
Hari ini Mei mengunjungi Dea di rumah nya, karena Dio sedang sibuk di kantor nya begitupun dengan Justin dan Julian.
Mei yang merasa bosan pun memutuskan untuk kerumah Dea, karena Dena saat ini tengah sibuk dengan latihan dan juga sekolah nya.
Sementara Mei ia masih mengambil cuti dari kuliah nya, Mei saat ini tengah duduk bersama Dea dan mami alin namun tiba-tiba mereka di kagetkan oleh mae yang berlari ke arah mereka.
"Mi, mamiii" teriak Mae.
"Ada apa sih Mai, kamu bikin mami jantungan aja" ucap mami alin.
"Perut Mae sakit mi" lirih nya, membuat mami alin terkejut.
"Heh, jangan ngaco lahiran kamu Masi dua Minggu lagi lagi" ucap mami alin
"Eh, ilang mi sakit nya" ucap Mae menyengir kuda.
"Kamu itu ya ngagetin mami aja" ucap mami alin, namun tiba-tiba wajah Dea berubah ia mengernyitkan dahinya.
"Kakak kenapa" tanya mei.
"Pe_perut aku sakit Mei" jawab Dea, membuat mami alin menoleh.
"Kalian jangan ngerjain mami, ini mami bingung tadi Mae sekarang Dea" ucap mami alin.
"In_i Dea beneran sakit mi" ucap Dea ia mencoba menahan nya.
"Aduh mi, perut Mae juga sakit lagi" ucap Mae, kali ini ia terduduk Mei yang melihat itu merasa bingung.
"Mae jangan becanda" pekik mami alin.
"Ilang lagi, hehe" ucap Mae, namun tiba-tiba Dea berteriak dan membuat ketiga nya pun ikut berteriak.
"Araaagghhh" teriak ke empat nya, membuat Dea yang merasa sakit bingung dan ingin tertawa.
"Kalian kenapa teriak" kesal Dea.
"Ya Lo tiba-tiba teriak, kan kita kaget jadi ikut teriak" ucap Mae.
"Iya sayang mami kaget nak" ucap mami alin.
"Mi, ini udah mode on baby nya mau jebol pertahanan Dea" pekik Dea, hal itu membuat mata mami alin membulat sempurna.
Bukan karena Dea yang kesakitan, tapi karena air ketuban Mae yang sudah mengalir di kedua kaki gadis itu.
Mami alin merasa bingung Dea yang mau melahirkan kenapa air ketuban Mae yang keluar, haih kedua menantunya ini membuat mami alin pusing.
"Mae Dea yang mau lahiran kenapa ketuban kamu yang keluar" pekik mami alin.
"Ih mami mah, kan dari tadi Mae udah bilang perut Mae sakit" kesal Mae.
Mei tidak mempedulikan perdebatan Mae dan mami alin, Mei langsung menelpon Dio meminta nya datang.
Tanpa menunggu lama Dio dan Justin pun tiba, Justin menghampiri Dea dan langsung membopong tubuh istrinya itu.
"Heh bang, ini dulu yang di gotong" teriak mami alin, meminta Justin untuk lebih dulu membopong Mae.
"Si Julian aja mi, ini istri aku udah mau lahiran" ucap Justin, Dea yang melihat itu ingin tertawa tapi perut nya sangat sakit.
"Bang gendong Mae buruan" ucap Mei Kepada Dio.
"Nggak bisa honey, harus suaminya" balas Dio.
"Ini bukan soal itu bang, air ketuban Mae udah keluar. buruan" kesal Mei, membuat Dio terkejut dan refleks langsung mengangkat tubuh Mae kedalam mobil.
Di jalan Mae dan Dea terus meracau tidak karuan, Mae di temani oleh mami alin sementara Dea di temani oleh Sisil.
"Bun sakit Bun" lirih Dea.
"Tahan sayang tahan ya, kamu harus kuat nak" " ucap Sisil.
"Mamiiiiii darah mi darah" teriak Mae yang terkejut melihat darah di kaki nya, begitupun dengan mami alin.
"Mae, kamu itu bikin mami jantungan kalo terus berteriak" dengus mami alin membuat Mei dan Dio tertawa.
"Itu darah mi, anak Mae gak apa-apa kan" tangis Mae pun pecah merasa khawatir dengan kandungan nya.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit dua wanita yang akan melahirkan itu terus meringis, Julian sudah menunggu disana.
"Sayang" panggil Julian.
"Jul sakit Jul" lirih Mae.
"Tahan sayang kamu pasti kuat, aku yakin kamu kuat" ucap Julian.
"Bang, hiks...hiks... sakit" lirih Dea.
"Sabar ya sayang, kamu pasti bisa Abang disini bersama kamu. Abang mencintai kamu sayang bartahan lah" ucap Justin.
Mae dan dea pun langsung di bawa ke ruang bersalin, di dalam ruangan itu keduanya menjerit baersautan membuat sisil dan mami alin yang panik ingin tertawa.
