
Malam hari semuanya sudah kembali kerumah, Dea dan Justin tidak bisa menginap karena Carl harus sekolah besok pagi.
Melihat Dea dan Justin pulang maka semuanya memutuskan untuk pulang, Carl sudah masuk ke kamarnya begitupun dengan Dea dan Justin.
Di satu kamar lain terlihat sepasang suami istri baru yang tengah berdebat, Julian yang tidak ingin mengalah dan Mae yang ingin mengalahkan.
Julian tetap kekeh bahwa ia tidak ingin tidur satu ranjang dengan Mae, begitupun sebaliknya. Mae meminta Julian untuk tidur di sofa, namun Julian menolak dan malah meminta Mae tidur di sofa.
Dengan rasa kesal yang membuncah Mae menarik bantal dan guling, lalu meletakkan di atas sofa. tanpa menunggu lama ia naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya, hal itu membuat Julian terperangah.
"Woy ngapa jadi Lo yang tidur di tempat tidur gue" ucap Julian.
"Karena Lo gak mau ngalah sama gue yang jadi istri Lo, jadi gue pake akal buat bikin Lo tidur di sofa. pinter kan gue" Ujar Mae.
"Mana ada begitu, turun gak Lo gue gak mau berbagi tempat tidur sama Lo" pekik Julian.
"Gak peduli gue, intinya gue gak mau tidur di sofa" ucap mae, masih merebahkan tubuhnya.
"Mae saroh gue bilang bangun ya bangun" ucap Julian.
"Gue nggak mau Julian" teriak Mae.
"Mae" pekik nya.
Mae yang kesal pun bangun dan menggelar selimut di lantai dan tidur, Julian yang melihat itu menganga. namun tidak mempedulikan nya, ia naik ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya.
Baru beberapa menit ia memejamkan matanya sudah di ganggu oleh suara teriakan, Julian yang mendengar itu langsung membuka matanya kaget saat melihat wajah marah mami alin dan Dea di ambang pintu.
"Juliaaaaaaaaaaannnn" teriak mami alin.
"Ma...mami" ucap julian gugup.
"Beginikah cara kamu memperlakukan wanita yang menjadi istri mu?" pekik mami alin.
"I...itu anu mi Mae bilang dia ingin tidur di lantai soalnya panas begitu" ucap Julian.
"Benar begitu Mae?" tanya mami alin.
"Nggak mi, Mae tadi mau tidur di sana tapi kata Julian dia tidak mau berbagi tempat tidur dengan Mae" ucap nya membuat Julian melotot ke arah Mae, namun yang di pelototi hanya tersenyum penuh kemenangan. ya karena saat keduanya berdebat Mae tidak sengaja mendengar Dea yang memanggil mami alin, entah kenapa Dea keluar dari kamarnya dan bertanya kepada mami alin. mendengar jawaban mami alin yang ingin melihat Mae dan Julian saat itulah Mae langsung beringsut turun ke lantai. pintar bukan.
"Keterlaluan" ucap Dea menggeleng kan kepala.
__ADS_1
"Mami gak mau tau Mae harus tidur di atas" ucap mami alin.
"Tapi mi" ucap Julian, mami alin menghampiri putranya dan menjewer telinga nya. Carl yang mendengar keributan pun keluar dari kamar nya bersama dengan Justin.
"Ada apa?" tanya justin yang melihat putranya keluar kamar.
"Tidak tahu, tapi aku mendengar suara teriakan dad" ucap Carl, sementara Justin ia keluar karena ingin ke ruang kerja nya.
"Teriakan?" tanya Justin mengernyit.
"Hmmmmm" jawab Carl.
Keduanya pun berjalan ke arah suara keributan itu, dan tibalah di Depan kamar Julian. Carl dan Justin terbelalak melihat Julian yang mendapat jeweran dari mami alin.
Keduanya menahan tawa melihat pertunjukan itu, Dea yang menyadari kehadiran suami dan putranya pun menoleh.
"Sayang kau bangun?" tanya Dea kepada Carl.
"Hmmmmm" jawab nya tersenyum.
"Ada apa sayang?" tanya Justin kepada dea, Dea menceritakan mengenai mami alin yang memergoki Mae tidur di lantai.
"Jangan ketawa Lo bang" dengus Julian.
"Lagian Lo sehat? orang malam pertama istrinya di sayang-sayang lah Lo malah diauru tidur di lantai" ucap Justin.
"Araaagghhh, Carl tolong uncle" ucap Julian memelas.
"Maaf uncle" balas Carl tersenyum, Justin yang memiliki kepentingan segera berlalu ke ruang kerja nya dengan terus tertawa.
Sementara Dea masih menyaksikan ceramah mami alin untuk Julian bersama Carl, Dea merangkul bahu putranya.
"Mami gak mau ya Jul kamu kasar-kasar sama istri kamu, awal kalo kamu perlakuin Mae kaya gitu lagi. lebih baik kamu yang tidur di lantai daripada harus menantu mami yang tidur di lantai" tegas mami alin membuat Julian menganga.
"Mi" rengek nya.
"Nggak ada protes, ayo Mae bangun" ucap mami alin menarik tangan Mae.
"Kamu Julian turun dan tidur di lantai" ucap mami alin, kalau sudah seperti ini mau gimana lagi Julian hanya bisa menurut.
Carl di antar kembali ke kamar nya, dan setelah itu Dea pun kembali ke kamar nya. ia tau jika Justin sedang di ruang kerjanya.
__ADS_1
Sementara di kamar Julian Mae sedang tertawa terbahak-bahak, ia merasa menang malam ini.
"Inikah yang namanya surga dunia Julian, ketika seorang suami ingin menindas istrinya justru dia sendiri lah yang tertindas haha" ucap mae tertawa.
"Mae ayolah, gue gak biasa tidur di lantai. Lo mau kan jadi istri yang baik" ucap Julian.
"Gue mu jadi istri yang baik kalo suami gue baik, udah ah gue mau bobok bhay Julian" ucap Mae merebahkan tubuhnya.
Sementara Julian ia terus menyumpah serapahi istrinya itu, ia benar-benar tidak menyangka niat nya ingin membuat Mae merasa tersiksa justru malah ia yang dibuat tersiksa.
Dengan terpaksa Julian merebahkan tubuhnya, ia memejamkan matanya namun tidak bisa tidur juga. hingga tepat pukul dua dini hari Julian baru bisa memejamkan matanya.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: yang nanya Carl kelas berapa sekarang Carl kelas dua SMP semester awal. dan Mei kelas 2 SMA. karena keduanya sama-sama pintar maka keduanya dapat melompat kelas, yang seharusnya Mei dan Carl masih sama-sama kelas 1.
N: terus itu yang make baju Dio Thor apa gak kegedean?
A: Dea ngambil baju dio waktu Dio masih SMP, karena baju Dio masih banyak yang baru dan belum terpakai begitu.
N: ohhh begitu toh π Dena sekarang udah sekolah Thor?
A: udah kok, tapi masih TK π
N: oh begitu tohπ
A: ya π*
__ADS_1