Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 23


__ADS_3

Sisil yang tadinya menunduk pun mendongakkan kepalanya nya, ia berfikir mungkin ini saat nya iya bercerita tentang apa yang ia rasakan, ya meskipun Rio orang asing baginya Sisil tidak peduli karna ia berfikir mungkin setelah ini ia akan di keluarkan dari kerjaan nya oleh Rio....


"tidak papa tidak mengijinkan" balas Sisil menatap Rio


" lalu kenapa kau bisa" belum selesai Rio bicara Sisil sudah memotong nya


"aku membujuk papa dan meyakinkan papa, bahwa aku bisa seperti anak gadis yang lain aku bisa bekerja keras, bahkan kalo papa mengijinkan aku tidak ingin tinggal dirumah aku ingin pindah ke apartemen aku ingin mandiri" ucap Sisil dengan mata yang berkaca-kaca


Rio yang mendengar jawaban Sisil pun tercengang, selama ini iya berfikir semua gadis kaya itu manja tapi tidak dengan prisylla Rio menemukan hal baru lagi dalam hidupnya...


"semenjak mamah meninggal papa begitu posesif padaku papa melarang semua kegiatan yang membuat ku lelah, ya kehidupan ku berubah drastis setelah kepergian mama karna sebelum mama pergi papa selalu mendukung apa yang aku lakukan tapi tidak untuk sekarang" jawab Sisil dengan suara yang lirih menahan tangisnya


"ada apa dengan sekarang" tanya Rio memancing


"ya sekarang aku harus lebih memilih setiap hal yang aku lakukan karna sikap papa yang begitu posesif dia selalu mengkhawatirkan ku, itu membuat ku merasa terkurung hingga aku ingat dengan nasehat mama sebelum mamah pergi" ucap Sisil dengan genangan air di kelopak matanya yang berusaha iya tahan hingga akhirnya mengalir tanpa bisa di cegah...


"mamah selalu bilang" ucap Sisil terhenti iya benar-benar lemah jika mengingat perihal ibunya...

__ADS_1


Rio yang melihat Sisil sebenarnya tidak tega tapi Rio ingin tau apa yang dirasakan Sisil, ya tentu saja untuk ia belajar nanti jika sudah menikah dengan Sisil ia tidak ingin membuat Sisil sakit hati dan menangis...


sementara Rey berjalan meninggalkan ruangan rio iya tidak tega melihat Sisil menangis...


💞 💞 💞


Sisil menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar, ia melanjutkan kata-katanya...


"mamah selalu bilang kalo aku salah satu gadis yang beruntung karena terlahir dari keluarga yang kaya, tapi mama juga bilang itu bukan alasan untuk aku bermalas-malasan, sekaya apapun orang tuaku aku tidak boleh manja aku tidak boleh menjadi anak yang memanfaatkan fasilitas orang tuaku, bukan karna tidak sayang tapi mama ingin aku mandiri dan tau rasanya bekerja keras untuk mendapatkan uang" ucap Sisil masih dengan air mata yang mengalir di pipinya


Rio yang melihat keadaan Sisil ia langsung memeluk Sisil dan menenangkan nya...


"a....aku takut tuan aku takut" tambah Sisil di tengah tangis nya


"kau tidak perlu takut aku ada bersamamu" ucap Rio dengan penuh perasaan


Sisil terus menangis di pelukan Rio ia membenamkan wajahnya di dada bidang milik Rio...

__ADS_1


Rio benar-benar jatuh hati terhadap Sisil ia bahkan tidak mau melihat wanitanya menangis meskipun Rio belum menyatakan apapun terhadap Sisil tapi ia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya...


Rio mengelus kepala Sisil lembut, dan iya melepaskan pelukannya tangan Rio memegang pipi Sisil lalu menatap nya...


"kau tidak usah takut, kau tidak akan kehilangan apapun lagi dalam hidup mu" ucap Rio sambil menatap Sisil dengan penuh perasaan


Sisil yang mendengar ucapan Rio pun mengangguk, melihat jawaban Sisil Rio mengecup lembut kening Sisil lalu memeluknya kembali....


.


.


.


.


***Bersambung.....

__ADS_1


jangan lupa like sama vote nya 😊🙏***


__ADS_2