
"nta itu Sisil mau kemana" tanya Mela penuh khawatir
"gatau mell aku juga, Gimana ini Mel" balas Nita
"aku khawatir banget nta, aku tau hatinya pasti sakit banget dengan perkataan pak Rio" tambah Mela
"iya Mel sama aku juga khawatir, iya betul banget pak Rio ko bisa Setega itu ya, padahal aku yakin banget kalo pak Rio suka sama Sisil" jawab Nita yang di angguki oleh Mela
di dalam mobil Sisil terus menangis tanpa henti, dan ia pun sampai di tempat tujuan nya yaitu di pemakaman, Sisil memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju makam ibunya...
"maaah" ucap Sisil sambil menangis dan menjatuhkan tubuhnya di samping makam ibunya, Sisil merasa sangat rapuh...
"kenapa.... kenapa mama tinggalin Sisil secepat ini, Sisil masih butuh mama Sisil kangen sama mamah" ucap Sisil lirih ditengah tangisnya
Sisil memandangi batu nisan yang bertuliskan nama ibunya...
sore hari pun tiba dan Sisil memutuskan untuk kembali kerumahnya nya dengan pakaian yang benar-benar kacau...
sementara dirumah Nita dan Mela sudah panik karena mereka tidak menemukan Sisil...
"Mel gimana ini? Sisil kemana" tanya Nita khawatir
"gatau nta aku udah telpon ke ponsel nya tapi ga aktif" jawab Mela
__ADS_1
"Mel kalo papah nya sisil tau dia pasti marah sama kita" balas Nita mereka menunggu Sisil di dalam kamar....
tidak lama kemudian sisi datang dengan wajah yang penuh dengan air mata dan mata yang bengkak karna menangis, pakaian yang berantakan....
Mela dan Nita melihat Sisil dengan prihatin, karna ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya dengan keadaan sangat kacau...
"Sisil" teriak Nita dan mella yang langsung memeluk tubuh Sisil
Sisil kembali menangis di pelukan kedua sahabatnya, badan nya gemetar rasa marah dan kecewa masih terlihat di raut wajahnya, sahabat Sisil memutuskan untuk mendudukkan Sisil di sofa...
"sil kamu knapa sampai kaya gini?" tanya Nita ikut menetes kan air matanya
"Sisil jawab kamu jangan nangis terus" tambah Mela sambil memegang kedua pipi Sisil...
Sisil yang melihat kedua sahabatnya nya malah membuat ia semakin sedih...
"kamu tenang kamu tenangin diri kamu" tambah Mela
"iya sill kamu cerita sama kita" ucap Nita
Sisil pun menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan dengan kasar, ia menyeka air matanya dan perlahan mulai berbicara...
" aku kecewa sama Rio nta, mell" ucap Sisil sambil menatap kedua Sahabatnya secara bergantian
__ADS_1
"iya kita tau yang kamu rasain sekarang, kamu tenang ya" balas Nita
"baru.... baru kemarin dia bilang jangan takut aku ada disini buat kamu aku gabakal bikin kamu nangis atau sakit hati, tapi hari ini apa? dia bahkan membentak ku di depan semua orang dan dia membawa nama mamah yang bahkan mamah gasalah apa-apa" ucap Sisil kembali meneteskan air matanya
Mela yang mendengar itu tentu saja ia pun merasa sakit hati, Mela memeluk Sisil dengan lembut begitupun Nita....
"Sisil kamu jangan takut kita ada disini buat kamu, kita gaakan ninggalin kamu sill" ucap Mela lirih
"lebih baik sekarang kamu bersihkan dulu tubuh kamu setelah itu istirahat" balas Mela dan Sisil pun menganggukan kepalanya
sebelum Sisil masuk kedalam kamar mandi ia kembali menatap kedua sahabatnya nya, Mela dan Nita pun menatap Sisil dengan heran...
"aku mandi dulu" ucap Sisil dan di angguki kedua sahabatnya...
.
.
.
.
***Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like sama vote nya🙏😊***