
Hari ini adalah hari kelulusan Dea, dimana hari ini tujuannya mengungkapkan kebenaran mengenai jati dirinya akan terlaksana.
Rio sebagai seorang ayah tidak ingin lagi menyembunyikan status Dea, atau berjaga jarak dengan anak-anak nya. Toh mereka bukan mengumumkan hanya saja akan mendampingi sang anak. maka dari itu orang-orang yang melihat pun akan berfikir jika Rio dan kedua anak nya ada hubungan.
Seperti saat ini Dea turun dari mobil di gandeng oleh sang ayah yaitu Rio, dan Dio di gandeng oleh sang bunda tercintanya.
Mereka menjadi pusat perhatian, semua mata menuju ke arah nya dan terkagum-kagum melihat kecantikan juga ketampanan keluarga Rio.
Rio masuk ke dalam aula bersama istri juga anak nya, ia dan Sisil duduk mengapit anak nya yang berada di tengah.
Acara kelulusan Dea pun segera di mulai hingga pengumuman lulusan terbaik, Dea dan Dio terlihat tenang. di sisi lain seorang gadis memandangi ketampanan Dio yang menjadi idola nya selama ini.
"Baiklah disini saya akan mengumumkan lulusan terbaik dan sangat-sangat baik tahun ini. jatuh kepada Dea Anggita Putri Artadinata dan juga Dio Anggara Putra Artadinata" ucap seorang guru yang mengumumkan.
Dea dan Dio naik ke atas panggung, semua orang bertepuk tangan meriah. Dea dan Dio menerima penghargaan, iapun mengucapkan beberapa kata.
"Terimakasih untuk bapak dan ibu guru yang selama ini menjadi pengajar yang baik untuk Dea juga Dio, dan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk ayah dan bunda yang udah sabar didik Dea dan Dio. ayah dan bunda selalu memeluk Dea disaat Dea lengah ayah dan bunda memberikan support dan dukungan untuk kita berdua. tidak ada kata yang lebih baik untuk orang tua sebaik kalian, dan penghargaan ini bukti kalo Dea dan Dio ingin membuat ayah dan bunda bangga" ucap Dea tersenyum.
Sisil yang mendengar penuturan putrinya pun terharu, ia dan Rio berjalan ke atas panggung menghampiri kedua anaknya dan itu membuat semua orang terkejut.
Sisil memeluk dan menciumi wajah putrinya, begitupun dengan Rio setelah memeluk Dio ia segera memeluk Dea dan menciumi wajah Dea.
"Selamat untuk kalian berdua, ayah dan bunda bangga sama kalian" ucap Rio juga Sisil
"Makasih ayah, apalah kami jika tanpa kalian" Balas Dea memeluk sang ayah.
Beberapa orang terlihat takjub dengan keluarga Rio dan Sisil, dan setelah acara selesai merekapun bergegas pulang ke kediaman nya.
...
Keesokan harinya Dea terlihat malas-malasan, karena sekolah sudah selesai dan Dea belum memutuskan untuk kuliah di mana ia terlihat nyantai.
Dea yang akan kuliah dan Mei menginjak kelas 3 SMP di tempat Dea sekolah dulu, Mei mendekati Dea yang tengah duduk di sofa.
"Kakak jalan yuk" ajak Mei.
"Males ah akunya Mei" ucap Dea.
"Iyasi aku juga males" balas Mei.
"Sue kamu, ngapain ngajak kalo kamu aja males" kesal Dea.
"Haha ngetes doang" Ucap Mei.
"Hilihhh" balas Dea, dan Mei hanya menyengir kuda.
Saat keduanya tengah bercanda gurau Dea di kejutkan dengan kedatangan para anteh nya, yaitu Sabil, kanita, dan Mela.
__ADS_1
"Woeeee ada apa ini rame sekali" tanya Dea kaget.
"Mau ada acara apaan?" tanya Mei bingung.
"Sayang kamu gak mau peluk mama" Ucap Mela Kepada Mei dengan mata berkaca-kaca.
"Mama aku rindu" Lirih Mei.
