
di kediaman Rio terlihat Sisil sedang menyuapi Dena adik bontotnya Dea, entah kenapa ketiga anak nya memiliki wajah yang indah. anak cewek yang cantik-cantik, dan anak cowok yang tampan. hal itu membuat Sisil betah di rumah, ya Sisil benar-benar menjadi ibu rumah tangga yang baik.
terlihat Rio menuruni tangga dan memeluk Sisil dari belakang, Sisil yang tiba-tiba di peluk pun terlonjak kaget.
"mas, kamu apa-apaan sii" ucap Sisil
"aku kangen sayang" rengek Rio.
"mas jangan seperti ini, nanti anak-anak lihat" ucap Sisil lagi.
"itu Dena udah liat kita ay" ujar Rio membuat Sisil menepuk dahinya.
"ternodai sudah gadis kecilku" ucap Sisil membuat Rio terkekeh.
"nambah adik yu" canda Rio membuat mata Sisil membulat sempurna.
"jangan ngarang! ini udah ada tiga" ucap Sisil
"hehe becanda sayang, kan aku juga nggak mau dong bikin istri tercinta nya aku capek ngurus baby Mulu" ujar Rio kembali mengecupi tengkuk Sisil.
"mas geli ih" lirih Sisil
"kamar yu" ajak Rio.
"nggak mau, kamu kalo udah nyampe Kamar nggak akan beres" ucap Sisil.
"kenapa begitu?" tanya Rio.
"nggak usah pura-pura lupa mas. tiap malem kamu ngajak lembur Mulu, terus libur nya kalo aku lagi datang bulan doang" jawab Sisil membuat Rio terkekeh.
ya memang Rio selalu meniduri istri tercinta nya itu (meskipun gak aku ceritain), karena bagi Rio Sisil sudah seperti candu untuknya.
saat Rio akan mencium bibir Sisil tiba-tiba ada suara yang memanggil nya, dan itu membuat Sisil dan Rio terlonjak kaget.
__ADS_1
"bunda ayah, lagi ngapain?" tanya Dea yang tiba-tiba nongol. diikuti oleh Mei juga Dio.
"a...anu tadi bunda kelilipan sayang" jawab Rio asal.
"bunda kelilipan kenapa?" tanya Dio.
sementara Rio dan Sisil merasa gugup, matilah sudah anak tikus. jika sudah seperti ini mau jawab apa? jika di depan Dena si masih aman karena Dena belum terlalu mengerti. namun ketiga anak ini araaagghhh bagaikan guru bagi keduanya yang selalu memberikan pertanyaan dan meminta jawaban juga penjelasan yang akurat.
"i...itu tadi bunda kecolok air mata" jawab Rio. yang malah membuat semuanya bingung.
"ayah plis deh, mana ada air mata yang menyolok" kali ini Mei yang memberikan pertanyaan.
"itu apasi namanya ayah bingung" ucap Rio frustasi.
"udah bilang aja kalo ayah mau cium bunda iyakan" ucap Dio membuat semua orang terkejut dan menganga.
"heh bocah, elo ya ngomong nya udah soal cium-cium" ucap Dea menepuk pundak Dio.
"ya abis ayah mau ngapain lagi coba?" tanya Dio.
"ini bocah dua emang cocok yah, kawinin aja udah!" ucap Dea membuat Dio memukulnya
"itu mulut kalo ngomong suka bener. eh salah maksudnya jangan di kawinin yah kan belum nikah" balas Dio.
"apasi si Lo gak jelas banget, ngebet Lo pen kawin" tanya Dea.
"nggak lah orang elo aja kan belum nikah woee" jawab Dio.
"ya kalo Lo mau duluan silahkan" ucap Dea membuat Rio menatap nya tajam.
Dea yang menyadari itu menutup mulutnya, lalu tersenyum semanis mungkin.
"hehe maaf yah bencanda doang kakak, nggak serius ko nggak" ucap Dea.
__ADS_1
"Lo si ah, awas Lo ya kalo langkahin gue. tar gue pecat Lo jadi adik" ancam Dea.
"sudah-sudah kenapa jadi ngomongin begituan" ucap Rio.
sebelum ayah nya mulai ceramah panjang dan memberikan kuliah malam sebelum bobok, Dea berhambur ke pelukan ayah nya.
"ayah kakak sayang ayah, makasih udah jaga kakak, makasih udah memberikan kasi sayang yang begitu besar untuk kakak. yaudah kalo gitu kakak mau bobok dulu ya hehe. dah ayah Good night" ucap Dea mencium pipi Rio.
sebelum di panggil kembali Dea sudah berlari secepat kilat, bahkan yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: neh vote yang banyak ya π nawar dikitπ
N: itu kan minta banyak ya tapi bilang nya nawar dikitπ
A: elah komen Mulu Uunπ
N: yang banyak up nya baru di vote banyak π
A: iyadeh iya π
__ADS_1
N: π€π€π€*