
di kantor Rio baru saja selesai meeting bersama dengan klien penting nya yang dari luar negri, seperti biasa Rio selalu berhasil mendapatkan kontrak dari para klien nya...
Rio memutuskan untuk menyerahkan sisa pekerjaan nya kepada Rey yang sudah ia percayai sejak lama, Rio ingin segera pulang dan menemui si kembar yang beberapa hari ini menjadi penyemangat nya...
"kembar ayah pulang" ucap Rio saat tiba dirumah
"kamu sudah pulang? ini kan masih jam kantor" tanya Sisil saat melihat sang suami memeluk nya
"iya aku rindu sama si kembar" ucap Rio tersenyum
"cih... dasar gak konsisten" celetuk sisil, Rio yang mendengar ucapan istrinya mengerutkan dahi
"kenapa" tanya Rio heran
"kamu bilang kangen si kembar mas tapi kenapa yang kamu peluk aku" gerutu Sisil, Rio yang mendengar itu pun terkekeh
"memang kalau aku kangen sama si kembar aku gak boleh kangen sama bunda nya" tanya Rio yang membuat pipi Sisil merona
"huh kau ini bisa saja" dengus Sisil yang membuat Rio merasa gemas, meskipun sudah memiliki dua anak tetap saja Sisil selalu menggemaskan dan membuat Rio tidak ingin menjauh darinya.
Rio pun mengecup kedua buah hatinya yaitu Dea dan juga Rio....
"sayang kenapa wajah Dio mirip sekali dengan mu" tanya Sisil kepada Rio
"haha kan aku ayah nya" jawab Rio
"tapi kan yang mengandung sembilan bulan sepuluh hari nya aku" balas Sisil tak mau kalah
"hahah lalu mau kamu dia harus mirip siapa" tanya Rio masih dengan tertawa
"ya kombinasi dari kita berdua lah mas kaya dea. muka Dea ada mirip kamu ada mirip akunya juga tapi kok muka dio cuma mirip kamu doang" jawab Sisil mengerutkan bibirnya
"sudahlah sayang mereka itu anak kita masa kita mau berdebat cuma karena kemiripan" ucap Rio memeluk sang istri lalu meng*cup bibir nya lembut
...
di tempat kerja Sabil sedang memfokuskan dirinya kepada ponsel untuk mengecek beberapa laporan butik nya yang dikirim oleh sekretaris kepercayaan nya...
tidak berapa lama kanita datang menghampiri sabil lalu duduk di hadapannya...
"huh" ucap kanita sambil mendudukkan dirinya, hal itu membuat Sabil menoleh
"kenapa" tanya Sabil
"kakak apa kau tahu rasanya di tembak" tanya kanita
"hah? mati dong" jawab Sabil
"ihhhh bukan itulah" gerutu kanita kesal
"ya lalu" tanya Sabil. dan kanita pun menceritakan tentang Kiki yang mengungkapkan perasaan nya kepada kanita hal itu membuat Sabil tersenyum.
"terus kamu terima?" tanya Sabil
"nggak lah orang aku gak suka" jawab kanita Sabil pun masih tersenyum
__ADS_1
"iyadeh aku tau hati kamu mah udah punya kak Eza" goda Sabil membuat pipi kanita merona
"stop! gak usah bahas itu" jelas kanita
saat keduanya sedang asik bercengkrama Eza datang menghampiri kanita dan juga sabil. sumpah demi apa jantung kanita berdisko lagi sangat kencang hingga membuat kanita salah tingkah...
"kan aku mau bicara" ucap Eza menatap kanita juga Sabil bergantian
"stop.... jangan bilang mau bicara mau bicara ini soal yang tadi aja hati aku belum tenang" ucap kanita hal itu membuat Eza mengerutkan keningnya dan Sabil tertawa. ternyata hal seperti itu benar-benar membuat kanita nerfes
"kenapa ketawa? ada yang lucu" tanya kanita saat melihat Sabil tertawa
"kamu lucu" jawab Sabil cenat
"hah ko aku" tanya kanita polos
"kanita kamu tau gak sii? yang ungkapin perasaan nya sama kamu itu Kiki tapi kamu gerogi nya pas deket sama kak Eza dan kamu gabungin itu semua seakan kak Eza itu udah ngomong semuanya sama kamu" ujar Sabil membuat pipi kanita merona lagi dan Eza menatap kanita
"Kiki siapa" tanya Eza ketus
"hah? kenapa kok nanya gitu" jawab kanita polos
"udah-udah kak Eza Kiki itu teman sekolah kanita, dia menyukai kanita dan mengungkapkan perasaannya sama kanita" ucap Sabil menjelaskan
"nah iya itu bener" balas kanita menyetujui perkataan Sabil
"yasudah aku mau bicara sama kamu" ucap Eza menarik tangan kanita
"nggak aku gak mau disini aja" tolak kanita
"kalian itu kenapa si kalo mau ngomong ya ngomong aja gak usah tarik-tarik aku bukan layangan" gerutu kanita mengikuti langkah Eza. saat akan masuk ke ruangan Eza tangan kanita di tarik oleh Jeje hingga genggam Eza terlepas
"mau kemana" tanya Jeje sinis
"kepo banget si kaya Dora" jawab kanita, Eza yang melihat tangan kanita di tarik Jeje pun merasa kesal ingin rasanya ia marah namun ia sadar posisi nya sedang berada di kantor.
