
Dea langsung bangun dan mengambil Aiden dari gendongan Justin, Dea masih merasa kesal kepada suaminya itu.
Namun saat akan menggendong Aiden Justin menahan nya, ia mengingatkan kembali jika Dea tengah mengandung.
"Kemarikan Aiden" ucap Dea dingin.
"Sayang" ujar Justin.
"Kemarikan" ucap Dea mencoba mengambil Aiden.
"Kamu sedang mengandung dan tidak boleh menggendong Aiden" ucap Justin.
"Mae" panggil Dea, Mae yang merasa di panggil pun ia membantu Carl berdiri lalu menghampiri Dea.
"Ya, kenapa" ucap Mae.
"Ambil Aiden dari gendongan Daddy nya kita bawa ke rumah sakit sekarang" ucap Dea, Mae pun mengikuti keinginan Dea meskipun ia harus berhadapan dengan Justin.
Melihat tatapan Justin membuat Mae bergidik ngeri, namun lebih ngeri lagi jika dirinya di amuk oleh Dea apalagi setelah melihat Dea menyeret tubuh Jeselin dengan sadis.
"Bang" panggil Justin, Carl menubruk tubuh kekar lelaki yang selama ini menjadi Daddy nya itu.
"Daddy" lirih nya.
"Berhentilah merasa bersalah, ini bukan salah mu kamy sendiri saja tidak mengetahui rencana nya bukan" ucap Justin menepuk bahu putranya itu.
"Sudah lah dari sini kau harus membuktikan jika dirimu harus lebih baik dari ayah dan kakak mu, jangan sampai kesalahan yang mereka lakukan itu kamu ulangi kembali" ucap Dio, ia pun merasa tidak tega kepada Carl.
"Kau masih ponakan ku yang tampan bukan, sudah yang terpenting saat ini Aiden sudah bersama dengan kita. dan kau pun melakukan tindakan yang tepat dengan menghukum mereka" ucap Julian.
Kini keempat lelaki itu berjalan menyusul Dea dan Mae, Dea langsung melakukan mobil yang tadi di kendarai oleh mae menuju rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Aiden langsung di tangani oleh dokter, Dea merasa cemas dengan keadaan putranya itu.
"De tenang" ucap Mae, Dea menatap Mae mengingat Mae yang sudah memiliki dua anak dan saat ini Mae ada bersama nya.
"Pulang lah jaga Aleta dan Axel, jangan sampai apa yang di alami Aiden itu terjadi kepada anak-anak mu" ucap Dea, Mae tersenyum ia tahu jika Dea memiliki ketakutan yang tinggi.
"Aleta dan Axel di jaga oleh Mei kau tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kepada kedua anakku" ucap Mae, saat mereka sedang berbincang dokter yang menangani Aiden pun keluar. Dea dengan cepat menghampiri dokter tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Dea.
"Tuan muda baik-baik saja nona, tuan hanya mengalami demam karena ia merasa tertekan apa ada terjadi sesuatu kepada tuan" tanya dokter itu.
Mae pun menjelaskan apa yang di alami oleh Aiden hingga membuat tubuh Aiden demam, dokter itu tersenyum dan menjelaskan tidak ada hal serius yang di alami oleh Aiden.
Mungkin Dea dan orang-orang terdekat Aiden harus membuat bocah itu merasa nyaman, agar Aiden tidak memiliki trauma atau ketakutan yang berlebih.
Dea yang mendengar itu merasa tenang, ia segera masuk ke ruangan putranya dan memeluk juga mencium pipi gembul putranya itu.
"Kamu baik-baik saja nak" tanya Dea, membuat Aiden yang baru saja membuka matanya mengangguk.
"Hay boy" sapa Mae, membuat Aiden tersenyum.
"Daddy" lirih Aiden membuat Dea menatap Mae, Mae yang mengerti menganggukan kepala jika Dea tidak boleh marah terlalu lama kepada Justin.
"Apa kau ingin bertemu Daddy" tanya Dea, Aiden mengangguk dan menjawab.
"Ya, aku merindukan Daddy aku tidak ingin Daddy jauh dariku mom begitupun dengan mommy" lirih nya membuat hati Dea sedikit terluka, karena keegoisan nya selama ini melukai perasaan putranya.
"Baiklah mom akan memanggil Daddy mu" ucap Dea, ia meminta Mae untuk memanggil Justin.
"Kau mencari Daddy" tanya Justin.
"Hmmmmm, aku merindukan Daddy" ucap Aiden, bocah itu memeluk Justin sambil menatap Dea.
"Mom jangan marah lagi sama Daddy" lirih Aiden.
"Hmmmmm" ucap Dea bingung.
"Aku tidak ingin mom dan Daddy berpisah" lirih nya lagi, membuat kedua orang tua nya itu saling memandang.
"Siapa yang akan berpisah" tanya Justin.
"Tante itu bilang jika Daddy akan menikah dengan nya, dan Daddy akan pergi meninggalkan mom dan aku" jawab Aiden.
Mendengar perkataan putranya Justin mengeraskan rahangnya, Jeselin bahkan wanita itu memberikan tekanan kepada Aiden pantas saja jika Aiden sampai sakit.
"Tidak sayang Daddy tidak akan pergi" ucap Justin.
__ADS_1
"Promise" ucap Aiden mengacungkan jari kelingking nya.
"Hmmmmm, promise" balas Justin, Aiden mencium Dea dan Justin secara bergantian.
"Aku sayang Mon and dad" ujar nya, bocah kecil yang berceloteh layak nya orang dewasa itu berhasil membuat Dea tersenyum manis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Aiden nya gak kenapa-napa soalnya gue sayang banget ama itu bocah 😂
N: sama jangan sampe sakit ya Thor 😂
A: siapp 😁
N: udah ini jangan ada lagi drama Aiden deg-degan jantung gue 😭
A: 😂😂 kan katanya minta yang tegang-tegang 🤣
N: gak begitu juga, itu jadinya tegang sambil mewek 😭
A: Mon maaf 🤣
__ADS_1