
Hari ini Justin tidak pergi ke kantor, ia ingin menghabiskan waktunya dengan anak-anak dan juga istri nya.
Setelah memiliki Aiden Justin lebih senang jika berada di rumah, berbeda dengan sebelumnya saat Aiden belum terlahir.
Bukan hanya Justin Carl pun sama ia lebih memilih di rumah untuk menemani adik-adik nya bermain, seperti sekarang mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.
Justin dan Carl duduk di bawah keduanya sedang bermain game, dan Dea duduk di sofa bersama dengan Aiden yang berada di pangkuan nya.
"Aduh boy, mommy haus kamu tunggu sebentar oke" ucap Dea, ia meletakkan Aide. di atas sofa.
Karena Aiden aktif ia menggulingkan tubuh nya, saat ia hampir saja terjatuh saat itu pula Justin menoleh dan menangkap Aiden.
"Haisshhhh, boy kemana mommy mu kenapa kamu di tinggal sendiri" ujar Justin, Carl yang melihat adik nya hampir terjatu mendekati sang Daddy.
"Aset negara untung gak jatuh" ucap Carl membuat Justin terkekeh.
"Aset negara emang adik kamu ini apaan bang" ucap Justin.
"Dia itu calon ganteng dad, liat aja nanti woh adik aku paling paling dah" usap Carl, tak lama kemudian Dea pun datang dengan membawa minuman dan camilan.
"Sayang kamu kenapa ninggalin baby ai sendiri" tanya Justin.
"Nggak sendirian kok, kan ada Abang sama Daddy nya" jawab Dea.
"Haih kamu ini, kalo Abang gak nengok Aiden bisa jatuh" ucap Justin membuat Dea terkejut
"Apa jatuh, terus baby ai jatuh gak?" ujar Dea.
"Nggak Abang dengan cepat nengok dan gendong baby ai" ucap Justin.
"Maaf sayang mommy tinggalin" ujar nya membuat Justin tersenyum.
Saat tengah bercanda Julian datang dengan baby El di gendongan nya, Justin yang melihat anak Julian tersenyum.
"Eh ada baby El, mau kemana udah cantik banget anak Daddy" ucap Justin.
"Mau ikutan ngobrol sama Dady Justin" jawab Julian.
"Gue nanya anak Lo bukan nanya Lo" cetus Justin.
__ADS_1
"Ngaco, anak gue belum bisa ngomong bang. jadi gue yang mewakili" ucap Julian.
"Bang besok kan Abang pergi nih, sekarang aku sama Mae mau ke mall ya kita juga mau ajak Mei" ucap Dea.
"Masa Abang libur kamu pergi" ucap Justin.
"Ya Abang juga kan bisa keluar" saran Dea, ia ingin sekali keluar sebelum Justin pergi.
"Ya baiklah, Abang mau main golf aja sama Julian" ucap Justin, yang di angguki oleh Julian.
"Ana" panggil Dea, ana yg merasa di panggil pun segera menghampiri Dea dan yang lainnya.
"Iya nona, eh kakak" ucap ana yang membuat Dea dan Justin tersenyum.
"Kamu tolong jaga baby ai, bilang sama suster yang lain juga ya. selama saya pergi jangan bawa baby ai keluar dari rumah" ucap Dea, sungguh bukan ini yang Dea ingin kan. kenapa putranya di jaga ketat melebihi dirinya dulu.
"Baik kak" jawab nya.
"Dan satu lagi, kalo ada tamu kalian jangan memperlihatkan wajah baby ai dan juga baby El" ucap Justin.
"Baik tuan" jawab semua suster.
"Yasudah kalo begitu saya pergi dulu, ajak baby ai ke kamar aja na" ucap Dea.
Setelah beberapa menit Dea tiba di mall dan langsung masuk, saat ia menemui Mei ia melihat dua orang yang di kenal nya.
"Mei" panggil Dea.
"Ya kak" jawab nya.
"Ada apa?" tanya Dea.
"Itu kak Juna sama Nina lagi berantem" ucap Mei.
"Juna?" tanya Dea, ia ingat betul jika dulu Juna sangat menyukai nya.
"Eh iya de mereka kenapa ya?" tanya Mae.
"Kita samperin aja yuk" ajak Mei.
__ADS_1
"Gak usah lah itu kan urusan mereka" ucap Dea.
"Ayolah de" ucap Mae.
Mau tidak mau Dea pun menghampiri dua orang yang sedang bertengkar itu, Dea melihat wajah menyebalkan milik Juna dan beralih dengan wajah penuh amarah milik Nina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading ππ€
A**: ah males gue kalo udah part nya Nina bobok mah π΅
N: elah itu cwe harus di apain ya Thorπ
A: di kasi makan sambel Uun π
N: yah keenakan itumah π€£
A: mana ada keenakan kepedesan nanti orangπ
N: bagus begitu mah π€£
__ADS_1
A: sueee πͺ
N: π€£π€£π€£*