
Hari ini Dea sedang bersiap-siap untuk pulang, mami alin dan ana membantu Dea sementara Aiden bocah itu terus saja memandangi wajah kedua adik nya.
Memiliki dua adik di usianya yang masih kecil membuat Dea mengerti jika Aiden harus banyak mengalah, bahkan akhir-akhir ini putranya itu lebih memilih untuk bersama ana dan tidak merepotkan dirinya.
Jujur saja hal itu membuat Dea sedih karena Aiden menjadi sangat pengertian, kesedihan Dea bukan soal tidak ingin Aiden mengerti namun Aiden masih terlalu kecil untuk mandiri dan mengalah.
Aiden anak yang Dea dan Justin harapkan sejak dulu, anggap saja jika Dea tidak keguguran maka bayi itu akan ia beri nama Aiden juga. namun kejadian itu membuat Dea begitu mengharapkan seorang anak yang ia kandung dan ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya, dan terlahir lah bayi mungil tampan yang suaminya beri nama Aiden Giovaro bocah laki-laki yang begitu aktif dalam berbagai bidang.
"Abang ai" panggil Dea.
"Ya mom" sahut Aiden.
"Gak kangen mommy" tanya Dea sendu.
"Kangen tapi mom kan punya dedek yang harus mom jaga" ujar nya tanpa mengalihkan pandangan dari box bayi itu.
Justin mengerti jika Dea takut Aiden kekurangan perhatian dari mom and dad nya, namun itu tidak akan terjadi karena Aiden lah yang membuat hari-hari keduanya berwarna sebelum kelahiran Alexi dan Aneska.
"Gendong Daddy yuk" ucap Justin membuat Aiden mengangguk.
"Daddy baby pulang sekarang kah" tanya nya menatap wajah Justin.
"Tentu saja apa ai senang" tanya Justin.
"Sangat senang" jawab nya.
"Mommy" ucap Aiden merentangkan kedua tangannya dan meminta Justin untuk menurunkan nya di pangkuan Dea, awalnya Justin menolak namun karena Dea yang meminta ia pun menurunkan putranya itu.
Lagi pula kondisi Dea sudah jauh lebih baik meskipun jangan terlalu banyak berjalan, Dea menciumi wajah putra yang begitu di sayangi nya itu.
"Apa masih sakit mom" tanya Aiden.
"Tentu saja tidak, karena ada Abang yang membuat sakit nya hilang" ucap Dea.
__ADS_1
"Kakak mom not Abang" ucap Aiden membuat Dea tersenyum.
"Kenapa tidak Abang" tanya Dea yang mulai keluar dari ruang rawat nya, di dorong oleh Justin. sementara ana menggendong Alexi dan mami alin menggendong Aneska.
"Tidak terlalu banyak Abang" celoteh nya.
"Kalo baby nya mau panggil Abang bagaimana" tanya Dea.
"Biar saja" ucap Aiden memeluk leher Dea.
Justin dan mami alin juga ana tersenyum melihat tingkah Aiden dan Dea, Aiden yang begitu menyayangi Dea pun terus memeluk mommy nya.
"Aku ingin duduk bersama mom" ujar nya kepada Justin.
"Baiklah ai, mbak ana dan mom duduk di kursi belakang. dad dan Oma duduk di kursi depan oke" ucap Justin mengelus kepala putranya.
"Oke Daddy, aku duduk bersama baby Alexi" ucap Aiden.
Dalam perjalanan pulang Aiden terus saja berceloteh, ia akan mengejak adik laki-laki nya itu bekerja sama untuk membantu sang Daddy.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Aiden
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Hay Aiden muncul lagi gaes 😂
N: gue karungin juga tu anak Thor 😂
A: woooee jangan Uun 😂
N: ngapa dah 😂
A: galau nanti emak bapak nya 🤣
N: pinjem Thor sehari doang 😁
A: kaga ada ya😒
N: pelit Lo Thor 😏
A: bodomamat 😜
N: ya dah gimana Lo sama si Mamat aja dah😔
A: 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
N: 😭😭😭😭😭*