Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 173


__ADS_3

Di salah satu tempat Dea di pertemukan dengan Desi, bukan karena sengaja melainkan tidak sengaja.


Pertemuan mereka di sebabkan oleh Mei yang tidak sengaja menabrak Desi, hingga membuat Desi marah dan memaki Mei. Melihat adiknya di kaki di depan umum Dea merasa kesal dan tidak terima.


Ayah bunda nya saja tidak pernah memaki Mei, siapa dia berani-berani nya memaki dan berteriak kepada adikku, begitulah pemikiran Dea.


Hingga di caffe tersebut menjadi ramai, persetan dengan mereka semua yang menonton yang jelas Dea tidak terima dengan perlakuan Desi terhadap Mei. Lagian orang-orang itu belum mengetahui identitas Dea yang selalu di tutup rapi oleh keluarga nya.


"Maaf mbak aku nggak sengaja" Ucap Mei


"Apa kamu bilang? maaf? dasar bocah, kamu gak lihat saya sedang berjalan hah?" Ujar Desi kasar.


"Saya kan tidak sengaja. Lagian kita sama-sama salah kok, mbak kan jalan juga sambil main handphone" Balas Mei.


"Kamu ya_" Ucap Desi terhenti.


"Cukup! Mbak gak usah berlebihan ya mbak, lagian adik saya udah minta maaf ko sama mbak" Ucap Dea.


"Jangan ikut campur kamu bocah, jelas-jelas adik kamu salah" Teriak Desi.


"Kalian berdua itu sama-sama salah, adik saya salah karena gak hati-hati begitupun dengan mbak juga salah karena jalan dengan pandangan fokus ke ponsel!" Tegas Dea yang membuat Desi tidak terima.


Plaaakkk... Sebuah tangan mendarat di pipi Mulus Dea.


"Kakak" Teriak Mei saat melihat Dea di tampar.


"Jaga ucapan kamu bocah, berani-berani nya kamu berbicara seperti itu kepadaku. Kamu tidak tau aku siapa hah? Dengar aku jelasin aku ini kekasih dari tuan muda Joni paham" Teriak Desi.


"Cih" sinis Dea.


Plaaakkk... Tangan Dea mendarat dengan sempurna di pipi mulus milik Desi.


"Dengar ya mbak aku nggak terima kamu teriak-teriak sama adik aku, asal kamu tau adik aku nggak budek jadi kamu gak usah teriak. satu lagi ayah dan bundaku mengajar kan aku untuk menghormati yang lebih tua! Dan kamu tau mereka tidak mengajarkan aku untuk takut karena kita bukan hanya beda usia tapi juga beda nyali." Ujar Dea.


"Dan ya kau dengar baik-baik, aku tidak peduli siapa itu dirimu sekaya apa kamu karena di mata tuhan kita itu sama yang membedakan hanya amal dan perbuatan! Jadi nggak usah bangga dengan apa yang kamu miliki sekarang dan nggak usah sombong. Malu kali itu semua cuma titipan masa mau di sombongin" Ucap Dea yang benar-benar menusuk.


Dea pun pergi dan mengajak Mei, tanpa Dea sadari ia sedang di perhatikan oleh Joni yang kebetulan ada disana untuk bertemu dengan Desi.


Joni begitu terpukau melihat Dea yang terlihat dewasa dan bijak sana, ia semakin penasaran kepada Dea obsesinya pun semakin besar.

__ADS_1


...


"Kaka pipi kakak" Ucap Mei.


"Tidak apa-apa Mei ini tidak sakit" Ujar Dea menenangkan adiknya.


Sebenarnya Dea pergi ke caffe karena ingin makan namun apalah daya setelah selesai makan, tenaga nya langsung terkuras habis oleh nenek sihir itu.


Dea sangat bertolak belakang dengan Sisil, jika dulu Sisil lebih banyak mengalah jika saat di hujat atau di maki namun tidak dengan Dea, anak itu malah akan terlihat garang jika sudah marah.


