menggoyang kan bahu kanita


"kenapa kamu lakuin ini kanita, kenapa? kamu bo*oh harusnya kamu biarin aku celaka harusnya kamu gak usah tolongin aku kalau akhirnya kamu siksa aku kaya gini" teriak Sabil dengan tangisnya yang kencang


"Sabil udah Sabil" ucap Sisil merengkuh tubuh Sabil, Sisil tidak mau melihat gadis itu kembali murung karena semenjak kejadian itu Sabil lebih sering mengurung diri. rasa bersalah nya yang begitu besar membuat nya depresi.


"kakak kenapa kanita jahat dia gak mau bangun dia gak mau liat aku" lirih Sabil di tengah Isak tangis nya


"Sabil tenangkan dirimu, kamu gak boleh seperti ini" ucap Eza membuat Sabil semakin menangis


"kak Eza gara-gara aku kanita kaya gini" lirih nya


"Sabil percaya sama aku kanita akan segera pulih dokter juga mengatakan keadaan nya sudah membaik" ucap Eza


"jika dia baik-baik saja lalu kenapa dia kembali tidak sadarkan diri" tanya Sabil


"percaya lah Sabil semua akan baik-baik saja" ucap Sisil meyakinkan


setelah itu Sisil membawa Sabil dan si kembar pulang, tak lupa dengan pengasuh nya si kembar...

__ADS_1


Eza kembali duduk di samping kanita ia memeluk kanita dengan erat dan terus menghujani wajah kanita dengan kecupan lembut nya...


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: Thor kanita kenapa lagi dah ๐Ÿ˜ญ


A: tidur dia kecapean kali๐Ÿ˜Œ


N: cepetan sembuhin ya Thor ๐Ÿ˜ญ


A: gue bukan dokter ๐Ÿ˜ฃ


N: kan Lo yang nulis thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜


A: oiya lupa๐Ÿ˜‚


N: rese Lo jamileh ๐Ÿ˜


A: iya nanti kanita nya bangun kok ๐Ÿ˜Œ


N: awas aja Lo Thor๐Ÿ˜Œ


A: iya ih๐Ÿ˜


N: tar di hujat netizen tau rasa Lo๐Ÿ˜


A: udah sering gue dihujat udah sering mau apa Lo hah๐Ÿ˜Œ


N: mangkanya sembuhin si kanita Miley


A: sabar apa liatin aja alurnya๐Ÿ˜

__ADS_1


N: okk baiklah ๐Ÿ˜Š*


__ADS_2