
Malam hari Mae yang tidak bisa tidur tanpa di peluk oleh Julian pun hanya mebolak-balikan tubuh nya saja, karena Julian belum masuk ke kamar nya dan masih sibuk di ruang kerja nya.
Daripada tidak bisa tidur Mae memutuskan untuk menyusul Julian, setibanya di depan ruang kerja Julian Mae membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Saat membuka pintu Mae terpesona dengan ketampanan suaminya itu, Julian yang merasa dirinya tengah di tatap pun mendongak dan menatap Mae dengan memanyunkan bibirnya.
Mae yang melihat nya pun merasa gemas, ia tersenyum dan masuk kedalam ruangan suaminya itu.
"Kok manyun gitu mukanya, kenapa hmmmm?" tanya Mae mengelus lengan Julian.
"Kamu tau dari dulu aku paling gak mau terjun ke dunia bisnis, namun apalah daya ku darah yang mengalir dalam tubuhku itu turunan pembisnis. mau tidak mau aku harus memanfaatkan kemampuan ku dalam hal ini" cerocos Julian membuat Mae tersenyum.
"Papi semangat, papi kerja keras kan buat Adek" ucap Mae menirukan suara anak kecil.
"Sayang, baik-baik lah di perut mommy mu. jangan menyusahkan nya oke" ucap Julian mengelus perut Mae yang mulai membuncit.
"Oke, aku akan baik-baik saja untuk papi dan mommy" balas Mae membuat Julian terkekeh.
"Tunggulah sebentar lagi aku akan menyelesaikan nya" ucap Julian, ia pun menuntun Mae menuju sofa.
"Baiklah, semangat" ucap Mae, membuat Julian gemas.
Mae memperhatikan Julian yang tengah sibuk dengan berkas di hadapan nya, ia pun tersenyum sambil mengelus perut nya.
(ganteng banget, fix inimah suami gue gak boleh di bagi-bagi apalagi di colek-colek sama orang. oh my jantung gue ajep-ajep dah kalo begini, honey aku tidak akan mau berbagi dengan siapapun mengenai kamu. makin cinta kan gue kalo begini meskipun awalnya nyebelin) batin Mae, ia benar-benar terpesona dengan sosok lelaki tampan yang ada di hadapannya.
"Sayang biasa aja liatin nya, aku tau kok aku memang ganteng" ucap Julian membuat Mae membuka mulutnya.
"Sayang lihatlah papi mu itu, sangat percaya diri sekali" dengus Mae.
"Sayang bilang pada mommy mu, jika papi mu ini memang tampan sejagat raya" ucap Julian, Mae yang mendengar nya pun ingin tertawa namun ia menahan nya.
"Mana ada tampan, kau begitu menyebalkan" kesal Mae.
"Menebalkan tapi dirimu begitu mencintai diriku" goda Julian, membuat wajah Mae merona.
"Jangan terlalu percaya diri nanti kamu kecewa" ucap Mae.
"Aku akan merasa kecewa jika kamu meninggalkan aku dan anakku" ucap Julian, membuat Mae mematung.
__ADS_1
"Sudahlah cepat selesai kan pekerjaan mu" ucap Mae.
"Baiklah ibu negara aku akan segera menyelesaikan nya" balas Julian.
Mae merasa bahagia karena suaminya begitu lembut dan perhatian, ia berharap Julian akan selamanya seperti itu.
"Selesai" ucap Julian, ia meregangkan otot-otot tubuh nya.
"Apa kau lelah" tanya Mae.
"Tidak, aku tidak akan merasa lelah jika itu untuk anak dan istriku" ucap Julian lagi-lagi membuat Mae terenyuh.
"Ayo" ajak Julian, membuat Mae menatap nya.
"Kemana" tanya Mae.
"Kita ke kutub Utara" jawab nya asal, membuat Mae mendengus.
"Kau itu" kesal Mae.
"Tentu saja kita ke kamar, aku akan menidurkan bayi buncit ku ini" ucap Julian merangkul pinggang Mae, yang tidak lagi ramping.
"Buncit begini juga kau mencintaiku" ucap Mae, membuat Julian tersenyum tipis.
"Kenapa harus ikan kembung" dengus Mae.
"Lalu harus aku samakan dengan apa? ikan teri" ujar nya.
"Yang bagus-bagus kan bisa, jangan ikan kembung juga" protes Mae.
"Baiklah sayang ku, istri ku honey bunny ku yang dulunya kurus ramping seperti orang tidak pernah makan. dan sekarang menjadi bulat seperti bole bekel, ayo kita tidur" ucap Julian, membuat Mae kesal dan ingin tertawa.
Ia bingun suaminya itu Casanova bukan, lalu kenapa merayu wanita saja tidak bisa apakah ia tidak pernah merayu wanita. atau para wanita kah yang selalu merayu nya.
"Kau sedang memujiku atau sedang meledek istrimu ini" kesal Mae, sebenarnya ia ingin tertawa. namun ia urungkan susah memang jika pasangan gesrek ya seperti ini.
"Aku tidak meledek atau mengataimu, aku hanya berbicara sesuai dengan keadaan. dulu aku dengan mudah mengangkat tubuh mungil mu itu, namun aku yakin jika sekarang pinggang ku akan patah karena tubuh mu yang bulat" ujar Julian, dan kali ini tawa Mae pecah.
Hal itu membuat Julian terkejut, biasanya wanita akan sensitif jika di Katai seperti itu. namun Mae istrinya saat ini malah tertawa dengan keras karena tingkah nya itu.
"Kau benar, bahkan bajuku saat ini banyak yang tidak muat gara-gara aku selalu membawa nya seperti sedang membawa drum band" ucap Mae mengelus perutnya, yang mana membuat Julian tertawa dan langsung memeluk Mae.
__ADS_1
"Kau itu, sudah lah lebih baik kita tidur oke" ajak Julian, ia membantu Mae merebahkan tubuhnya.
Setelah itu Julian pun ikut berbaring di samping Mae, dan memeluk istrinya itu sambil mengelus perut nya.
Tidak usah menunggu lama Mae pun sudah masuk kedalam alam mimpi nya, Julian tersenyum melihat Mae yang sudah terlelap.
"Good night my queen, sampai kapan pun kamu tetap lah putri di hatiku. hingga nanti saatnya tiba kita mempunyai anak, bersabar lah aku akan selalu membahagiakan kamu mau. dan terimakasih untuk semua yang udah kamu lakukan buat aku" lirih Julian, ia pun mencium kening Mae dengan lembut. hingga akhirnya menyusul Mae ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Calon Daddy
Calon mommy
***Happy reading 😊🤗
A**: dah lah guemah apa atuh ya, itu liat Julian aja bikin hati gue berdisko 🤣
N: apalagi gue Thor, itu si Julian sekarang udah jadi suami idaman ya 😂 pengen gue 😍
A: baiklah gak pantes sama muka kalo galak Mulu😁
N: muka nya adem bikin hati Mumun meleleh 😍
__ADS_1
A: woyy Jan begitu Mun pamali 😂
N: eh iya lupa 😂😂😂*