Sebenarnya Dea tipe orang yang baik hati, lembut dan penyayang tidak lupa juga sabar. Tapi jika sudah menyangkut keluarga nya yang di maki, di hujat dan di tindas maka taring nya akan keluar begitu saja.


Dea sangat peduli dengan image keluarga nya termasuk orang tuanya, melihat Mei di maki saja garang nya keluar. Gimana kalo melihat orang tuanya di sakiti bisa murka semurka-murka nya dia.


...


Kabar pertengkaran Dea sampai kepada Rio sang ayah, bahkan bukan hanya Rio Justin pun mengetahui soal ini. Kedua laki-laki itu kalut mendengar Dea tertampar namun mereka belum mendapatkan penjelasan dari tersangka, di rumah Rio menunggu kepulangan sang putri kesayangannya.


Sementara di tempat lain Justin ingin segera menghubungi gadis kecil nya itu, ia ingin penjelasan dari Dea. Kenapa gadis kecilnya itu menjadi bar-bar, Justin hanya baru mendapatkan informasi belum menerima video dari orang suruhannya.


...


"Kamu nggak apa-apa kak?" Tanya Sisil khawatir.


"Ayah bunda tenang lah, putri kalian ini baik-baik saja" Jawab Dea tersenyum.


"Gila Lo bar-bar juga ya de, berani banget Lo berantem di tempat rame" Puji Dio.


"Cih. gue bukan anak ayam ya yang berani nya di kandang doang" Balas Dea.


"Anak ayah keren" Ucap Rio, bukan memarahi Dea ia justru memuji putrinya itu. Namun ia tak tinggal diam ia akan memantau orang yang sudah menyakiti putrinya, hingga saatnya nanti Rio akan memberikan kejutan besar untuknya.


"Ayah bener-bener gila, ini anak kita kena pukul malah di puji" Kesal Sisil.


"Bun aku gak apa-apa" Ucap Dea, iapun menjelaskan semua yang terjadi tanpa terlewatkan. Dan penjelasan nya benar-benar membuat Dio dan Rio tepuk tangan karena Dea pun memberikan pukulan kepada Desi.


Berbeda dengan Sisil yang terkejut dengan tingkah Dea, namun ia mengerti jika putrinya ini tidak akan tinggal diam jika soal adik dan keluarga nya.


...

__ADS_1


Di negara lain setelah mendapatkan video pertengkaran Dea Justin terkejut, karena orang yang bertengkar dengan Dea adalah Desi wanita incaran nya dulu.


"Apa-apaan ini? kenapa mereka bisa bertemu" Gumam Justin.


Namun ia merasa kesal karena Dea di tampar oleh Desi, dan itu membuat darah Justin mendidih.


"Beraninya kau menyentuh gadis Unyil ku" Geram Justin.


seketika matanya membulat saat Dea membalas perbuatan Desi, tanpa sadar Justin tersenyum tipis. Ternyata Dea garang juga rasa bangga menyelimuti hati nya, bagaimana tidak Dea bisa melawan seorang Desi wanita angkuh, sombong dan arogan. Dan Justin menyadari betapa bodoh nya ia dulu karena merasa tertarik kepada Desi.


"Unyil kau ternyata bar-bar juga ya, aku salut padamu. Usia Desi berada di atasmu namun kau sama sekali tidak terlihat takut" Ucap Justin.


"Lagi pula untuk apa kau takut, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu." Tanpa sadar Justin terus saja memuji Dea juga keberanian nya.


Karena baru kali ini ia melihat seseorang mampu membungkam Desi, dan itu seorang gadis kecil yang cerewet yang mengisi hari-harinya dengan kabar dan tingkah konyol yang selalu Dea lakukan.


Meskipun belum ada rasa keduanya sama-sama berusaha untuk menumbuhkan rasa itu, meski selalu bertengkar seperti kucing dan tikus namun keduanya tetap saja berusaha.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: Justin kapan balik Thor?


A: nanti kalo udah saat nya un๐Ÿ˜


N: jangan kelamaan Thor๐Ÿ˜‚


A: siap dan buat Uun mah๐Ÿ˜‚


N: okk๐Ÿค—*

__ADS_1


__ADS_2