Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 92


__ADS_3

"kakak" ucap kanita saat melihat Sabil di ruang tamu


"hey girls" jawab Sabil berjalan ke arah kanita lalu memeluk nya


"ada apa kenapa kakak malam-malam kesini" tanya kanita penasaran


"aku ingin menjemput mu" jawab Sabil


"kenapa kau mau membawa ku kemana?" tanya nya lagi


"kak rio aku akan membawa mu ke rumah kak Rio" jawab nya simple


"tidak aku tidak mau" tolak Kanita


"kenapa? apa kau mau kakak ipar dan kakak ku berdebat tiap malam karena mengkhawatirkan mu tadi saja sebelum aku pergi kesini mereka sedang berdebat maka dari itu aku memutuskan untuk menjemput mu" balas Sabil dengan wajah yang memelas


"berdebat" tanya kanita


"ya mereka berdebat karena mu" jawab Sabil sedih, kanita yang melihat wajah sendu Sabil pun merasa kasihan apalagi mengingat sekarang Sisil sedang mengandung ia tidak ingin jika Sisil harus terus berdebat dengan Rio karena itu bisa membuat Sisil terluka kanita pun memutuskan untuk ikut bersama Sabil


"ya baiklah aku akan ikut dengan mu" balas kanita Sabil pun tersenyum karena kanita mau ikut bersamanya setelah selesai mengemas pakaiannya kanita dan Sabil pun pergi ke rumah Rio dalam perjalanan malam yang sudah tidak terlalu ramai dua gadis itu bercengkrama dalam mobil dengan akrab nya


"kakak jadi model sudah lama" tanya kanita kepada Sabil


"ya dari aku kelas tiga SMA aku sudah melakukan nya" jawab Sabil


"bukan kah kakak kuliah di luar negri" tanya Sabil


"ya saat aku diharuskan kuliah di luar negri aku terpaksa meninggalkan pekerjaan ku disini tapi karena kehendak Tuhan aku disana pun memiliki pekerjaan yang sama" bala Sabil kanita pun menganggukan kepala nya

__ADS_1


"apa kau juga ingin menjadi model" kali ini Sabil yang bertanya


"ya aku ingin sekali karena itu adalah salah satu dari cita-cita ku" jawab kanita


"kenapa kau ingin menjadi model" tanya Sabil


"aku sangat menyukai nya bahkan banyak teman-teman ku yang bilang bahwa aku cocok menjadi model selain itu cita-cita sama seperti cita-cita kak Sisil namun kak Sisil tidak bisa mewujudkan cita-cita nya saat mamah kak Sisil meninggal dan disitu paman sangat melarang kak Sisil untuk bekerja menjadi model karena fikir nya akan banyak saingan kak Sisil dan mungkin bisa saja melukai kak Sisil" jawab kanita


"lalu" balas Sabil


"ya disitu kak Sisil terus memberi ku semangat untuk mengejar cita-cita ku bahkan kak Sisil pula yang membujuk papa dan mamaku agar aku di dukung dalam ke inginan ku dan di saat aku mendapat tawaran menjadi model untuk cover majalah remaja disitu kak Sisil orang pertama yang terlihat bahagia dia selalu berkata meskipun bukan kakak setidaknya kamu bisa itulah kata-kata kak Sisil" jelas kanita


Sabil yang mendengar cerita kanita merasa terharu juga beruntung karena kakak ipar nya adalah orang yang penyayang bahkan Sabil merasakan kasih sayang tulus yang di berikan Sisil kepadanya meskipun terlihat sedikit cuek tapi Sisil menyayangi Sabil dan kanita seperti adik nya sendiri...


setelah melewati perjalanan malam yang panjang akhirnya Sabil dan kanita pun sampai dirumah Sisil dan saat masuk ke dalam rumah mereka di sambut oleh Sisil dan juga Rio yang sedang menonton televisi di ruang tengah...


"jika belum kita tidak akan berada di hadapan mu tuan Artadinata" jawab Sabil


"hmmmm ya baiklah" balas Rio


kanita pun langsung menghambur ke dalam pelukan Sisil kakak buncit yang sangat ia sayangi dan calon ponakan yang sangat ia tunggu-tunggu...


"hey ada apa" tanya Sisil heran melihat kanita yang langsung memeluk nya lalu menangis


"kakak maafkan aku" ucap kanita dengan suara khas orang menangis


"maafkan untuk apa memang kau membuat salah" tanya Sisil lagi sementara Rio dan Sabil merasa bingung padahal tadi kanita baik-baik saja fikir Sabil


"aku sudah membuat mu berdebat dengan kakak ipar karena aku maafkan aku" jelas kanita Rio yang mendengar itu pun menghampiri kanita dan Sisil yang sedang berpelukan

__ADS_1


"kanita kamu tidak salah kami seperti itu karena khawatir dan sayang kepada mu bukan berarti kami berfikir buruk tentang mu maaf jika aku terlalu posesif dalam menjaga mu tapi itu karena aku takut terjadi apa-apa terhadap mu karena menjaga anak gadis itu harus dengan hati-hati bukan tidak seperti anak laki-laki" ucap Rio yang ikut memeluk kanita dan juga Sisil


"terimakasih karena kak Rio benar-benar menerima ku bahkan kak Rio menjaga ku seperti menjaga adik sendiri" jawab kanita yang berada dalam pelukan Rio dan juga Sisil


"kamu dan Sabil itu sama kanita kalian berdua sama-sama adikku mana mungkin aku membeda-bedakan" balas Rio Sabil yang melihat itu terharu namun ia menyadari bahwa hanya dirinya lah yang tidak di peluk


"hey apa kalian akan terus berpelukan seperti itu tanpa mengajak ku" ucap Sabil dengan wajah memelas


ketiga orang itupun tersadar dan menoleh ke arah Sabil yang berdiri tidak jauh dari mereka melihat wajah Sabil yang memelas ketiga nya pun tertawa lalu merangkul Sabil kedalam pelukannya...


.


.


.


.


.


***malam ini menjadi malam yang melow guys untuk mereka karena untuk malam ini mereka sedang menjadi Teletubbies yang sedang berpelukan 😁


.


.


.


jangan lupa like vote dan poin nya 🙏😉***

__ADS_1


__ADS_2