"Kenapa lahir nya jadi barengan gini" dengus mami alin.
"Nanti mereka jadi kembar beda orang tua mi" ucap mei.
"Iya sayang kamu benar" balas mami alin dan Sisil.
Di dalam ruangan Julian dan Justin terus menyemangati istri mereka, tanpa sadar Justin dan Julian menitihkan air matanya karena melihat perjuangan Dea dan Mae.
Julian dan Justin pun terus membisikan kata-kata untuk menyemangati istri nya, saat Dea merasa lelah dan ingin menyerah Justin mengingatkan bahwa ada Carl yang masih membutuhkan Dea.
Saat menyebut nama putranya Dea pun kembali bersemangat, berbeda dengan Justin Julian justru mengungkapkan perasaan cinta nya kepada Mae. hal itu membuat Mae menjadi lebih semangat karena ia ingin hidup bersama keluarga kecil nya.
Hingga tibalah perjuangan keduanya saat berhasil melahirkan anak mereka, suara tangis bayi pun bersautan bayi Julian dan juga Justin.
Tangis bayi berbeda jenis kelamin itu membuat kedua laki-laki yang baru saja menjadi seorang ayah itu menangis haru, Justin memeluk dan menciumi wajah Dea penuh cinta.
"Makasih sayang makasih, aku akan selalu menjaga kalian sayang makasih" bisik Justin dan Julian, di telinga istrinya masing-masing.
Setelah membersihkan kedua bayi itu dokter pun berjalan ke arah Justin, sementara Justin mematung menatap wajah bayi nya yang begitu indah di pandang.
"Selamat tuan, anak anda laki-laki" ucap dokter itu memberikan bayi nya kepada Justin, begitupun dengan Julian hanya saja anak Julian berjenis kelamin wanita.
"Bang, siapa nama anak kita" tanya Dea dengan lemah.
"Aiden sayang, namanya Aiden Giovaro Abrisham" ucap Justin, membuat Dea tersenyum senang.
"Jul, anak kita" lirih Mae.
"Iya sayang anak kita perempuan, aku memberikan nama Aleta Quenby Elvina Abrisham" ucap Julian membuat Mae tersenyum.
Keduanya kini telah di pindahkan ke ruangan yang sama atas permintaan mami alin dan Sisil, hanya di batasi oleh tirai saja karena mereka ingin menemui dua bayi mungil itu tanpa harus berpindah tempat.
Justin terus saja memandangi wajah Dea yang sedang bterlelap, lalu beralih memandang putra nya yang baru lahir.
Sangat tampan yang membuat hatinya sangat berdesir, ketika putranya itu sesekali tersenyum dalam tidurnya.
"Selamat bang, akhirnya jadi Daddy dari bibit sendiri juga" ucap Dio, yang di sambut pelukan oleh Justin.
"Terimakasih Dio" jawab nya. tirai ruangan itu sengaja di buka agar Dio bisa melihat baby Dea juga baby Mei.
"Julian selamat, udah jadi Daddy bro jangan nakal lagi" ledek Dio.
"Thanks, gue gak bakal nakal lagi Dio apalagi anak gue cantik banget." ucap Julian membuat Dio tersenyum tipis.
Mereka semua begitu bahagia kini dalam ruangan itu bukan hanya ada Julian dan Justin saja, tapi juga ada kedua orang tua Justin Julian, dan juga kedua orang tua Dea. tidak lupa Carl putra tersayang nya yang sangat bahagia akan kelahiran adik nya.
"Welcome to Aiden Giovaro Abrisham and Aleta Quenby Elvina Abrisham" ucap papi Justin yang membuat semua nya tertawa bahagia.
Mereka merasakan kebahagiaan apa yang harusnya Dea rasakan, kehilangan anak nya dulu kini sudah terbayarkan oleh kehadiran putri Mae dan juga putra nya yaitu Aleta dan Aiden.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Justin Putra Abrisham
Aiden Giovaro Abrisham
Dea Anggita Putri Artadinata
Carl Yudistira Abrisham
Julian Putra Abrisham
Aleta Quenby Elvina Abrisham
Siti Maesaroh
Dena Anggia Putri Artadinata
Dio Anggara Putra Artadinata
Meitha Putri Pradanta
#***End 😊
A**: selamat membaca, dukung terus author nya ya biar cepet ke series dua nya 😊
N: series dua nya Masi disini kan Thor 😭
A: iya Masi disini kok nanti aku lanjutin nya disini 😊
N: cepet-cepet series dua nya ya Thor 😭
A: iya Uun aku usahakan cepet 😊 makasih buat kalian yang udah dukung dan vote aku 😊
N: iya Thor sama-sama.
"Dukung terus Terjebak Cinta Presdir ya 🙏😊
Jangan lupa baca juga novel aku yang lainnya yang berjudul
***My Fierce Wife
*Married Widower CEO
__ADS_1
Secepatnya aku lanjutin ke series dua nya 😊🤗 biar nanti bisa cepet juga buat cerita nya Dena, kanita dan yang lainnya 😊***