"Tentu nak, mama pun sangat merindukan kamu" Balas Mela. rasanya melihat Mei mereka berasa melihat sosok Nita di dalam diri meitha.
"Mami di lupain nih" goda kanita.
"Hehe nggak dong" Ucap Mei memeluk dan menciumi wajah kanita.
"Mei" rengek Sabil.
"Wait momy" ujarnya menubruk tubuh Sabil.
"Anak pintar" ucap Sabil menciumi wajah Mei.
Saat tengah asik mereka di kejutkan oleh suara Dea, ya mereka lupa jika bukan hanya Mei yang ada disana namun gadis cantik yang mereka rindukan juga ada disana.
"Lupain aja aku, anggap gak ada orang disini udah akumah apa atu hanya butiran jagung" ucap Dea dengan wajah melasnya.
"Utuk-utuk sayang nya anteh" ucap Sabil memeluk ponakan nya.
Dea terlihat bersantai dan berselfi ria, yang melihat kemansan nya pun akan terpesona oleh kecantikan Dea
Sisil dan yang lain nya hanya menggelengkan kepala saja, bagaimana bisa anak ini menikah begitu cepat. tingkah nya saja masih seperti anak kecil.
"Kapan nikahnya kak?" tanya kanita.
"dua mingguan lagi lah. tapi privasi dulu kan, soal pestanya nanti kalo Dea udah selesai S1 aja" jawab Sisil.
Dea yang mendengar percakapan itu pun bisa menangkap, jika dirinya akan segera melepas masa remajanya. hatinya takut namun ia tau jika akhir-akhir ini Justin sibuk dengan pekerjaannya. tidak apalah menikah cepat asal tidak langsung punya anak. Dea belum siap soal itu.
"Bun emang gak kecepatan ya dua Minggu lagi" tawar Dea.
"Keluarga Justin minta nya begitu kak" Ucap Sisil.
"Aku sama Abang aja belum akur, ini udah mau di kawinin aja" Balas Dea.
"Nanti akur kalo udah nikah" Ucap Sabil.
"Mana ada begitu. orang Abang aja masih suka bolak-balik luar negri" ujar Dea.
__ADS_1
"Gak apa-apalah, nanti kan kamu kelar S1 dia menetap di sini" balas Sabil.
"Iya de kalo nggak nanti kamu ikut kesana" kali ini Mela ikut berbincang.
"Nggak aku mau tinggal sama bunda aja disini" ucap Dea membuat Sisil terharu.
"Kan udah nikah, tinggalnya di rumah mertua lah" goda Mela.
"Mana ada begitu? aku nggak bakal ninggalin bunda. kasian bunda sendirian, selama ini bunda kalo lagi kesel itu ngeluh nya ke aku atau ke ayah" ucap Dea membuat Sisil meneteskan air matanya.
"Kamu si bunda nangis tuh" ucap kanita. Dea pun menoleh ke arah Sisil.
"Bunda jangan sedih dong, kan aku nikah juga Abang nya masih sibuk sama urusan di luar negeri, jadi selama Abang nggak ada aku tinggal sama bunda" ucap Dea. membuat semuanya terharu, Dea begitu dewasa bahkan ia memiliki target bahwa S1 nya harus selesai cepat, dan segera melanjutkan ke S2.
Dea dan Rio akan kuliah terpisah, Dio akan ke luar negeri maka Dea di dalam negeri. hati Dea merasa berat melepas kepergian adik lelaki nya itu. pasalnya tidak akan ada yang menggangu ketenangan nya lagi.
bahkan kedekatan Dio dan Mei semakin terlihat, dengan cara Mei yang terus menggoda Dio. dalam hati Mei tidak ingin jauh-jauh dari lelaki garong nya itu, namun ia tidak bisa egois Mei karena itu untuk kesuksesan sang Abang begitu fikir nya.
.
.
.
.
.
.
***Jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: hai akoh datang lagi gaesππ
N: yang banyak π
A: di usahakan tiap hari Uunπ
N: baiklah baiklahπ
A: vote nya un biar akoh semangat dan otak akoh nggak loading π€£
N: siap dah Thorπ
A: oke tebaik emang π
N: π€π€π€*
__ADS_1