Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 377


__ADS_3

Carl yang mendengar adik nya hilang langsung mengurus kepulangan nya ke tanah air, perset*n dengan kuliah nya di sini toh ia tinggal wisuda saja nanti.


Sore hari nya Carl langsung pergi menuju negara kelahiran nya, ia nyampe pagi hari dan di jemput oleh Julian di bandara.


"Kenapa Aiden bisa hilang" tanya carl, Julian sedikit terkejut melihat Carl yang cukup berbeda.


"Kita sudah menemukan penculik nya Carl, hanya tinggal mengurus nya saja dan ini hanya bisa di selesaikan oleh mu" ucap Julian.


"Siapapun pelakunya tidak akan pernah aku maafkan" ujar nya, selama perjalanan menuju rumah Carl merasa cemas.


Setibanya di rumah Carl langsung menuju ruang kerja Justin tanpa menemui Dea, Carl masuk bersama Julian.


"Dad" panggil Carl.


"Duduklah" ucap Justin.


"Dad apa yang terjadi" tanya Carl.


Justin pun menceritakan semua yang terjadi, ia pun menceritakan mengenai pertemuan nya beberapa hari lalu dengan Jeselin kakak Carl.


Jeselin datang menemui Justin memohon agar memisahkan Julian dengan Mae, jika tidak maka Justin lah yang akan di ganggu oleh Jeselin.


Justin pun menceritakan jika Jeselin salah sasaran dengan menculik Aiden, sebenarnya incaran Jeselin sesungguhnya adalah Aleta.


Tanpa mereka sadari Dea mendengar obrolan mereka, Dea langsung pergi ke luar rumah ia berjalan ke rumah orang tuanya dan masuk kedalam.


Mei yang melihat kedatangan Dea merasa terkejut, pasalnya selama ini Dea sudah lama tidak masuk ke ruang kerja pribadi nya.


"Jeselin aku akan membuat mu memohon kepada Carl putraku, dan aku akan membuat Carl menghancurkan mu" geram Dea, ia tidak terima dengan perlakuan Jeselin yang keterlaluan.


Dea menyusun rencana nya sendiri, bahkan ia sudah menemukan titik kelemahan perusahaan keluarga Jeselin.


"Berani kau menyentuh anakku maka akan ku hancurkan keluarga mu" ucap nya sinis.


"Kakak" panggil Mei.


"Hmmmmm" sahut Dea, Mei bisa melihat bagaimana cara Dea menyembunyikan kesedihannya.


"Kak Abang dan_" ucap Mei terhenti.

__ADS_1


"Ya aku tau" jawab Dea sudah mengetahui jika Dio dan yang lain sudah menemukan jejak Aiden.


"Aku yakin Aiden baik-baik saja" ucap Mei.


...


Hari ini Justin langsung mengajak Carl menuju kantor cabang keluarga Abrisham, karena ia yakin jika ayah Jeselin akan meminta bantuan kepada kantor nya.


Biarlah biar Carl yang mengurus nya saat ini Justin memperkenalkan Carl kepada semua orang di kantor nya, termasuk para direktur dan kepala divisi.


Banyak yang terlihat bingung pasalnya mereka tidak pernah mendengar Justin menikah, namun kenapa tiba-tiba memiliki anak.


"Selamat siang semuanya maaf saya mengganggu waktu kalian, disini saya akan memperkenalkan putra saya yang bernama Carl. saya tahu kalian pasti bingung kenapa saya tiba-tiba memiliki anak bukan, ah saya sudah lama menikah hanya saja tidak saya publikasikan demi keamanan anak dan istri saya" ucap Justin membuat semua nya mengerti.


"Perusahaan ini akan di ambil alih oleh Carl putra saya, jadi saya minta kerja sama nya" ucap Justin.


Justin pun mengajak Carl ke ruangan nya, ia menatap wajah tampan milik putranya itu. sesekali ia berdecak kagum karena wajah Carl yang memang mirip dengan dirinya.


"Kamu yakin bang" tanya Justin, ia tidak ingin Carl merasa tertekan. tanpa Justin tahu ternyata Carl memiliki kekesalan tersendiri kepada kakak dan ayah nya itu.


"Jangan di paksa kalo emang gak yakin rel, dan maaf kita belum bisa menyiapkan semua nya untuk memperkenalkan kamu" ucap Julian, padahal saat Julian mengatakan bahwa Carl anak Justin ada beberapa wartawan yang merekam nya.


Saat Carl, Justin dan Julian tengah berbincang Julian mendapatkan pesan yang ia yakini itu dari Jeselin jika melihat isi pesan itu.


***Pesan chat


+62813*.......


Julian apakah kamu begitu tidak menginginkan anak ini? ah itu tidak mungkin. aku tahu kamu sibuk mencari nya namun dengan bo*oh kamu tidak mau mengorbankan salah satunya.


"Heh? anak gue kan ada di rumah dua-duanya" gumam Julian membuat Justin merebut ponsel nya.


"Cih, j****g" desis Justin, Carl yang melihat itu langsung duduk di kursi nya karena ia sudah tahu celah perusahaan ayah kandung nya maka mudah bagi Carl untuk menghancurkan nya.


Saat ayah nya mengusir Carl usia bocah itu sudah cukup besar, ia mungkin sudah mengerti dengan pekerjaan ayah nya mengingat Carl yang cerdas.


Justin dan Julian saling menatap heran keduanya ragu meminta Carl menghancurkan keluarga nya sendiri, ralat mereka tidak meminta hanya berkata semua ini hanya bisa di selesaikan oleh Carl.


Dalam waktu satu jam Carl berhasil membuat perusahaan ayah nya bermasalah, Justin dan Julian terlihat bangga kepada Carl karena memiliki keyakinan diri yang tinggi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: maaf kemarin aku gak update 😊


N: istirahat mangkanya istirahat elahπŸ˜’


A: heh jamileh kalo gue kelamaan istirahat nanti ini alur nya ngilang dari otak gue 😭


N: bener juga 😁 yaudah nyicil aja dikit-dikit dahπŸ˜‚


A: iya iya, btw buat yang kome ini keluarga yang memaksakan Mon maap ni ya ini keluarga berkuasa dalam bisnis cuy. kalo mau liat yang berkuasa dalam dunia-dunia dan menunjukkan kekuasaan nya itu namanya mafia 😭 gue suka kok baca novel yang ada mafia-mafia nya tapi gue gak nulis begitu karena kagak ngerti 😊


N: udah novel elumah soal pengusaha sukses aja udah Jan aco-aco kalo Sunda nya πŸ˜‚


A: dah ngotot salah pula Lo jamileh πŸ˜‚


N: kalo mereka berfikir ini kurang wow gitu suruh bikin cerita sendiri 🀣


A: gue gak mau di bilang wow, setiap pandangan orang beda-beda kan 😊


N: bener juga πŸ˜‚*

__ADS_1


__ADS_2