
Sore ini Justin pulang lebih awal, dan ia langsung menuju kamarnya untuk mencari istri tercinta nya itu.
Dan dilihatnya Dea yang sedang berbaring di sofa dengan memainkan ponselnya, Justin menghampiri Dea dan mengecup seluruh wajah Dea.
"Abang" ucap Dea mendorong Justin, saat sang suami melum*t bibirnya cukup lama.
"Kenapa hmmmm?" tanya Justin.
"Ma*i aku bang gak bisa nafas" jawab Dea.
"CK. aku gak nyuru kamu tahan nafas" ucap Justin tersenyum.
"Ya Abang main sosor aja kaya bebek, kan aku gak ada persiapan" ujar Dea mengerucutkan bibirnya.
"Gak usah di manyun-manyunin gitu sayang, gemes aku liatnya" ucap Justin menciumi pipi Dea.
"Haha geli Abang" teriak Dea.
"Ampun gak" tanya Justin.
"Aaaaaaaa Abang geli" teriak Dea lagi.
"Sayang" lirih Justin, mendengar itu Dea yakin suaminya sudah terpancing oleh permainan nya sendiri.
"Nggak" jawab Dea.
"Kenapa?" tanya Justin bingung.
"Abang lupa hmmmm? aku baru aja keguguran dan kita gak bisa melakukan itu dulu" jawab Dea. membuat wajah Justin menjadi lesu.
"Berapa lama?" tanya Justin.
"Tiga bulan kaya nya" jawab Dea asal.
"Apa?!" tanya Justin tidak percaya.
"Haha becanda, kalo gak salah 40 hari tapi coba aja Abang tanya sama mami" jawab Dea lagi.
"Ya baiklah jika itu buat kebaikan kamu, Abang masih bisa bersolo kan" ucap Justin membuat Dea terkekeh.
"Jangan lupa musik nya yang ngejaz" goda Dea.
"Dikira Abang mau nyanyi apa ya" gerutu Justin lagi.
"Haha iya maaf" ucap Dea.
"Yasudah Abang mandi dulu oke, i love you" bisik Justin.
__ADS_1
"Iya love you more" jawab Dea tersenyum memandang kepergian Justin.
Araaagghhh suaminya itu semakin hari semakin tampan saja, ia bersyukur memiliki Justin yang bisa menerima nya dengan baik.
Meskipun kadang mereka seperti tom and Jerry yang selalu berdebat, namun justin selalu memperlakukan nya dengan sangat baik.
Malam ini Justin mengajak Dea makan diluar karena ia ingin mengajak istrinya itu jalan-jalan, dan Dea pun sangat senang mendengar ajakan suaminya.
Tanpa menunggu lama keduanya pergi ke restoran yang biasa mereka datangi, saat masuk ke restoran tersebut mereka langsung duduk dan memesan makanan.
Setelah selesai makan Dea meminta untuk pulang karena ia tidak ingin suaminya kecapean, Justin pu. mengiyakan keinginan Dea.
...
Di tempat lain terlihat Mei, Mae dan juga Dio yang sedang berdebat karena Dio yang usil.
"Yaaaa muka nya merah" ledek Dio yang melihat muka Mae merah nahan malu dan kesal.
"Ah nggak lucu Dio pergi deh sana" ucap Mae yang kesal karena Dio meledek dirinya dengan Julian.
"Gak apa-apa kak kan kak Julian ganteng" bela Mei membuat Mae tersenyum senang.
"Eh nyesek gak si, kalo orang yang kita suka Muji orang lain" ledek Mae.
"Ih bukan lagi itumah, kalo aku si ya udah terjun aja kak" timpal Mei.
"Iya ih guemah mikir-mikir lagi dah Mei" ucap Mae.
"Yaaaa ngambek" ledek Mae.
"Diem ah Mei males gue" ucap Dio.
"Yaelah bilang aja Lo cemburu kan si Mei bilang Julian ganteng, hayoo ngaku" goda Mae yang membuat waja Dio merah.
"Nggak" jawab Dio.
"Yaelah Mansyur pake acara malu-malu kaya anak SD Lo" ledek Mae lagi.
"Terserah Lo saroh" kesal Dio.
"Mae! Lo mah ah saroh Mulu" kesal Mae.
"Lagian Lo ngeselin" cetus Dio.
"Eh biasanya yang kesel bisa jadi cinta" goda Mei membuat Dio mendengus.
"Hahah si Mei kalo ngomong asal bunyi aja Lo Marni" ucap Mae.
__ADS_1
Sisil dan Rio yang melihat ketiganya pun tersenyum, karena Mae bisa dengan ceoat beradaptasi dengan keluarganya. namun di sisi lain mereka merindukan Dea, mereka berharap jika Dea akan mengunjungi nya dan menginap.
Setelah puas menikmati pemandangan anak-anaknya Sisil dan Rio pun bergegas menuju ke kamarnya, kini keduanya sudah berbaring di tempat tidur.
"Yah Dea kenapa gak kesini ya?" tanya Sisil.
"Mungkin belum sempet Bun, nanti juga dia pulang kesini" jawab Rio.
Rio yang melihat istrinya yang bersedih pun menarik tubuh Sisil kedalam pelukannya, dan menciumi wajah juga bibir ranum Sisil.
Rio memperlakukan istrinya dengan lembut dan itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Sisil, karena ia sangat mendambakan sentuhan suaminya itu.
Setelah selesai dengan pekerjaan malam nya merekapun tidur dengan saling berpelukan, meskipun sudah memiliki tiga anak namun Rio tidak pernah berubah dalam memperlakukan Sisil sebagai istrinya.
...
Di tempat lagi sepasang suami istri baru itu sedang berpose Rio dengan ponselnya, setelah pulang makan malam Dea mengajak Justin Selfi dengan senang hati Justin mengikuti kemauan Dea.
Setelah selesai mereka melihat hasil jepretan nya dan keduanya tertawa bahagia, Justin tak henti-hentinya menciumi wajah Dea.
Begitupun Dea yang menciumi wajah Justin, keduanya terlihat sangat bahagia, meskipun sudah mengalami masalah yang cukup besar namun itu malah membuat keduanya semakin lengket.
Dan sekarang Dea mulai percaya kalau selalu ada pelangi setelah hujan, ya selalu ada kebahagiaan setelah kesedihan.
Dea dan Justin tidur saling berpelukan seakan keduanya tidak ingin berjauhan, Dea menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
ini ya hasil Selfi mereka yang membuat keduanya tertawa bahagia, karena Dea tertawa melihat gaya Justin yang menurut nya lucu. begitupun Justin ia tertawa melihat wajah Dea yang sangat menggemaskan.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: aku up segini dulu ya 😊
N: tambahin gak? 😁
__ADS_1
A: nanti ya Uun 😁
**N: oke 😂***