"oh jadi gini cara Lo bersaing pake tubuh Lo" celetuk Jeje yang membuat kanita panas, pliss deh kanita udah cape menghindari Kiki terus baru nyampe udah di tarik-tarik sama Eza dan sekarang muncul nenek lampir. rasanya kanita ingin tenggelam kebawah bumi untuk bersembunyi sementara!
"apa si? siapa yang mau bersaing sama kamu nona" jawab kanita
"Lo jal*ng! buktinya Lo mau masuk ke ruangan Presdir" ucap jeje, oh tuhan hari ini kesabaran kanita di uji kalo kaya api udah nyala mati nyala mati
"heh jaga mulut anda! tanpa saya bersaing pun dengan senang hati saya bisa mendapatkan peria yang selama ini anda puja-puja" tegas kanita hal itu membuat Jeje geram dan mengangkat tangan akan men*mpar kanita. namun dengan cepat Eza menahan tangan Jeje hal itu membuat Jeje terkejut.
"jangan berani menyentuh kanita meskipun hanya seujung rambut" tegas Eza menatap Jeje dingin
" kenapa? apa yang istimewa dari dia hah" teriak Jeje hal itu membuat Eza geram untung saja mereka sedang berada di area yang sepi
"tentu saja sangat istimewa" jawab Eza
"apa yang udah dia kasi sama kamu za? tubuh? bahkan aku bisa kasih lebih buat kamu" teriak nya lagi hal itu membuat kanita berdecih jijik
"apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan? kamu bahkan melakukan apapun agar apa yang kamu inginkan tercapai sekalipun harus mengorbankan harga diri kamu je. tapi nggak buat kanita dia gak ser*ndah itu dia mencapai cita-cita nya dengan usaha nya sendiri tanpa mengorbankan harga dirinya!" jelas Eza mendengar itu Jeje merasa tersentak, darimana Eza tahu dan kenapa bisa berfikir sampai kesitu.
"kenapa za? kenapa kamu bela dia hah? kamu suka sama dia" teriak Jeje membuat Eza tersenyum
__ADS_1
"menurutmu?" tanya Eza tersenyum lalu menarik tangan kanita, Jeje merasa tidak terima melihat itu
"Eza" teriak Jeje dengan air mata yang mengalir di pipinya
"iya ze aku suka sama kanita! aku sayang sama kanita bahkan sekarang aku gak mau kehilangan kanita! aku gak mau kejadian kamu ninggalin aku dan juga Sabil ninggalin aku keulang sama kanita ninggalin aku. aku gak akan biarin itu terjadi lagi je" jelas Eza dengan intonasi yang tinggi membuat kanita menatap Eza dan meneteskan air matanya. tidak pernah menduga kata-kata yang ia harapkan keluar dari mulut Eza sendiri...
Jeje merasa tersakiti kanita gadis yang ia ajak kerja sama lebih dulu menaklukkan hati seorang Eza Giovano laki-laki yang ia dambakan bahkan membuat nya menyesali perbuatannya...
Eza pun langsung menarik kanita kedalam ruangan nya saat tiba di ruangan nya Eza melihat air mata yang terus mengalir di pipi chubby kanita, hal itu membuat Eza merasa bersalah karena berkata dengan nada yang tinggi Eza menarik kanita kedalam pelukannya.
"maafin aku kanita maaf" lirih Eza memeluk kanita
"untuk apa" tanya kanita mendongak kan wajah nya
"karena kamu harus mengetahui semuanya dengan cara seperti itu" jawab Eza menangkup wajah kanita, dan kanita pun tersenyum
"tidak apa setiap orang berhak memiliki perasaan bukan. aku gak bisa melarang orang yang menyukai aku" jelas kanita Eza pun tersenyum
"aku tahu ini bukan saat yang tepat, tapi setidaknya kamu sudah mengetahui perasaan ku saat ini" ucap Eza dan kanita pun mengangguk kan kepala nya.
ia belum siap menjalin hubungan dengan keadaan seperti ini, namun meski begitu kanita akan tetap menjaga hatinya untuk seorang Eza Giovano laki-laki yang berhasil merebut hatinya. tidak hanya kanita Eza pun akan selalu menjadi hatinya untuk gadis mungil yang berada dalam dekapan nya saat ini.
sungguh luar biasa gadis remaja yang mampu menaklukkan kedinginan seorang eza. bahkan saat Eza memantap kan hatinya untuk ia jaga kanita masih duduk di bangku SMA dan sekarang semuanya di ketahui oleh kanita saat kanita sudah kuliah. memang benar akan ada kebahagiaan setelan melewati penderitaan itulah yang kanita rasakan saat ini setelah merelakan ia langsung bisa mendapatkan pujaan hatinya...
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ya 🙏😉
N**: author 😂😂😂
A: apa loh😏
N: kenapa gak langsung di jadiin aja si Thor 😭
A: kebanyakan nawar Lo segitu juga udah gue kasi tanda-tanda 😣
N: ya thor tar Eza nya di ambil pelakor 😭
A: kagak bakal lah, Yang ada laki Lo tar di embat pelakor 😂
N: jangan dong jahad amat 😭😭😭
**A: 🤣🤣🤣
N*: jahad 😏
__ADS_1