
Hari ini Dio akan berangkat ke luar negri, namun ia hanya akan di antar oleh sang ayah, bunda juga sang Abang yang tak lain adalah Justin.
Dea, Mae dan Mei memutuskan untuk tidak ikut mengantar. karena Dea yang menolak untuk ikut maka Mae dan Mei memutuskan untuk menemani Dea.
Sebelum pergi Dea kembali menggoda adiknya itu, kapan lagi ia akan menggoda bujang nya. karena Dio akan lama lagi untuk pulang.
"Hati-hati disana Iyo" ucap Dea.
"Iya kak" jawab nya.
"Mei Lo gak mau peluk gue gitu?" tanya Dio kepada Mei, namun siapa sangka sebuah tangan mendarat di kening nya.
Plak.... Sisil menepuk dahi Dio saat mendengar ucapan putranya itu.
"Awwwwh" pekik Dio, mengelus kening nya.
"Gak ada peluk-peluk" ucap Sisil membuat Dio mendengus.
"Haha bukan dapet pelukan ehh dapet tabokan" ucap Mae.
"Pergilah kasih kejarlah keinginanmu" ucap Mei tiba-tiba.
"Ayeeyy lanjut Mei" ucap Mae.
"Selagi masih ada waktu..." lanjut Mei.
"Asiiikkk" ucap Dea.
"Jangan hiraukan diriku, aku rela berpisah. demi untuk dirimu semoga tercapai segala keinginan mu" lanjut Mei dengan seuara merdunya. Dio pun membalas ucapan Mei dengan bernyanyi, meskipun hanya menggunakan gitar namun itu terdengar sangat merdu.
Dio
****Hanya dirimu yang kucinta
Takkan membuat aku jatuh cinta lagi
Aku merasa
Kau yang terbaik untuk diriku
Walau 'ku tau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
'Ku 'kan tetap setia kepadamu
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Walau 'ku tau kau tak sempurna
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
'Ku 'kan tetap setia kepadamu
Ho-o-o
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
__ADS_1
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Tuhan jagakan dia
Dia kekasihku
'Kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai
Sungguh menyayangi
Setulus hatiku****
Dio bernyanyi dan memandang sendu ke arah Mei, hal itu tidak lepas tadi pandangan Mae. Dea yang melihat itu tersenyum, Mei yang menyanyi karena iseng kenapa menjadi ajang bernyanyi.
Selesai Dio bernyanyi Dea meminta Mae untuk bernyanyi, karena suara Mae pun tidak diragukan lagi.
***Mae.
*Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaั
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaั****
Mae bernyanyi dengan sangat menghayati, hingga ia tidak menyadari bahwa Sisil, Rio dan Justin mendengar suaranya yang begitu merdu. bahkan Julian pun mendengar nya karena saat Mae mulai bernyanyi Julian tiba mengantar kan berkas yang di minta oleh sang Abang.
Saat selesai bernyanyi Mae bersorak gembira, namun tawanya seketika terhenti melihat pandangan orang-orang terhadap nya.
Mae menundukkan kepalanya dan hal itu membuat Sisil mendekat dan memeluk Mae, Dea pun ikut memeluk Mae dah berkata *Kamu yang terlalu mencintai nya. namun kamu yang berusaha merelakan nya untuk berbahagia dengan orang lain* kata Dea membuat Mae tersenyum senang.
Setelah selesai bernyanyi dan berbincang Dio pun pergi, dan dirumah hanya ada Dea, Mae dan juga Mei. jujur saja Mae merasa tidak enak kepada mei, karena menyanyikan lagu seperti itu.
"Mei" panggil Mae.
"Ya?" jawab Mei, Mae tersenyum.
"Maaf" lirihnya.
"Untuk apa?" tanya mei bingung.
"Lagu yang aku nyanyikan tadi" jawab Mae, dan membuat Mei tersenyum.
__ADS_1
"Bukan masalah, kamu begitu mencintainya tapi kamu berusaha melepaskan nya untukku. itu suara kebanggaan buat aku, karena kamu mau mengalah dan melukai hatimu untuk menjaga hati dan perasaan ku" balas Mei.
"Dea" panggil Mae.
"Ya?" kali ini Dea yang menoleh.
"Makasih" ucap Mae.
"Untuk?" tanya Dea bingung.
"Kesempatan yang selalu lo kasi buat gue, kesempatan buat ada di tengah orang tua Lo seakan gue pengganti Lo" jawab Mae.
"Gak apa-apa gue seneng kalo ayah bunda bersikap baik sama Lo" jelas Dea tersenyum tulus.
...
Di sebuah mobil Dio sedang berkecamuk dengan fikiran nya sendiri, ia menyanyikan lagu untuk Mei tapi Mae membalas nya dengan lagu yang membuat nya cukup tercengang.
Apalagi ia melihat Mae yang begitu menghayati lagu yang ia nyanyikan, hingga suara Sisil membuyarkan lamunan nya.
"Bang" panggil Sisil.
"Ya Bun?" jawab Dio.
"Suara Mae enak ya, kaya nya dia kalo jadi penyanyi cocok" ucap Sisil.
"Iya suaa dia emang enak, beda tipis sama suara Dea lah mirip-mirip" balas Dio.
"Tadi kaya nya dia nyanyi nya dari hati banget, kaya lagu buat seseorang gitu" kali ini Rio yang bersuara.
"Iya, sampai lirik awal nya jangan mendekat lagi. mungkin Mae emang mau relain orang itu kali yah" ucap Sisil, karena ia tahu siapa yang di sukai oleh Mae.
"Mungkin Bun" ucap Rio.
"Tapi tadi saya liat tatapan nya buat Dio" ucap Justin membuat Dio kelabakan.
"Oiya bang?" tanya Rio.
"Iya yah, kata Dea Mae emang suka nanyi-nyanyi" jawab Justin.
"Pantes dia nyanyi kaya lepas gitu, keliatan gak ada beban" ucap Rio.
"Ya meskipun hatinya lagi nanggung beban, tapi anak itu selalu ceria" ucap Sisil.
"Cinta gak bisa di paksa Bun, Mae udah ambil keputusan yang tepat dengan merelakan orang yang dia suka demi kebahagiaan orang tersebut meskipun bukan bersama Mae" jelas Justin, membuat Dio gerah. karena disini ia merasa sedang di Sudutkan.
"Ya me anak yang baik, andai bunda punya dua anak laki-laki" balas Sisil, membayangkan wajah ceria Mae saat becanda dengan mei.
"Bunda tenang saja, saya dengar mami sedang membujuk Julian agar mau di jodohkan dengan Mae" ucap Justin membuat Dio membelalak, ternyata niat ia menggoda Mae malah akan menjadi kenyataan.
Dio bersyukur jika Mae bersama Julian, meskipun ia tahu sikap Julian yang badboy. namun ia yakin Julian tidak akan macem-macem, karena Dio tidak bisa berbuat apa-apa lagi. ia tidak bisa menjaga Mae dengan tangan nya sendiri, karena ia harus menjaga meitha. Dio hanya berharap Julian bisa membahagiakan Mae seperti Justin membahagiakan Dea sang kakak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ๐๐ค
N**: gue sedih Thor kalo ada di posisi Mae๐ญ
A: merelakan lebih baik Uun daripada memaksa, karena hanya akan menyakiti banyak hati๐
N: jleb Thor yaampun tabah banget si Mae๐ญ
A: kalo egois yang ada hanya akan menjadi masalah Uun, contoh nya si Nina๐
N: iya sii bener ๐
__ADS_1
A: hilihh ๐๐๐
N: ๐คฃ๐คฃ๐คฃ*