Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 162


__ADS_3

saat Dea pulang betapa terkejutnya ia saat melihat sang Tante dan adik keren nya, oh Dio pun kalah style mungkin oleh Arshal.


"arshaaaaaaaalllllllll OMG oh my oh my. mimpi aku semalam bisa melihat cowok keren hari ini" ucap Dea girang sambil memeluk Arshal.


"kakak lepas oke. aku engap" rengek nya.


"ohh oke sorry boy" ucap Dea kembali menciumi pipi chubby Arshal.


"kakak" rengek nya.


"haha iyaiya maaf tuan muda" ucap Dea berlalu meninggalkan Arshal di ruang depan.


"Tanteeeee" teriak Dea melompat ke pangkuan sang Tante yang sedang duduk di sofa.


"ah.. yaampun dea" ucap kanita yang sedikit terdorong oleh Dea.


"Tante tau aku sangat merindukanmu" ujar Dea masih dengan posisi yang sama.


"hey iya iya aku tahu tapi bisakah kau turun sayang? tubuh mu tidak sekecil dulu" ucap kanita membuat Dea tersadar dari posisinya.


"ah iya, bodohnya aku kenapa bisa lupa" ujar nya turun dari pangkuan sang Tante.


kanita terpaku melihat Dea cantik, berbadan proposional bahkan Dea yang masih SMA menyaingi tinggi badan kanita. benar-benar ciptaan Tuhan yang sangat indah, siapakah pangeran yang akan mendapatkan Dea nanti fikiran kanita terbang bebas.


"cantiknya ponakan ku" ucap kanita memandangi Dea.


"haha aku kan wanita tanteku tersayang" balas Dea mencolek dagu sang Tante.


"ah iya, bahkan bunda kamu pun akan kalah cantiknya oleh kamu" ucap kanita yang tiba-tiba di Sayuti oleh Sisil entah dari mana munculnya.


"hey kalo bunda nya jelek maka hasilnya tidak akan seperti itu Ferguso" ucap Sisil duduk di samping kanita.

__ADS_1


"hah?!" kanita kaget.


"kakak kau tiba-tiba muncul membuat ku hampir jantungan tahu!" gerutu kanita.


"haha maaf" ucap Sisil.


"tapi sungguh kau kasi makan apa dia senhingga cantik molek begitu?" tanya kanita


"aku tidak tau! aku hanya memberi nya makan seperti yang di pinta oleh ayah nya" jawab Sisil.


ya Sisil memang tidak memberikan skincare apapun hingga obat-obatan untuk kecantikan, mengingat usia Dea yang masih terbilang muda Sisil khawatir jika Dea mengalami hal-hal buruk. maka dari itu ia hanya mengharuskan Dea meminum susu dan vitamin agar Dea selalu fit dan tidak lemas.


"ah mungkin memang Dea itu seperti mama nya kak Rio kali ya" ucap kanita yang di setujui oleh Sisil.


"Tante" panggil Dea yang telah selesai mengganti pakaian.


kanita dan Sisil terpana melihat kecantikan Dea, ah Sisil saja yang menjadi bunda nya masih sering dibuat terkesima apalagi kanita yang jarang melihat Dea.


"ia sayang" jawab kanita.


"Tante nginep sini kan" tanya Dea.


"iya kenapa?" jawab kanita.


"bagus, aku akan ada teman cerita" ucap Dea membuat kanita tersenyum namun tidak dengan Sisil. ia tercengang mendengar ucapan putrinya.


"hey kenapa tidak cerita dengan bunda" tanya Sisil kesal.


"bunda aku kan sering cerita kepada bunda apapun itu, jadi aku ingin cerita kepada Tante kan kan" jawab nya mengecup pipi sang bunda.


padahal tidak ada rahasia hanya saja Dea ingin menceritakan apa yang telah ia ceritakan kepada sang bunda. Dea kangen kepada kanita. mengingat nanti sore ayah nya dan Eza akan pergi ke luar kota mata ada kesempatan dirinya untuk tidur dengan kanita.

__ADS_1


...


malam hari tiba, dimana Rio dan Eza telah pergi hingga hanya ada Sisil, Dea, kanita, dan Mei karena Arshal dan Dena lebih dulu tidur. kalau Dio jangan ditanya anak itu pasti sedang bersama dengan teman-teman nya.


Dea merebahkan kepalanya di paha kanita, ia menceritakan masa-masa sekolah nya hingga saat ia dikira berpacaran dengan Dio adiknya. dan itu membuat kanita tertawa, Dea pun menceritakan mengenai tetangga nya yang padahal kanita sudah mengetahui itu. Dea menceritakan rasa kesalnya kepada Justin yang selalu ketus kepada nya bahkan Dea membandingkan Justin dengan Julian. kanita kembali tersenyum.


kanita tau tidak mudah bagi Dea nanti menerima Justin dalam hidupnya, mungkin akan lebih seperti tom and Jerry nantinya namun jika di bayangkan itu menjadi lucu.


Sisil mendengar kan cerita sang anak ia melempar pandangan kepada kanita, begitupun Mei yang menceritakan kekesalan nya kepada Julian yang selalu mengatainya donat Unyil padahal kan bukan donat Unyil melainkan roti Unyil. Mei menceritakan jika ia lebih menyukai Justin yang calm dibandingkan Julian hal itu membuat kanita dan Sisil kembali saling memandang. mengapa bisa seribet ini begitu fikir keduanya.


namun saat Mei bercerita bahwa ia bersyukur memiliki Abang seperti Dio Sisil menganga kenapa hanya di anggap Abang? kenapa tidak kekasih saja itulah yang ada di fikirkan Sisil. ah sudah lah itu biar mereka yang menjalankan sebagai orang tua Sisil hanya bisa mendukung anak-anaknya. berbeda dengan Dea yang selalu di dekat kan dengan Justin namun Dea tidak menyadari nya..


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: yang banyakπŸ˜‚


A: iya nanti ya


N: oke πŸ€—*

__ADS_1


__ADS_2